Yuk, Ketahui Perbedaan Smartphone Replika, Black Market, dan Rekondisi

Seiring pesatnya perkembangan teknologi smartphone, membuat konsumen harus jeli dalam memilih produk. Apalagi kini banyak ditemukan smartphone replika, black market, dan rekondisi.

Perkembangan smartphone yang begitu pesat membuat para produsen bersaing ketat. Mereka memunculkan teknologi dan fitur terkini setiap mengeluarkan produk-produk terbarunya. Namun dibalik itu semua, harga merupakan salah satu pertimbangan bagi para konsumen.

Tak jarang, segelintir konsumen ingin mendapatkan smartphone harga minim dengan fitur dan teknologi terbaru. Melihat permintaan tersebut, banyak penjual yang ingin menawarkan smartphone sesuai keinginan pelanggan, yaitu harga minim dengan fitur dan teknologi terbaru.

Biasanya, smartphone yang ditawarkan tersebut merupakan replika, black market, atau rekondisi. Jika dilihat sekilas, smartphone tersebut hampir tidak terlihat perbedaan dengan yang aslinya.

Untuk itu, Anda harus berhati-hati jika mendapatkan smartphone dengan harga jauh dibawah harga pasaran. Jangan sampai menyesal karena tidak mengetahui kondisi sebenarnya smartphone yang Anda pilih.

Tentu kami sangat menyarankan Anda untuk membeli smartphone asli dan bergaransi resmi. Agar tidak tertipu, berikut kami paparkan perbedaan smartphone replika, black market, atau rekondisi.

Smartphone Replika

Barang replika merupakan barang tiruan atau biasa disebut dengan super copy. Dari tampilan luar, sekilas barang replika ini memang sangat mirip, bahkan tingkat kemiripan bisa mencapai 90% dari yang asli.

Contoh kasus smartphone replika yang banyak beredar di pasaran adalah dari produk Samsung. Mungkin karena produk Samsung terbilang laris di pasaran.

Celah ini rupanya dimanfaatkan oleh beberapa produsen asal Cina untuk membuat produk Samsung replika dengan harga lebih murah tentunya.

Lalu, bagaimana membedakan barang asli dan replika? Gampang saja. Misalnya ingin membeli produk Samsung dalam kondisi baru, maka sebaiknya Anda cari tahu terlebih dahulu berapa harga pasaran dari produk tersebut.

Jika harganya terpaut jauh dari harga pasaran bahkan hampir separuhnya, maka Anda patut curiga. Selain itu, cek pula semua kelengkapan mulai dari dus, nomer imei, serta garansi.

Sedangkan untuk kasus iPhone replika, akan sangat mudah membedakannya.

Meski dari segi tampilan fisik 99% mirip dengan aslinya, tapi untuk urusan software tetap tidak bisa dibohongi. Karena iOS hanya untuk perangkat produk dari Apple, dan tidak dibuat untuk smartphone selain dari Apple.

Bagaimana cara mengecek keasliannya? Mudah saja. iPhone rata-rata dibanderol dengan harga tinggi. Jika beli baru dan harganya sangat murah, Anda wajib curiga.

Lalu, jika membelinya dalam kondisi bekas, Anda tinggal membuka aplikasi store-nya. Apabila hasilnya bukan AppStore, sudah dipastikan itu adalah iPhone Replika.

Smartphone Black Market

Barang black market (BM) biasanya disebut untuk barang-barang yang masuk ke suatu negara tanpa melalui bea cukai. Lalu, bagaimana kualitas smartphone black market? Ada dua kemungkinan untuk kasus ini.

Bisa jadi, memang smartphone asli yang dibeli oleh personal atau distributor dalam jumlah tertentu dari luar negeri. Namun, masuk ke suatu negara lain secara ilegal. Barangnya tetap original dan kualitas bagus, karena memang sebenarnya adalah barang asli dari pabrikan.

Kemungkinan kedua adalah bisa saja Anda mendapatkan barang asli tapi rekondisi. Smartphone dikemas seperti barang baru, dan masuk ke suatu negara secara ilegal. Tentunya smartphone black market tidak mendapat garansi resmi, tetapi garansi distributor.

Smartphone Rekondisi

Rekondisi adalah produk "daur ulang" dari smartphone yang telah rusak. Produk tersebut diperbaiki kembali sampai terlihat dan berfungsi seperti baru lagi.

Prosesnya pun dilakukan oleh pihak ketiga, ada yang secara legal ataupun ilegal. Biasanya barang ini tidak ada garansi resmi, tapi diberikan garansi toko.

Celakanya, smartphone rekondisi juga dibuatkan kardus serta buku manual sehingga tampak seperti barang baru.

Bagaimana cara mengetahui barang rekondisi? Biasanya meskipun dikemas seperti barang baru, tapi tetap ada selisih harga tak wajar antara smartphone rekondisi dan smartphone asli. Selanjutnya, nomor imei pada dus tidak sesuai dengan yang ada smartphone.

Bagaimana Ciri-Ciri Smartphone Asli?

Setelah membahas mengenai perbedaan smartphone replika, black market, atau rekondisi, lantas bagaimana dengan smartphone asli? Berikut adalah ciri-cirinya.

  • Didistribusikan oleh distributor resmi dan dijual di toko-toko baik besar, sedang, atau konter.
  • Terdapat stiker Postel pada dus.
  • Ada pilihan bahasa Indonesia.
  • Klaim garansi bisa di service center resmi.
  • Harga sesuai pasaran.

Semoga artikel ini bisa menjadi referensi bagi Anda dalam memilih smartphone. Kami lebih menyarankan untuk membeli barang asli, meskipun mahal. Sebab, harga sebanding dengan kualitas yang didapat.

Baca juga: 5 Cara Sederhana Menghemat Daya Smartphone

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama