7 Fakta Menarik Starbucks yang Jarang Diketahui

Dibalik namanya yang sudah mendunia, Starbucks ternyata mempunyai banyak fakta belum tentu Anda ketahui dan menarik untuk diulas. Apa saja? Ini dia.

Siapa yang tidak mengenal Starbucks? Ya, hampir semua orang sudah pernah mendengar namanya bukan. Bagi yang belum mengenalnya, Starbucks merupakan perusahaan kedai kopi terbesar di dunia dengan jaringan global yang berkantor pusat di Seattle, Amerika Serikat. Sebagai kedai kopi terbesar, perusahaan ini tercatat sudah memiliki 20.336 kedai di 61 negara, termasuk Indonesia.

Menurut Wikipedia, Starbucks sekarang tercatat memiliki nilai aset sekitar USD 51,6 miliar atau sekitar Rp 619,2 triliun! Pada pencatatan terakhir, Starbucks memiliki total 151.000 karyawan penuh waktu yang bekerja di 20.519 toko di 65 negara dan wilayah. Toko-toko ini, sebagian besar berada di negeri asalnya, Amerika Serikat, serta beberapa negara besar seperti Cina dan. Bahkan, ada satu titik ketika Starbucks mampu membuka rata-rata dua toko baru setiap hari.

Fakta-Fakta Tentang Starbucks

Meski sekarang sudah tercatat sebagai salah satu perusahaan kopi terbesar di dunia. Starbucks tetap memiliki sejumlah fakta mengejutkan yang belum tentu diketahui semua orang. Baik itu mengenai sejarah pendiriannya, hingga momen-momen lainnya. Apa saja fakta-fakta tersebut? Ini dia ulasannya.

1. Starbucks Didirikan Oleh 2 Guru dan 1 Penulis

Hampir sama seperti perusahaan-perusahaan besar lainnya, Starbucks juga didirikan dari nol. Dari sejarahnya, pada tahun 1971, tiga mahasiswa dari University of San Francisco, yaitu Jerry Baldwin, Zev Siegl (keduanya guru), dan Gordon Bowker (penulis) belajar memanggang kopi dengan seorang pengusaha kopi, Alfred Peet.

Setelah selesai belajar, Baldwin, Siegl, dan Bowker langsung memutuskan untuk memasuki bisnis kopi. Selama tahun pertama operasi bisnis mereka, mereka masih membeli biji kopi dari toko Peet, hingga pada 1984, ketiganya benar-benar membeli toko kopi Peet. Hasilnya, berdirilah Starbucks yang sudah ada sampai sekarang.

2. Hampir Dinamai “Cargo House” atau “Pequod”

Dari kisahnya, ketiga sahabat ini sebenarnya ingin menamai kedai kopi mereka dengan sebutan “Cargo house. Nama yang aneh untuk diberikan kepada kedai kopi. Hingga kemudian, datanglah Terry Heckler, salah seorang teman Gordon Bowker yang bekerja di sebuah biro iklan. Ia lalu memberi saran untuk memberi nama yang dimulai dengan "st". Atas saran tersebut, ketiganya bekerja keras untuk mencara nama yang tepat, hingga salah satu dari mereka melihat peta dan menemukan nama yang selanjutnya berubah menjadi Starbucks.

3. Logo Pertama Starbucks Berbeda Dengan Saat ini

Ternyata, logo Starbucks yang ada saat ini merupakan logo baru. Untuk Informasi, Starbucks sendiri sekarang dianggap memiliki logo yang paling banyak dikenal masyarakat, dengan tampilan wanita di tengah. Pertanyaannya, siapa wanita yang ada di dalamnya? Ketiganya menyebutkan itu sebenarnya adalah gambar putri duyung. Pembuatannya sendiri terinspirasi oleh kapal penangkap ikan paus fiksi, jadi putri duyung itu tidak terlalu jauh dari tema bahari yang diinginkan

Saat pertama kali muncul, gambar Putri Duyung ini ternyata bisa dibilang porno, karena menunjukkan payudara wanita. Namun, dengan pemikiran tambahan, mereka memutuskan untuk menggantinya dengan gambar yang lebih sopan seperti sekarang, namun tetap mempertahankan si Putri Duyung.

