Bisnis Dengan Teman: Untung Atau Buntung?

Rekanan bisnis, meski dilakukan bersama teman karib, dapat berakhir dengan perceraian yang pahit. Hindari dengan melakukan aturan tak tertulis berikut ini!

Apa yang Anda bayangkan ketika berbisnis bersama teman? Sukses? Banyak untung? Persahabatan makin erat? Eitss tunggu dulu!

Bisnis dengan teman

Simak kisah Diana dan Rita. Setelah berteman lebih dari 10 tahun, mereka sepakat untuk membuka usaha butik bersama. Diana memberikan modal awal sebesar 70%. Sedangkan Rita, memberikan modal 30% serta kemampuannya menjahit.

Di tahun pertama, bisnis berjalan lancar. Selain berhasil mengembalikan modal awal, mereka sudah mulai untung karena jumlah pesanan terus meningkat setiap bulan.

Melihat perkembangan positif, pada tahun kedua, Diana sebagai pengelola bisnis menuntut target yang lebih tinggi. Hal ini bertentangan dengan Rita yang sudah merasa kewalahan dengan produksi.

Ketika konflik dan masalah mulai bermunculan, keduanya mulai berpikir untuk keluar karena suasana kerja tak lagi menyenangkan. Tapi bagaimana cara membagi perusahaan?

permusuhan bisnis

Layaknya sebuah pernikahan, bisnis bersama teman juga dapat berakhir dengan perpisahan tragis. Resikonya bukan hanya persahabatan putus, tapi uang modal hilang, bahkan timbul masalah hukum.

Oleh karena itu, sebelum memulai bisnis bersama teman, ada beberapa hal yang harus Anda pertimbangkan. Berikut ini penjelasannya!

1. Samakan Visi dan Misi

Visi misi adalah pondasi utama sebuah usaha. Ketika ada lebih dari 1 orang yang terlibat, maka menyusun serta menyamakan visi misi menjadi hal krusial.

Samakan Visi Misi saat bisnis dengan teman

Apa alasan dan motivasi untuk mendirikan bisnis ini? 
Apakah bisnis ini adalah sumber penghasilan utama atau hanya sampingan?
Apa rencana untuk mengembangkan bisnis, secara perlahan atau langsung drastis?

Pemikiran masing-masing pihak tidak selalu sama. Ada kalanya berbeda. Namun, saat visi misi sudah sama, tidak akan jadi masalah. 

Masing-masing pihak sudah dapat menyesuaikan ekspektasi untuk menghindari munculnya konflik.

2. Tentukan Kepemilikan Saham

Bisnis dengan teman

Meski Diana menanamkan lebih banyak uang, Rita beranggapan bahwa posisi mereka berdua setara. Keahliannya harus dipertimbangkan juga sebagai modal awal.

Hal-hal seperti ini harus didiskusikan dan dijelaskan sebelum memulai usaha.

Siapa pemegang saham mayoritas? Siapa pemegang minoritas? Apakah keahlian dihitung sebagai modal? Siapa yang berhak mengambil keputusan?

Perlu diingat bahwa bisnis dimulai dengan keterkaitan dua belah pihak. Untuk mulai berjalan, bisnis tidak hanya butuh modal usaha, tapi juga keahlian!

3. Tentukan Hak dan Kewajiban Masing-Masing

Membuat Hak dan kewajiban bisnis

Meski usaha yang dibangun masih dalam skala kecil, Anda tetap harus membuat struktur serta pembagian kerja. Hal ini memperjelas hak dan kewajiban masing-masing pihak. 

Mengelola bisnis sendiri butuh waktu dan kerja dua kali lipat. Jadi, jangan pernah membandingkan tugas dan tanggung satu sama lain agar tidak timbul rasa iri. 

4. Buatlah Perjanjian Tertulis

Rekanan bisnis bersama teman biasanya dibangun hanya dengan perjanjian secara verbal. Semuanya hanya mengandalkan kepercayaan semata.

Ternyata, inilah sumber masalahnya.

Perjanjian bisnis

Karena tidak ada perjanjian hitam diatas putih maka perselisihan sangat mungkin terjadi. Apa yang telah diucapkan sangat mungkin terlupakan. Begitu pula dengan janji. 

Ketika pertengkaran dan perpecahan dalam bisnis terjadi, maka akan sulit bagi Anda untuk menuntut atau meminta ganti rugi, begitu pula sebaliknya.

Untuk itu, walau bisnis hanya dibangun bersama teman sendiri, tetap harus ada surat persetujuan tertulis yang berisi peran dan tanggung jawab, kompensasi, manajemen waktu, bahkan pembagian keuntungan.

Jika Anda telah mempertimbangkan hal-hal tersebut dan tetap yakin bisa mendapatkan hasil positif, maka jangan tunda lagi. Mulai bisnisnya sekarang juga!

Ada hal lain yang menurut Anda penting untuk dipertimbangkan?

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama