Tanggal Merah? Harus Tetap Produktif Dong

Menghadapi tanggal merah kadang menjadi lampu hijau bagi belanja murah-meriah. Tapi hati-hati, jangan kalap belanja di tanggal itu.

Apa yang terlintas di benak ketika melihat ada tanggal merah di kalender? Belanja murah-meriah? Atau belanja gila-gilaan? Coba lihat di kalender Anda. Di bulan Mei 2014 ada 4 tanggal merah. Semua tanggal merah itu biasa disebut harpitnas, hari kejepit nasional. Hari kejepit nasional adalah hari ketika masuk kerja cuma satu hari. Apa boleh buat? Tanggal merah yang kita lihat itu memang jatuh di hari Selasa dan Kamis, sehingga masuk akhir pekan orang umumnya sudah bermalas-malasan untuk kerja. Untuk karyawan kantor, tentu inginnya libur terus.

Bagi Anda pemilik usaha atau empunya bisnis, tanggalan merah tentu mempunyai arti tersendiri. Libur tanggalan merah bisa menjadi tanda bahwa pasar sedang menikmati masa ‘senang’. Masa senang yang dimaksud di sini adalah suatu kondisi ketika masyarakat ingin melakukan kegiatan konsumtif. Atau dengan kata lain, sifat konsumerisme masyarakat akan dilampiaskan. Misalnya, sebagian besar keluarga akan pergi ke pantai Ancol. Menghabiskan waktu berkualitas bersama di pusat perbelanjaan. Nonton ke bioskop.

ilustrasi: tanggal merah

Tanggalan Merah = Usaha Jalan Terus

Harus diingat, jika Anda cermat sebagai pemilik bisnis, semua aktivitas itu sebenarnya bisa mendongkrak pemasukan dari usaha yang kita tekuni. Inilah yang dimaksud musim liburan. Musim liburan ini kegiatan konsumtif masyarakat akan sedikit terdongkrak, dengan perbelanjaan yang bisa naik bisa turun. Tanggalan merah inilah yang bisa menjadi indikator, apakah masa liburan tersebut mempengaruhi volume bisnis Anda atau tidak.

Jika bisnis Anda terkait liburan, itu bisa menjadi tanda untuk mendongkrak omzet. Misalnya memiliki usaha rental mobil. Di tanggal merah itu, Anda bisa membuat suatu promosi tertentu terkait sewa mobil dengan promo tertentu. Contoh promonya, diskon 25% untuk rental mobil sekeluarga (6-8 orang). Mobil bebas dibawa di Jabodetabek.

Lalu, bagaimana bisnis yang terkait dengan liburan? Apakah harus vakum gara-gara tanggal merah? Sebagai pewirausaha muda, Anda tidak boleh berhenti menjalankan bisnis di tanggal merah. Memang sih, tergantung dari si pelaku bisnis. Tapi jangan terlalu terpaku hanya karena tanggal merah lalu Anda juga berhenti mencari uang.

Kreatiflah

Misalnya saya pemilik bisnis jasa binatu (laundry). Saya berpandangan bahwa di hari libur, orang yang ingin berwisata bisa mempercayakan pakaian kotornya dicuci di tempat binatu milik saya. Keluarga yang baru pulang jalan-jalan pun bisa mencuci pakaian kotor mereka di tempat yang sama. Tentu dengan potongan harga yang kompetitif. Diskon itu pun hanya berlaku pada tanggalan merah itu. Nah, dengan begitu kan omzet bisa sedikit bertambah.

Selain itu, momen tanggalan merah ini bisa juga dimanfaatkan untuk mencari peluang usaha, atau bisa juga menciptakan bisnis baru. Bisnis baru ini juga tentu masih terkait erat dengan masa liburan. Tidak ada salahnya kan menjajal peluang bisnis yang bersifat musiman ketika aktivitas bisnis utama tidak begitu ramai. Justru usaha yang bersifat musiman ini akan menjadi ramai ketika bisnis menjadi semakin besar. Percaya deh!

Jika dirasa perlu, coba undang pelanggan ke tempat usaha kafe Anda, dan buatlah sebuah acara nonton bola bersama. Misalnya di bulan Mei ada pertandingan bola Liga Inggris. Buatlah acara nonton bersama bareng pelanggan lama (mereka yang sudah datang ke kafe selama sebulan penuh berturut-turut). Berikan mereka gratis minum kopi cappuccino untuk satu konsumen, dan gratis makanan untuk setiap bawa dua konsumen. Dari situ bisa terjalin keintiman dengan pelanggan. Satu hal lagi, acara non-formal seperti ini bisa membantu kita sebagai pemilik usaha untuk mendapatkan masukan dari mereka. Itu semua bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kita.

Nah jika Anda tahu bagaimana ‘merawat’ pelanggan di hari libur, khususnya pada tanggal merah, tentu itu juga bisa melanggengkan usaha. Bisa dibilang itu sebagai bentuk komunikasi pemasaran (marketing communication) Anda kepada pelanggan loyal. Jadi, bisa tetap produktif kan di tanggal merah?

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama