Apakah Saya Harus Menggunakan iPhone 6? Ini Jawabannya

iPhone 6 sudah mulai dijual di banyak negara dan mungkin segera menyambangi Indonesia. Perlukah Anda menabung untuk membelinya? Ini dia jawabannya.

Sedang berencana membeli smartphone baru? Merk apa sih yang sedang diincar? Samsung, Lenovo, Sony, Nokia, atau ada yang lain? Bagaimana kalau Apple? Mereka baru saja meluncurkan produk iPhone 6 terbaru loh!

Sebenarnya peluncurannya tidak juga bisa dibilang baru, sebab ponsel pintar ini sebenarnya sudah diluncurkan dalam dua tipe yaitu 6 dan 6 Plus sejak 9 September lalu. Namun, belum memasuki pasar Indonesia, meski diprediksi dalam waktu dekat akan segera menyambangi negara ini.

Di luar negeri, iPhone 6 sudah mulai dijual di lebih dari 30 negara. Hebatnya lagi, penjualan produk itu sudah menyentuh angka lebih dari 20 juta unit. Sangat sukses! Banyak yang menganggap, keberhasilan ini banyak disebabkan oleh melunaknya Apple untuk mau mengikuti tuntutan pasar, yaitu membuat layar yang lebih besar.

Spesifikasi iPhone 6

Ya, dibandingkan dengan pendahulunya, iPhone 6 lebih ramping, lebih ringan, dan jauh lebih besar, sesuai dengan tagline mereka “bigger than bigger”. Namun, apa cuma itu saja keistimewaan produk itu? Tidak juga. Sebab,sebagai pembesut, tentu Apple tidak mau setengah-setengah dalam mengembangkan produk andalannya tersebut.

  • Spesifikasi umum iPhone 6

Layar : 4,7 inci beresolusi 750x1334 piksel

Prosesor : Apple A8 dualcore 1.4 GHz

RAM : 1 GB

Memori : 16/64/128GB

Kamera : 8MP di belakang, 1.2MP di depan.

OS : iOS 8

Baterai : Li-Po 1810 mAh

  • Spesifikasi umum iPhone 6+

Layar : 5,5 inci 1080 x 1920 piksel

Prosesor : Apple A8 dualcore 1.4 GHZ

RAM : 2GB

Memori : 128GB

Kamera : 8MP di belakang, 1.2MP di depan.

OS : iOS 8

Baterai : Li-Po 2915 mAh

Harga iPhone 6

Sebenarnya, belum ada yang bisa memastikan berapa harga iPhone 6 dan 6 Plus ketika mulai dijual di Indonesia. Maklum saja, barangnya saja belum masuk ke Indonesia, bagaimana kita bisa tahu banderol pastinya.

Meskipun begitu, dari harga jualnya di luar negeri, khususnya di Singapura dan Hong Kong yang sudah disambangi produk ini. Kita bisa memberikan prediksi berapa kira-kira uang yang harus digelontorkan untuk membeli produk ini.

  • Singapura

iPhone 6
Versi 16GB: 988 dolar SG / Rp 9,21 juta
Versi 64GB: 1148 dolar SG / Rp 10,74 juta
Versi 128GB: 1288 dolar SG / Rp 12, 04 juta
iPhone 6 Plus
Versi 16GB: 1148 dolar SG / Rp 10,74 juta
Versi 64GB: 1288 dolar SG / Rp 12,04 juta
Versi 128GB: 1448 dolar SG / Rp 13,5 juta

  • Hong Kong

iPhone 6
Versi 16GB: 5588 HKD / Rp 8,5 juta
Versi 64GB: 6388 HKD / Rp 9,72 juta
Versi 128GB: 7188 HKD / Rp 10,94 juta

iPhone 6 Plus
Versi 16GB: 6388 HKD / Rp 9,72 juta
Versi 64GB: 7188 HKD / Rp 10,94 juta
Versi 128GB: 8088 HKD / Rp 12,3 juta

Dari perkiraan tersebut, hampir dipastikan kalau harga iPhone 6 dan 6 Plus akan melewati angka Rp 10 juta per unit. Tertarik?

Perlukah Saya Membeli iPhone 6?

Bila dilihat dari spesifikasi dan ulasan mengenai iPhone 6 yang sudah banyak beredar di media online maupun cetak. Rasanya hampir tidak ada orang yang tidak ingin memiliki ponsel ini. Namun, apakah Anda benar-benar membutuhkannya? Belum tentu. Berikut adalah tanda seseorang memerlukan iPhone 6:

1. Smartphona Lama Tidak Mendukung Kinerja Anda

Masih menggunakan smartphone atau produk iPhone lama seperti 3GS atau 4 yang masih menggunakan prosesor “keong” (lambat)? Mungkin sudah saatnya Anda mengucapkan selamat tinggal pada mereka dan menggantinya dengan iPhone 6 atau 6 Plus. Apple sudah menjamin kalau produk barunya ini akan lebih cepat dari tipe sebelumnya.

Di mana prosesor A8 yang diusung iPhone 6 sudah diisi dengan 2 miliar transistor (2x dari A7) dan 25% lebih ngebut dari pendahulunya itu. Gila bukan?

2. Bermasalah Dengan Layar Kecil

Tidak semua orang terbiasa menggunakan ponsel dengan layar sentuh ukuran kecil. Sebagai contoh, bagiamana kalau mereka adalah orang dengan jari berukuran besar atau mata yang tidak bisa melihat ukuran huruf kecil. Karena itu, menggunakan iPhone 6 bisa menjadi solusi bagi Anda yang membutuhkan smartphone dengan layar ukuran lebih besar.

3. Bosan Dengan Ponsel Android

Sudah jelas ponsel ini mengalami perubahan ukaran layar, apakah Anda para pengguna ponsel Android masih tidak mau berpindah hati? Ya, dari beberapa kasus, ternyata banyak pengguna produk itu beralasan kalau mereka tidak menggunakan iPhone karena ukuran layarnya yang kecil, meski secara perangkat lunak dia bisa dikatakan mengungguli kompetitornya itu.

Untuk informasi, Apple iOS terkenal untuk tampilan antarmuka minimalis dan rapi, dengan aplikasi yang sudah dipoles lagi dari Apple iStore. Di sisi lain, pengguna Android harus melakukan pengaturan sendiri dengan perangkat mereka untuk menemukan tampilan yang sempurna dan itu terkadang menyulitkan. Nah, sekarang kan iPhone sudah punya layar besar? Tertarik menggunakannya?

Selain ketiga alasan di atas, tidak lengkap rasanya kalau kita tidak melengkapi artikel ini dengan alasan mengapa Anda tidak harus membeli iPhone 6. Ini dia ulasannya :

1. Menggunakan Tipe iPhone 5 Ke Atas

Bila Anda menggunakan produk iPhone 5, 5S, atau 5C, rasanya belum terlalu membutuhkan iPhone 6. Kenapa? Karena generasinya masih belum terlalu jauh dan dikatakan masih kompatibel dengan sistem operasi iOS 8.

Meski layar yang diusungnya tidak sebesar iPhone 6, namun secara performa, seluruh smartphone itu masih bisa cukup diandalkan untuk mendukung kinerja. Di samping itu, penyimpanan dan teknologi yang dimilikinya masih mumpuni untuk disandingkan dengan produk sejenis lain yang muncul di masa sekarang.

2. Tidak Punya Uang

Ini dia alasan utama mengapa Anda tidak membutuhkan iPhone 6. Buat apa membuang-buang uang hasil jerih payah demi sebuah barang yang sebenarnya tidak mampu dimiliki. Tidak relevan bukan?

Sesuaikan segala sesuatu atas dasar kebutuhan. Apalagi di pasar smartphone saat ini, sudah banyak produk dari produsen lain yang menawarkan kemampuan tidak kalah dari iPhone 6 dan dijual dengan harga miring.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama