Gadget, Antara Kebutuhan dan Gaya Hidup

Saat ini hidup kita tidak lepas dari peran gadget. Ponsel yang Anda gunakan saat ini bahkan bukan hanya merupakan alat penunjang telekomunikasi saja, tapi juga sudah merupakan cerminan gaya hidup Anda.

  • penjualan smartphone
  • membeli gadget sebagai kebutuhan
  • membeli gadget sebagai gaya hidup

Saat ini, Indonesia telah menjadi pasar gadget terbesar khususnya di Asia Tenggara. Hal itu terbukti yang dari survei pasar terbaru memperlihatkan bahwa tingkat pembelian smartphone di Indonesia pada tahun 2013 adalah salah satu yang tertinggi di wilayah ini. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Gfk Asia, pada kuartal pertama tahun 2013, masyarakat Indonesia telah membeli sebanyak 14,8 juta smartphone dengan nilai mencapai USD 3,33 miliar. Raihan itu jauh melebihi dua negara Asia Tenggara lain yaitu Thailand dan Malaysia yang masing-masing menjual 7,2 juta unit dan 6,4 juta unit smartphone.

Dengan penjualan yang sebanyak itu, timbul pertanyaan, bagaimana pemanfaatan gadget bagi masyarakat Indonesia ? Apakah mereka hanya menjadikan gadget sebagai kebutuhan hidup untuk bekerja, hanya sekedar gaya hidup saja, atau hanya ikut-ikutan saja tanpa punya tujuan jelas ?

Gagdet Sesuai Kebutuhan

Membeli Gadget Sebagai Kebutuhan

Maksud dari pernyataan ini adalah Anda menjadikan gadget sebagai kebutuhan dasar yang sudah disesuaikan dengan pekerjaan sehari hari. Di mana penggunaan gadget bagi Anda akan sangat dilihat sebagai penunjang profesi dan jenis pekerjaan.

Sebagai contoh, Anda seorang jurnalis yang sangat membutuhkan akses informasi secara cepat dan update, serta untuk mengirim berita secara cepat tanpa harus membuka laptop terlebih dahulu. Tentunya penggunaan gadget seperti tablet dan smartphone menjadi mutlak diperlukan karena dapat mendukung kinerja mereka. Contoh lainnya adalah, seorang programmer IT yang memerlukan gadget untuk menunjang kinerjanya.

Gadget Sebagai Gaya Hidup

Di samping digunakan untuk menunjang pekerjaan, banyak orang yang membeli gadget justru hanya difungsikan sebagai gaya hidup. Di beberapa kalangan, memiliki gadget seperti smartphone dan tablet dianggap dapat menunjang gaya hidup penggunanya, padahal mereka sendiri tidak tahu pemanfaatan fitur yang terdapat di gadget yang mereka gunakan.

Sebagai contoh, seorang pelajar yang membeli sebuah smartphone mahal, seperti iPhone 5S hanya untuk terlihat keren dan ingin mendapatkan perhatian lebih dari teman-temannya. Padahal ia sendiri tidak mengerti cara menggunakan perangkat tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa pelajar tersebut hanya menjadikan gadget sebagai gaya hidup saja, namun tidak menggunakannya sebagai penunjang pekerjaan.

Masalah inilah yang sering membuat uang yang kita keluarkan menjadi tidak sesuai peruntukannya. Karena jika menggunakan gadget hanya didasarkan pada gaya hidup saja, kemungkinan besar penggunaan gadget hanya akan lebih mengarah ke hal-hal yang tidak terlalu penting seperti untuk bermain game, membuka social media seperti Facebook dan Twitter-an, serta bisa disalah gunakan ke arah negatif seperti untuk mengakses situs-situs porno.

Tidak ada yang salah jika Anda ingin membeli gadget atau tidak, sebab pada dasarnya kebutuhan setiap orang memang berbeda. Sebab, apapun gadget yang ingin Anda beli, pastinya akan sangat mempermudah komunikasi dan membantu mengakses informasi secara cepat.

Jadi, jangan asal membeli, pilihlah gadget yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan Anda !

(source image)

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama