Meraup Untung Lewat Bisnis Musiman

Hari Raya Idul Adha mungkin sudah lewat, tapi keuntungan yang didapatkan pedagang pasti masih terasa. Ingin untung besar seperti mereka? Siapkan dari sekarang!

Memanfaatkan momen tertentu adalah hal yang bisa Anda lakukan untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

Seperti saat Idul Adha. Momen ini sering dimanfaatkan oleh para pedagang musiman untuk menjalankan bisnis hewan kurban karena keuntungan yang ditawarkan tidak sedikit.

Per ekor kambing yang dijual, keuntungannya bisa mencapai Rp 500 ribu - Rp 700 ribu. Sedangkan untuk sapi atau kerbau, bisa mencapai Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta per ekornya.

Bagaimana Caranya? 

Ada 2 cara untuk memulai bisnis musiman ini:

1. Bekerja sama dengan orang yang sudah pernah melakukannya. 

Bagi para pemula, opsi ini merupakan pilihan yang baik. Selain tidak perlu menyiapkan banyak dana untuk modal bisnis, Anda pun tak perlu repot menyusun strategi bisnis. Namun, keuntungan yang diperoleh tidak maksimal karena harus membagi hasil.  

2. Memulai usaha sendiri

Jika tidak ingin membagi keuntungan, maka Anda bisa memulai usaha ini sendiri. Syaratnya persiapkanlah modal yang cukup dan susun strategi. 

Misalnya modal Anda minimal, hanya Rp 30 juta - Rp 50 juta, maka jenis hewan kurban yang dapat dijual mungkin hanya kambing. Namun, jika modal sudah melebihi dari Rp 50 juta, maka Anda dapat mempertimbangkan untuk menyediakan sapi dan kambing.

Apa Yang Harus Diperhatikan?

1. Pengetahuan Tentang Hewan Kurban

Pengetahuan mengenai hewan kurban sangatlah penting. Jangan sampai merugi karena stok hewan kurban Anda tidak bisa dijual. 

Cari tahu dan pelajari kriteria hewan yang boleh dikurbankan, mulai dari usia hewan, jenis kelamin, serta kesehatan dan keadaan hewan kurban. Pastikan hewan tidak cacat baik dari lahir atau karena penyakit.

2. Belilah Jauh-Jauh Hari

Berpedoman pada hukum permintaan dan penawaran, harga jual akan semakin tinggi ketika permintaan semakin banyak. Oleh karena itu, untuk mendapatkan keuntungan maksimal,  belilah hewan kurban jauh-jauh hari. 

Usahakan Anda sudah mulai membeli hewan kurban mulai dari 2-3 bulan sebelum Idul Adha. Biasanya harga akan menjadi lebih mahal menjelang Idul Adha.

3. Tempat Usaha

Kambing dan Sapi adalah hewan yang memiliki bau khas. Pastikan Anda memiliki tempat, bukan hanya untuk berjualan tapi juga untuk memelihara mereka. 

Untuk berjualan, pilihlah lokasi yang strategis, misalnya di pinggir jalan. Lokasi seperti ini akan memudahkan pembeli melihat dan memilih hewan kurban 

4. Langkah Pemasaran

Saat ini ada banyak cara untuk memasarkan hewan kurban. Bukan hanya melalui brosur atau flyer. Anda pun sudah bisa berpromosi secara online melalui internet.

Berapakah Keuntungannya?

Harga hewan kurban di pasaran dari tahun ke tahun terus meningkat, hal tersebut jelas mempengaruhi harga jual hewan. Di tahun 2014, harga hewan meningkat 25% - 35%.

Dengan harga kambing mencapai Rp 75 ribu per kilogram, maka perkiraan harga seekor kambing kelas C (berat 25-30 kg) adalah Rp 2 juta - Rp 2,5 juta per ekor. Sedangkan kambing kelas B (berat 30-35 kg) dibanderol Rp 2,5 juta - Rp 3 juta per ekor. 

Mengutip artikel di merdeka.com, salah satu pengusaha kambing kurban di Ciputat, Wiyono mengatakan penjualan kambing menjelang Idul Adha bisa mencapai lebih dari 25 kali lipat dibandingkan dengan hari biasanya. 

Omzetnya bisa mencapai rata-rata Rp 50 juta hingga Rp 70 juta. Keuntungan rata-rata per kambing yang ia peroleh sekitar Rp 500 ribu. Sedangkan untuk sapi, ia mendapat keuntungan hingga Rp 900 ribu per ekor.

Tergiur akan keuntungan yang ditawarkan? Siapkan dari sekarang!

Bisnis musiman apa lagi yang menurut Anda bisa memberikan banyak keuntungan?

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama