Xiaomi Menggebrak Dengan Mi Mix & Mi Note 2

Xiaomi sempat menjadi merek smartphone android terfavorit di Indonesia, walau mungkin saat ini bukan nomor satu. Apa lagi gebrakan baru Xiaomi?

Xiaomi Note

Xiaomi sempat menjadi merek smartphone terfavorit di Indonesia, namun posisinya tergeser oleh Asus. Xiaomi dulu nomor satu dengan alasan kurang-lebih serupa dengan Asus saat ini: spec mumpuni namun dengan harga miring bila dibanding dengan merek-merek premium Korea & Jepang seperti Samsung, LG, ataupun Sony Xperia. Namun Xiaomi terus berinovasi dan momentum kesalahan Samsung bulan lalu dalam gagalnya produk Note 7 membuka peluang untuk Xiaomi.

Ada dua buah produk yang cukup menarik baru diumumkan oleh Xiaomi. Pertama adalah Xiaomi Mi Mix, sebuah smartphone 5,7 inci yang nyaris tanpa bezel. Selain itu juga ada Mi Note 2, yang layarnya melengkung di pinggir, mirip Galaxy Note 7 ataupun Galaxy Note 5 Edge.

Xiaomi Mi Mix

Mi Mix

Xiaomi Mi Mix menggebrak dengan konsep “bezel-less”. Diumumkan dalam acara peluncuran di Beijing minggu lalu, Mi Mix dicanangkan dijual lepas tanggal 4 November ini. Namun produksi Mi Mix dibatasi 10 ribu unit saja per bulan dan hanya akan dibuat di pabrik Xiaomi di RRC.

Jadi walau dijual secara internasional, Mi Mix hanya akan dijual secara terbatas. Diperkirakan di Indonesia Mi Mix akan dibanderol seharga Rp6,8 juta.

Dulu pernah ada Sharp Aquos Crystal dari Sharp, yang berkonsep ‘tanpa bezel’ mirip Mi Mix ini. Aquos Crystal tidak terlalu laku. Layarnya lebih kecil, lima inchi. Dan ‘dagu’-nya Aquos Crystal juga lebih besar. 

Mi Mix ini kalaupun mau dibilang pengembangan dari Sharp Aquos Crystal, dia adalah pengembangan yang jauh lebih maju.

Xiaomi Mi Note 2

Mi Note 2, Dengan Layar Edge

Jangan salah, Mi Note 2 ini berbeda dari seri Redmi Note. Mi Note dari Xiaomi adalah lini premium dari Xiaomi untuk smartphone layar besar. 

Dan untuk Mi Note 2 ini, dia dihadirkan dengan “Edge”, yaitu layar melengkung seperti seri Galaxy S7 Edge ataupun Galaxy Note 7 dari Samsung.

Baru-baru ini Mi Note 2 diluncurkan di Beijing, dan seperti beberapa launching produk Xiaomi sebelumnya, langsung sold-out, laku terjual habis.

Kehadiran layar lengkung ini menarik, terutama dengan ditariknya Galaxy Note 7 dari peredaran akibat kasus kebakaran. Bisa dibilang Mi Note 2 ini mengambil momentum dari ‘salah langkah’ Samsung dalam kasus Note 7.

Pabrikan Xiaomi

Xiaomi penuhi TKDN

Satu hal yang masih bermasalah bagi Xiaomi di Indonesia adalah masalah persyaratan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). 

Dalam press event di Beijing, CMO Xiaomi Hugo Barra menjelaskan bahwa Xiomi masih terus bekerjasama dengan Kemenperin, dan diharapkan menjelang akhir 2016 atau awal 2017, Xiaomi dapat hadir full-spec di Indonesia lengkap dengan persetujuan pemerintah RI.

Memang benar beberapa unit Xiaomi anyar dapat dibeli di beberapa online store di Indonesia, tapi harus diperhatikan bahwa unit-unit ini diimpor langsung dari RRC. Kadang dengan format software yang dirancang untuk RRC, tanpa antarmuka versi internasional. 

Sehingga bisa terdapat beberapa keanehan seperti tidak adanya Google Play Store. Bahasa yang tersedia pun hanya Bahasa Inggris dan Bahasa Tionghoa, tanpa ada pilihan Bahasa Indonesia.

Beberapa model Xiaomi memang tersedia di Indonesia, namun untuk memenuhi TKDN per saat ini, spesifikasinya kurang. Seperti tidak mendukung jaringan 4G. Bila Anda membeli Xiaomi saat ini, pastikan Anda tau fitur dan model apa yang Anda beli. 

Karena walau software Xiaomi bisa dimodifikasi, Anda harus mempelajari banyak hal teknis untuk membuka performa terbaik Xiaomi. Bahkan untuk dapat menggunakan apps internasional non-RRC sekalipun.

Dengan segera dipenuhinya persyaratan TKDN, Xiaomi berharap dapat merebut kembali posisi smartphone Android idaman dari Asus di Indonesia. 

Karena dengan memenuhi persyaratan TKDN, Xiaomi dapat mendukung jaringan 4G secara resmi di Indonesia tanpa user perlu melakukan flashing sebuah ROM internasional.

#InfoGadget

Baca juga:
Belanja Online Pakai Kartu Kredit Cukup dengan Selfie
Smartwatch Terbaru 2016 Sudah Kian Praktis

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama