Jangan Cuma Bekerja, Ayo Mulai Bisnis Sendiri

Bosan sebagai karyawan kantoran? Bisa jadi kebosanan Anda tersebut merupakan tanda untuk Anda memulai usaha sendiri.

Hai sobat GoGo, apakah Anda seorang karyawan atau karyawati kantoran ? Jika ya, apakah gaji Anda sudah cukup untuk membiayai hidup sehari-hari? Hmm, rasanya tidak semua bisa mengatakan sudah.

Memulai Bisnis Sendiri

Sebagai pekerja kantoran, terkadang kita terbuai dengan segala macam fasilitas kerja yang sering didapatkan. Seperti mendapatkan gaji rutin setiap bulan, perlindungan asuransi dari perusahaan, dan bonuskerja yang sering didapat pada waktu tertentu.

Bila melihat dari gambaran tersebut, mungkin kita menganggap kerja kantoran adalah hal yang enak. Namun, baik cukup maupun tidak, rasanya sudah pasti masa kita bisa bekerja akan selesai dalam jangka waktu tertentu. Masalahnya, kapan waktu itu akan tiba.

Bila melihat dari masa pensiun, rata-rata orang di Indonesia memasuki masa pensiun pada usia 55 tahun, sesuai dengan kebijakan tempat mereka bekerja. Namun, bagaimana kalau Anda terpaksa harus pensiun lebih cepat ?

Nah, ini yang sering tidak dipedulikan oleh banyak pekerja kantoran. Banyak faktor yang bisa menyebabkan seseorang harus pensiun lebih cepat, seperti akibat PHK, kantor bangkrut, ataupun kecelakaan yang mengakibatkan kecacatan. Bukannya menakut-nakuti, tapi apa Anda siap bila suatu saat mengalami hal tersebut ?

Ingat, dalam menjalankan usahanya, pada dasarnya perusahaan hanya mencari pendapatan dan keuntungan. Bila keuntungan yang didapat semakin anjlok, tentu mereka harus menyesuaikan pengeluarannya sendiri.Itulah yang seing menyebabkan PHK.

Ayolah, saatnya untuk berpikiran lebih luas dan keluar dari zona aman. Banyak cara untuk menghasilkan uang tambahan di samping hanya bekerja pada lembaga usaha. Bagaimana caranya ? Buatlah usaha atau bisnis sampingan. Namun, sebelum itu, ada beberapa langkah yang harus diperhatikan sebelum memulai usaha :

1. Tentukan ide

Carilah jenis usaha yang akan dibuat, sebaiknya sesuaikan dengan kemampuan, minat, dan bakat yang Anda miliki lalu sesuaikan dengan peluang pasar. Hal ini diperlukan, karena sangat berhubungan dengan kesenangan hati ketika Anda mengembangkan bisnis tanpa rasa jenuh atau bosan. Namun, ingat, carilah jenis usaha yang masih memiliki pangsa pasar luas sehingga produk Anda terkesan unik dan menarik.

2. Buat visi dan misi

Dengan memiliki visi dan misi, maka tujuan dan langkah usaha yang akan Anda lakukan akan lebih jelas dan terstruktur.

3. Siapkan modal usaha

Modal merupakan faktor penting dalam menjalankan sebuah usaha. Sebaiknya Anda harus memiliki modal untuk menjalankan usaha dalam beberapa bulan.

“Bagaimana mau menjalankan usaha, modal saja tidak punya.” Stop berpikir seperti itu. Banyak cara untuk bisa mendapatkan modal, seperti melalui hasil menabung, mencari investor, rekan usaha, maupun pinjaman pribadi.

4. Jalankan usaha Anda

Sehebat apapun ide, sejelas apapun visi misi, dan sebanyak apapun modal. Percuma bila bisnis Anda tidak dijalankan. Uang hasil usaha tidak akan pernah datang jika usaha hanya menjadi rencana.

Jalankan usaha Anda dengan penuh keyakinan, sebab kesuksesan usaha sangat bergantung dari perjuangan dan kerja keras sang pemilik. Hadapi dan nikmatilah segala hambatan yang ditemui selama menjalankan usaha itu. Ibarat pepatah, “No Pain No Gain”.

5. Belajarlah dari kesalahan

Layaknya roda yang berputar, ada kalanya sebuah bisnis mengalami masa mendapat laba dan mendapat rugi. Belajarlah dari pengalaman tersebut. Pelajarilah semua hal yang berhubungan dengan bisnis Anda, dan terus buat produk yang inovatif.

Seperti yang sudah disebutkan di atas, kesuksesan sebuah bisnis sangat tergantung dari sang pemilik. Seberapa berani ia menjadikan mimpinya itu menjadi kenyataan dan seberapa siap ia menerima kegagalan.

Perlu diingat, kegagalan adalah awal dari keberhasilan. Sebab kegagalan adalah pelajaran berharga dalam menjalankan sebuah bisnis. Sukses !

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Berikan pendapat anda!

  • sfd

    bagai mana caranya untuk mengatur waktu, sedangkan pulang kantor sudah jam delapan sampai rumah, cape lagiiiii

    Reply