4. Starbucks Awalnya Tidak Menjual Kopi Seduh

Toko pertama Starbucks, terletak di 2000 Western Avenue di Seattle, Washington dibuka pada tanggal 30 Maret 1971. Anehnya, toko itu ternyata tidak menjual kopi seduh seperti yang menjadi produk andalannya sekarang. Sebagai pendiri, awalnya ketiga pendiri Starbucks hanya ingin menjual biji kopi panggang utuh dan alat pembuat kopi.

Kemudian, datanglah Howard Schultz (CEO Starbucks sekarang) yang dipekerjakan sebagai Direktur Operasi Ritel setelah sepuluh tahun Starbucks beroperasi. Dia lah yang memberi ide kalau Starbucks harus menjual kopi seduh, bukan hanya biji kopi dan mesin. Rupanya ide tersebut ditentang mereka, sampai akhirnya Schultz memutuskan membuka kedai kopi sendiri bernama Giornale pada tahun 1986. Schultz jugalah yang membeli Starbucks, dan mengembangkannya hingga besar seperti sekarang.

5. Kopi Trenta Berkapasitas Lebih Besar Dari Kapasitas Perut Manusia

Sebelumnya, Starbucks menjual minuman dalam ukuran sebagai berikut: Short (8 ons), Tall (12 ons), Grande (16 ons), dan Venti (20 ons). Banyak pelanggan Starbucks yang mengatakkan Venti terlalu besar untuk dihabiskan. Alih-alih untuk mengurangi kapasitasnya, Starbucks justru malah membuat ukuran baru, Trenta (yang berarti "tiga puluh" dalam bahasa Italia) yang sebesar 30,9 ons. Menurut ilmu pengetahuan, seharusnya tidak ada yang bisa menelan Trenta, karena orang dewasa rata-rata hanya dapat menampung 30,4 ons cairan.

Meskipun mustahil dihabiskan sendiri, Anda bisa meminumnya bareng-bareng dengan kerabat atau teman kan?

6. Kopi Venti Punya Kafein Melebihi Dosis Normal

Penelitian mengatakan, bahwa untuk orang dewasa, rata-rata dosis kafein yang bisa diterima tubuh adalah 400 mg per hari. Namun, Starbucks justru menyediakan hingga 415 mg pada kopi Venti. Percaya atau tidak, jumlah itu juga 5 kali lebih besar dari minuman energi buatan Red Bull yang hanya mengandung 80 mg kafein.

Pertanyaannya, Apakah aman meminum Venti? Sebenarnya tidak, namun ujung-ujungnya terserah Anda untuk mau tetap meminum atau tidak. Beberapa studi telah menunjukkan bahwa terlalu banyak kafein, akan meningkatkan resiko penyakit jantung, hipertensi, dan kanker pankreas. Karena itu, solusinya sama seperti Trenta, minum saja kopi itu bersama-sama.

7. Starbucks Hasilkan Lebih Banyak Uang di Cina

Meski berasal dari Amerika Serikat, Starbucks justru menghasilkan lebih banyak uang di Cina. Dengan mengandalkan 1,909 cabang Starbucks di sana, perusahaan mampu membuat lebih banyak uang dari yang ada di negara manapun di dunia. Bagusnya perekonomian Cina, dan terus naiknya jumlah masyarakat menengah ke atas juga ikut mendukung hal tersebut.

Pengamat bisnis di Cina menyebutkan, ada satu hal yang mampu dimanfaatkan Starbucks, yaitu biaya operasional sehari-hari Starbucks di sana jelas lebih rendah daripada di Amerika. Maklum saja, gaji tenaga kerja di sana memang cukup murah. Apapun itu, yang jelas, dari usaha kedai kopinya, Starbucks mampu menghasilkan banyak uang dan bisa mengembangkan bisnisnya hingga besar seperti sekarang.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama