Cara Mendaftarkan Merek Dagang

Merek adalah sebuah identitas dari produk dagang. Pemilik usaha wajib mendaftarkan merek dagang mereka agar tidak ada kemungkinan permasalahan hukum dikemudian hari.

umkm

Selama ini, para pengusaha UMKM lebih mementingkan berjualan terlebih dahulu dari pada mendaftarkan merek barang dan jasanya. Berdasarkan data, di Kota Bandung saja baru sekitar 25% dari 30 ribu UMKM yang telah mendaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI). 

Padahal, pendaftaran perlindungan HKI di bidang merek sangatlah penting. Merek dagang adalah salah satu cara yang ampuh untuk meningkatkan penjualan, mengembangkan bisnis dan juga mempertahankan bisnis Anda dalam jangka panjang. 

Bayangkan jika Anda memiliki suatu produk, kemudian produk tersebut sangat laku dipasaran, pada suatu saat Anda menemukan produk yang sama dengan produk Anda, tapi harganya jauh lebih murah.

Apakah kejadian tersebut tidak merugikan Anda. Nah, jika Anda memiliki produk dagang dan ingin mendaftarkan merek tersebut langkah apa yang harus dilakukan. Berikut ini kami jelaskan secara rinci.

Hal yang Perlu Dipersiapkan

Sebelum melakukan permohonan pendaftaran merek dagang ada beberapa hal yang harus dipersiapkan terlebih dahulu, diantaranya:

1. Penelusuran Merek

analisa bisnis

Langkah pertama yang harus Anda lakukan sebelum menfartarkan merek dagang tersebut adalah melakukan penelusuran merek. Sebelum memutuskan untuk memakai sebuah logo atau nama sebagai merek dagang pastikan dulu apakah logo atau nama yang dipilih telah didaftarkan oleh pihak lain untuk jenis jasa atau barang yang sama.

Penelusuran merek dapat menghindari pemilik usaha dari penolakan permohonan pendaftaran dan kemingkinan tuntutan hukum dari pemilik merek terdaftar sebagai pemilik yang sah menurut hukum. Penelusuran merek dapat dilakukan langsung melalui website Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (Ditjen HKI)

2. Persyaratan Pengajuan Permohonan

pengajuan KTA

1. Nama, alamat dan kewarganegaraan Pemohon (Pemohon bisa perusahaan maupun perorangan);

2. 30 contoh merek berukuran maks. 9cm x 9cm, min. 2cm x 2cm

3. Daftar jasa atau barang yang diberi merek;

3. Surat Pernyataan Kepemilikan* dari Pemohon;

4. Surat Kuasa* dari Pemohon kepada Kuasanya;

5. Salinan resmi Akta Pendirian Perusahaan dan Anggaran Dasar perusahaan atau fotokopinya yang dilegalisir notaris (khusus perusahaan/badan hukum);

6. Fotokopi KTP Pemohon atau Direktur yang berwenang (untuk perusahaan);

7. Fotokopi NPWP (khusus perusahaan).

Prosedur Pendaftaran Merek

Adapun, prosedur untuk pendaftaran merek dagang terbagi menjadi dua, yakni pengajuan merek oleh pemohon dan proses verifikasi oleh Ditjen HKI. Untuk langkah pertama pemohon ataupun perwakilan melalui surat kuasa harus mengirimkan atau menyerahkan formulir pendaftaran merek.

Formulir tersebut sudah dilengkapi oleh semu dokumen yang disyaratkan seperti surat keterangan UMKM, etiket merek yang akan didaftarkan, surat kuasa khusus, bukti pembayaran pendaftaran merek, dan bukti penerimaan perintaan pendaftaran merek. 

Selanjutnya, setelah dokumen pendaftaran diterima oleh Ditjen HKI, maka akan dilakukan beberapa langkah pemeriksaan hingga terbitnya sertifikat merek.

1. Pemeriksaan Formalitas

Langkah pemeriksaan pertama adalah pemeriksaan terhadap kelengkapan persyaratan pendaftaran merek. Jika terdapat kekurangan dalam kelengkapan persyaratan, Ditjen HKI meminta agar kelengkapan persyaratan tersebut dipenuhi dalam waktu paling lama 2 (dua) bulan terhitung sejak tanggal pengiriman surat permintaan diterima.

2. Pemeriksaan Substantif

Setelah itu dalam waktu paling lama 30 hari terhitung sejak tanggal penerimaan permohonan pendaftaran merek, Ditjen HKI akan melakukan pemeriksaan substantif terhadap permohonan merek tersebut.

Pemeriksaan substantif melingkupi permohonan merek tersebut termasuk kedalam kategori yang dimohonkan atau tidak, dan memeriksa merek tersebut sudah terdaftar atau belum dengan merek dan kelas produk yang sama. Pemeriksaan substantifdiselesaikan dalam waktu paling lama 9 (sembilan) bulan.

3. Pengumuman dan Keberatan

Kemudian dalam waktu paling lama 10 (sepuluh) hari terhitung sejak tanggal disetujuinya permohonan merek, Ditjen HKI mengumumkan permohonan tersebut dalam Berita Resmi Merek. Pengumuman berlangsung selama 3 (tiga) bulan.

Selama jangka waktu pengumuman, setiap pihak dapat mengajukan keberatan secara tertulis kepada Ditjen HKI secara tertulis dalam waktu paling lama 2 (dua) bulan terhitung sejak tanggal penerimaan salinan keberatan.

4. Pemeriksaan Kembali

Credit checking

Apabila pada tahapan pengumuman, pemohon mengajukan keberatan maka Ditjen HKI akan menggunakan keberatan tersebut sebagai bahan pertimbangan dalam pemeriksaan kembali terhadap permohonan yang telah selesai diumumkan tersebut.

Pemeriksaan kembali diselesaikan dalam jangka waktu paling lama 2 (dua) bulan terhitung sejak berakhirnya jangka waktu pengumuman. Jika pemeriksa melaporkan hasil pemeriksaan bahwa keberatan tidak dapat diterima, atas persetujuan Direktur Jenderal, permohonan dinyatakan dapat disetujui untuk didaftar dalam Daftar Umum Merek.

Ditjen HKI akan menerbitkan dan memberikan Sertifikat Merek kepada Pemohon atau Kuasanya dalam waktu paling lama 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak tanggal Permohonan tersebut disetujui untuk didaftar dalam Daftar Umum Merek.

Baca juga:  6 Bisnis Waralaba Menjanjikan di 2016

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama