Tarif Listrik Akan Naik? Yuk Berhemat!

Mulai 1 Mei 2015 ini Tarif Dasar Listrik diberitakan mengalami kenaikan. Siapkah Anda menghadapi hal tersebut? Yuk cari tahu cara agar tetap hemat!

Belum lama ini harga bahan bakar minyak (BBM) baru saja mengalami kenaikan. Kenaikan itu juga diikuti dengan naiknya tarif angkutan umum yang ada. Rata-rata kenaikan tarif angkutan tersebut mulai dari Rp 500 hingga Rp 1.000. Banyak penumpang yang menjadi kesal karena adanya kenaikan tersebut. Namun, kenaikan ini dinilai perlu dilakukan mengingat harga bensin premium yang menjadi bahan bakar utama angkutan perkotaan telah mengalami kenaikan.

Nah, selain kenaikan harga BBM dan ongkos angkutan umum, masih ada lagi lho yang akan naik dalam waktu dekat ini. Apa tuh? Baru-baru ini Tarif Dasar Listrik (TDL) juga sedang ramai diberitakan akan mengalami kenaikan. Kenaikan tarif tersebut diperkirakan akan terjadipada tanggal 1 Mei 2015 nanti. Info mengenai kenaikan tarif listrik ini berdasarkan dengan peraturan menteri ESDM No. 9 Tahun 2015 mengenai Tarif Tenaga Listrik yang disediakan oleh PT. Perusahaan Listrik Negara. Sudirman Said, selaku menteri ESDM saat ini, menyatakan bahwa tarif listrik akan disesuaikan setiap bulannya dengan mengacu pada kurs rupiah terhadap dolar Amerika, Harga minyak mentah Indonesia, dan Inflasi.

Berita mengenai kenaikan tarif listrik ini tentunya sangat mengejutkan, apalagi di tengah kondisi naiknya harga BBM dan tarif angkutan yang terjadi. Selain itu, kondisi ini juga menjadi semakin berat bagi para masyarakat, mengingat kenaikan terjadi di bulan Mei yang berdekatan dengan jadwal untuk mendaftarkan anak sekolah dan juga bulan puasa yang akan segera tiba.

Untuk menyikapi hal tersebut, ada baiknya kita mulai berhemat mulai dari sekarang. Kira-kira cara apa yang bisa dilakukan untuk menghemat tarif listrik? Berikut ini ulasannya.

Ganti Lampu Biasa dengan LED

Jika di rumah Anda masih menggunakan lampu pijar biasa, ada baiknya jika mengganti lampu tersebut dengan lampu LED. Apa itu lampu LED? Lampu ini merupakan jenis lampu yang biasa digunakan pada layar monitor komputer ataupun telepon genggam Anda. Namun, saat ini LED sudah mulai populer digunakan sebagai alat penerangan yang ada di rumah menggantikan lampu pijar biasa.

Jenis lampu yang satu ini memang dinilai memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan jenis lampu lainnya. LED dapat memancarkan cahaya lebih terang meskipun watt yang digunakan tak sebesar watt pada lampu biasa. Selain itu, jangka waktu pemakaian LED juga terbilang lebih lama dibandingkan lampu lainnya. Bayangkan saja, lampu ini bisa bertahan hingga 50.000 jam pemakaian. Sayangnya, banyak pihak yang mengatakan bahwa harga lampu LED ini tergolong agak tinggi, yaitu seharga Rp 165 ribu untuk lampu berukuran 4watt.

Namun, jika dikaitkan dengan kenaikan tarif penggunaan listrik, LED bisa dijadikan sebagai salah satu solusi. Ini dikarenakan ketahanan pemakaiannya yang terbilang lama dan juga pancaran cahaya yang lebih terang meskipun dengan watt yang kecil.

Matikan Alat Elektronik Tak Terpakai

Hal yang satu ini memang lah hal yang sepele, namun sering kali terlupakan oleh kita. Sebagai contoh, Anda sedang menunggu pertandingan sepak bola dari tim yang Anda idolakan. Sedangkan pada saat itu jam di dinding telah menunjukkan pukul 22.00, dan mata Anda sudah terasa seperti digelayuti oleh beban yang lebih dari 5kg. Berat sekali rasanya. Kemudian, Anda tak sengaja tertidur dan lupa mematikan tv yang terus menyala hingga Anda terbangun di waktu subuh.

Nah, kurang lebih Anda sudah membuang listrik selama 7 jam secara sia-sia. Makanya, lebih baik jika Anda mengatur waktu otomatis untuk mematikan tv tersebut ataupun segera mematikan tv itu ketika telah merasa ngantuk. Begitu pula dengan pemakaian AC, setrika, dan alat elektronik lainnya.

Cabut Kabel Listrik Tak Terpakai

Meskipun Anda sudah mematikan beberapa alat elektronik seperti TV, AC, dan juga mesin cuci, pemakaian listrik di rumah Anda akan tetap besar jika Anda lupa mencabut kabel listrik dari alat elektronik tersebut pada saklar. Hal ini paling sering ditemukan pada penggunaan charger telepon genggam.

Meskipun baterai telepon Anda telah mencapai 100% sejak satu jam yang lalu dan telepon yang dimiliki pun sudah Anda bawa pergi, listrik pada charger telepon tersebut masih tetap mengalir jika Anda belum mencabut charger dari saklar. Hal ini memang lah terlihat sangat sepele, namun ternyata dari hal kecil ini bisa berakibat besar.

Bagaimana? Mudah bukan tips untuk menghemat listrik tersebut? Mulai dari sekarang mari kita perhatikan hal-hal kecil yang ada di sekitar ya!

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama