Anda Seorang Pensiunan? Perhatikan Petuah Warren Buffet Ini

Di Indonesia, pensiunan semakin bertambah. Permasalahannya, apakah pensiunan tersebut bisa tetap menikmati masa pensiunnya? Apa investasi yang tepat bagi para pensiunan?

  1. Tanamkan uang di pasar modal
  2. Cari reksadana yang biayanya murah

  3. Jaga emosi saat berinvestasi

  4. Sisihkan dana untuk amal dan warisan

Sudah pernah dengar nama “Warren Buffet”? Orang terkaya di Amerika ini terlahir dengan nama Warren Edward Buffet di Omaha, Nebraska, pada tanggal 30 Agustus 1930. Ia adalah seorang investor, pengusaha, dan filantropis yang bermukim di Amerika Serikat.

Ia diberi julukan Oracle of Omaha karena keahlian dan kecerdikannya dalam berinvestasi. Menurut Wikipedia Indonesia, Warren Buffett telah mengumpulkan kekayaan yang sangat besar melalui perusahaan miliknya yang bernama Berkshire Hathaway. Di perusahaan itu, ia memegang sekitar 38 persen saham. Menurut Forbes, kekayaannya meningkat dari 10 miliar Dollar AS menjadi 62 miliar Dollar AS.

Investor kelas kakap dari Amerika ini memiliki analisis yang kuat dan insting yang tajam terkait investasi dan pengelolaan uang, meski keputusannya tersebut mengundang kontroversial. Terkait Anda yang sudah masuk usia pensiun, atau akan memasuki masa pensiunan, ia menyarankan beberapa strategi dalam mengelola dana pensiun agar hasilnya bisa maksimal.

Nah, seperti yang Anda ketahui, di luar sana ada banyak tawaran konsultasi untuk mengelola dana pensiun. Sama banyaknya dengan tawaran untuk memulai investasi bagi Anda yang pensiunan. Agar wawasan Anda terbuka dalam hal pengelolaan dana pensiun, dan memiliki imbal hasil yang pas untuk bisa dinikmati di masa tua, berikut adalah saran Warren Buffet untuk Anda sebagai pensiunan.

Warren Buffett

Tanamkan uang di pasar modal

Pada umumnya, pensiunan orang Indonesia masih bersikap moderat, misalnya berinvestasi di properti dengan cara membuat kos-kosan, kontrakan, atau membuka warung/toko. Memang betul, dan tidak salah jika bertindak seperti itu. Buffet sendiri kurang menyukai investasi dalam bentuk deposito, valuta asing, atau membeli komoditas semacam emas. Bagi dirinya, cara tersebut kurang progresif karena pertumbuhan asetnya kurang besar.

Ia merekomendasikan para pensiunan untuk menanamkan uangnya dalam aset produktif, misalnya properti dan saham, yang menawarkan tingkat profit (return) yang besar. Tapi dengan catatan, Anda harus terlebih dahulu menguasai dasar analisis berinvestasi, serta mampu mengambil keputusan yang tepat. Jadi kalau dikaitkan dengan watak orang Indonesia dalam berinvestasi, sepertinya sudah tepat jika para pensiunan orang Indonesia berinvestasi ke bidang properti, tapi telitilah mana yang menghasilkan profit paling baik.

Cari reksadana yang biayanya murah

Apakah di antara Anda pernah membeli saham? Pasti tiap menit Anda harus memelototi pergerakan saham di layar monitor, kan? Warren Buffet menyarankan untuk mencoba menanamkan uang di lembaga reksadana (mutual fund). Tentu Anda harus melihat portofolio lembaga tersebut; apakah terpercaya atau tidak? Apakah memiliki rekam jejak yang bagus dan mengesankan? Dengan cara ini, Anda bisa memetik keuntungan dari bursa saham karena sudah dikelola manajer investasi yang andal dan terpercaya. Risikonya pun cenderung lebih kecil ketimbang bermain langsung di bursa efek. Hal pratisnya, coba cari reksadana yang menawarkan biaya murah.

Jaga emosi saat berinvestasi

Coba simak pepatah Buffet yang terkenal ini, “Be fearful when others are greedy, and greedy when others are fearful.” Artinya, berhati-hatilah saat orang lain serakah atau sedang bermain progresif, dan sebaliknya, Anda harus progresif saat orang lain berhati-hati. Dalam konteks berinvestasi, Buffet menyarankan Anda mengambil langkah yang cenderung melawan tren pasar. Agar tak terlalu merugi, cara ini sebaiknya diterapkan ketika Anda menanamkan uang dengan jumlah tak terlalu besar.

Sisihkan dana untuk amal dan warisan

Salah satu ciri khas Warren Buffet sebagai seorang investor adalah wataknya yang dermawan. Itu adalah bahasa lain dari filantropis. Sisihkan dana pensiun Anda untuk kegiatan sosial keluarga dan anak cucu. Memang, cara ini tidak akan membuat uang Anda berkembang. Ini cuma salah satu cara agar Anda bisa menikmati keuntungan moral dan sosial di hari tua. Masa depan keluarga adalah segala-galanya, bukan?

Jika Anda berniat menginvestasikan dana pensiun Anda ke beberapa instrumen investasi, pastikan cermati terlebih dahulu lembaga manajer investasi tersebut. Lihat portofolio dan rekam jejak yang mereka kerjakan. Dengan begitu, Anda sebagai pensiunan bisa dengan tenang menikmati keuntungan di hari tua.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama