Waduh, Biaya Pendidikan di Indonesia Naik 15% Tiap Tahun!

Pendidikan itu penting. Tidak jarang itu menjadi tolak ukur kesuksesan seseorang yang dilihat dari tingkatan sekolah kita, apakah itu Diploma, Sarjana, Magister, ataupun Doktor. Lantas, bagaimana dengan biaya yang selalu naik?

  1. sekolah favorit menjamin pendidikan?
  2. perbandingan biaya pendidikan dengan negara tetangga
  3. sebagian kampus memberlakukan pembebasan uang pangkal

Biaya Pendidikan di Indonesia

Tahun ajaran baru 2014 telah tiba. Murid ataupun siswa tentu saja kegirangan karena akan naik kelas, atau berada satu tingkat diatasnya, yaitu mahasiswa. Tapi terkadang ini menjadi dilema bagi sebagian orangtua. Bagaimana tidak, menurut sumber dari Kompas, biaya pendidikan di Indonesia rata-rata naik sebesar 15% per tahun. Wow, angka yang fantasis tentunya.

Bayangkan saja untuk tingkatan Taman Kanak-Kanak Anda harus merogoh kocek hingga belasan juta, apalagi jika sekolah anak umur 5 tahun itu merupakan bertaraf internasional, tentu biayanya akan sangat berbanding jauh. Harganya sudah pasti akan berbeda dengan Sekolah Dasar, Menengah Pertama, Atas, hingga Universitas.

Sekolah favorit menjamin pendidikan?

Orangtua mana sih yang tidak bangga melihat anaknya menuntut ilmu di sekolah favorit. Tidak sedikit dari mereka yang berutang, agar kebutuhan anak buah hati mereka untuk belajar terpenuhi. Stigma masyarakat adalah sekolah favorit dapat menjamin kualitas pendidikan anaknya. Dari data yang diperoleh dari Mommiesdaily, ada sumber yang menyebutkan bahwa biaya termahal untuk siswa sekolah dasar adalah SD Swasta Global Jaya Bintaro dengan uang pangkal yang mencapai Rp. 75.000.000! 

Ironisnya, Kkbanyakan dari para ayah dan ibu tidak mengetahui keuntungan dari asuransi pendidikan yang dapat menyelamatkan aset keluarga dan masa depan sang anak. Karena seyogyanya asuransi itu sama dengan investasi, dan menabung.

Menurut riset QM Financial memaparkan, dari 40 sekolah di Jabodetabek, kenaikan uang pangkal SD pada 2009 hingga 2013 antara lima persen sampai 50 persen per tahun. Wow, sungguh angka yang mengagetkan, bukan? Hal ini berbeda sekali dengan era 90an, ketika itu biaya masuk Sekolah Dasar hanyalah puluhan ribu rupiah.Zaman tentu berubah, teknologi semakin maju, dan segala kebutuhan hidup turut naik.

Biaya pendidikan memang tidak murah, menurut data yang dilansir dari Biaya Pendidikan, biaya untuk masuk perguruan tinggi program Sarjana di Indonesia dapat mencapai Rp. 35.000.000! Sedangkan, rata-rata income orangtua di Indonesia selama satu tahun hanyalah Rp 36.000.000. Bisa Anda bayangkan penghasilan saat kita bekerja nanti, ternyata tidak sebanding dengan biaya pendidikan yang telah kita keluarkan. Suka atau tidak, itulah Negara kita. Kebanyakan dari masyarakat kita untuk dapat menyekolahkan anak-cucu kita setidaknya harus ngutang ke bank, gadai BPKB, dll.

Perbandingan biaya pendidikan dengan negara tetangga

Tapi, Anda jangan kaget karena ternyata bukan hanya Indonesia yang mempunyai masalah harga selangit untuk biaya pendidikan. Karena di beberapa Negara tetangga, seperti Malaysia mampu menghabiskan dana RM25.000 atau sekitar Rp. 90 juta. Kemudian ada Singapura dengan uang pangkal yang mencapai SINS 15.000 atau sekitar Rp. 140 juta. Namun, ada bedanya. Ya, penghasilan tiap-tiap negara yang membedakan. Tapi, 2 Negara terdekat Indonesia tersebut sudah jauh lebih mapan dan mendapatkan gaji yang layak.

Lalu, bagaimana dengan biaya pendidikan di sejumlah kampus favorit di Indonesia? Sistemnya sendiri terbagi menjadi beberapa kelas, program, pilihan. Ada juga yang dinamakan dengan subsidi silang. Jadi, orang yang mampu akan membayar lebih, agar membantu para orangtua yang tidak mampu. Ada beberapa Universitas Negeri; contohnya Universitas Indonesia yang membebaskan uang pangkal bagi mahasiswanya, ini dilakukan tak lain agar tidak membebankan kepada masyarakat yang berniat untuk menuntut ilmu.

Sebagian Kampus memberlakukan pembebasan uang pangkal

Ada beberapa program yang menggratiskan uang pangkal tersebut, diantaranya adalah S1 Reguler, SIMAK, SBMPTN, SNMPTN. Universitas Indonesia (UI) membebaskan uang pangkal bagi mahasiswa baru program pendidikan S1 Reguler tahun akademik 2014/2015. Pembebasan uang pangkal bagi mahasiswa program pendidikan S1 Reguler dimungkinkan karena kebijakan UI untuk mengalokasikan beban biaya uang pangkal dari dana BOPTN (Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri) yang diperoleh dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

 Pada tahun akademik 2014/2015, seluruh mahasiswa baru program pendidikan S1 Reguler hanya akan dikenai Biaya Operasional Pendidikan Berkeadilan (BOP B) yang dibayar per semester minimal Rp 100.000 dengan maksimal Rp 5.000.000 untuk program studi kelompok IPS, atau minimal Rp 100.000 dengan maksimal Rp 7.500.000 untuk program studi kelompok IPA. Jumlah BOP B disesuaikan dengan kemampuan orang tua/wali mahasiswa sebagai penanggung biaya.

Tak hanya UI, Institut Teknologi Bandung (ITB) turut menghapuskan uang pangkal bagi mereka yang ingin melanjutkan studi di kampus yang terletak di Ganesha, Bandung tersebut. Institut Teknologi Bandung memberlakukan ketentuan baru tentang biaya kuliah mahasiswa baru tahun 2013. Rektor ITB Akhmaloka mengatakan, uang pangkal Rp 55 juta akan dihapus. Sedangkan biaya kuliah per semester yang tahun ini Rp 5 juta, ditetapkan Rp 0 hingga paling mahal Rp 10 juta atau Rp 20 juta per tahun.

ITB sendiri mengalokasikan 20% kursinya bagi mahasiswa tidak mampu yang ditopang dana Bidik Misi. Selain gratis uang kuliah, ITB memberikan tambahan biaya hidup sebesar Rp 1 juta per bulan. Tak hanya itu, Ikatan Alumni turut membantu kalangan mahasiswa menengah ke bawah dengan beasiswa. Bantuan itu berasal dari penjaringan dana ke perusahaan dan donatur pribadi. Untuk tahun 2012, jumlah beasiswanya mencapai Rp 3 miliar.

Jadi, bagi para orangtua jangan terlalu khawatir tentang dana untuk menyekolahkan anak, karena seperti pepatah bilang, "Ada banyak jalan menuju Roma." Ya, kesempatan akan selalu datang, asalkan kita mau berusaha demi mendapatkan pendidikan dan penghidupan yang lebih layak.Pemerintah menyediakan beasiswa, tak ketinggalan berbagai perusahaan swasta pun ikut menawarkan. Rektorat memberi Anda pilihan antara S1 Reguler, SIMAK, SBMPTN, SNMPTN. Bagaimana, apa yang akan Anda pilih untuk anak?

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama