Perbedaan Harga Antara Pasar Tradisional dengan Pasar Modern

Anda lebih suka berbelanja di pasar tradisional atau pasar modern? Kira-kira mana sih yang lebih memberikan keuntungan? Mari cek perbedaannya di sini.

Saat ini keberadaan pasar modern sudah semakin menjamur, khususnya dikota-kota besar seperti Jakarta keberadaan pasar modern kian menggeser pasar tradisional. Di seluruh Indonesia jumlah pasar modern mencapai 23 ribu unit, jumlah ini mengalami kenaikan sebesar 14 persen dalam tiga tahun terakhir.

Selain itu saat ini pola belanja masyarakat pun berubah, masyarakat lebih memilih berbelanja di pasar modern daripada pasar tradisional. Perubahan pola belanja tersebut dipengaruhi banyak faktor. Faktor kenyamanan dan kelengkapan produk menjadi salah satu yang mempengaruhi.

Bagaimana dengan Anda? Lebih memilih berbelanja di pasar tradisional atau di pasar modern? Nah sebagai bahan perbandingan Anda, berikut ini kami memberikan perbedaan antara pasar tradisional dan pasar modern.

1. Harga

Masalah harga antara pasar tradisional dengan pasar modern memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Harga suatu barang di pasar tradisional bahkan bisa sepertiga dari harga barang yang sama yang dijual di supermarket.

Selain itu di pasar tradisional terjadi tawar-menawar harga, pembeli bisa mendapatkan harga lebih murah jika mampu menawar. Sedangkan dipasar modern harga jual barang sudah ditentukan, untuk beberapa event harga jual barang di pasar modern mengalami potongan harga.

Berikut ini kami berikan perbandingan harga berdasarkan data dari Pasar Jaya dan Supermarket Giant per Desember 2015.

Jenis Barang Harga Pasar Tradisional Harga Pasar Modern
Kentang Rp. 11.727 / kg Rp 13.950 / kg
Cabe Merah Rp. 33.909 / kg Rp. 42.790 / kg
Minyak Rp. 39.091 / kg Rp 21.490 / 2 L
Jeruk Medan Rp. 23.667 / kg Rp. 23.900 / kg
Ikan Bandeng Rp. 35.455 / kg Rp. 39.990 / kg
Semangka Rp. 7.650 / kg Rp. 5.990 / kg
Beras Rp. 11.045 / kg Rp. 16.498 / kg
Gula Pasir Rp. 12.864 / kg Rp. 13.790 / kg

Dari tabel di atas terlihat perbandingan harga antara kedua jenis pasar, bisa Anda lihat jika pasar tradisional menawarkan harga lebih kompetitif daripada pasar modern.

2. Jenis Barang

Jenis-jenis barang yang dijual pada pasar tradisonal terfokus pada kebutuhan sandang-pangan sehari-hari dan kebutuhan primer. Sedangkan pasar modern jenis-jenis barang yang di jual lebih beragam mulai dari barang-barang premis, subtitusi bahkan ekslusif seperti elektronik dan ponsel.

3. Kenyamanan & Keamanan

Kebanyakan pasar tradisional tidak bersih dan kumuh sehingga kenyamanan konsumen berkurang. Tetapi saat ini sudah banyak pasar tradisional yang lebih teratur dengan tingkat kenyaman dan kebersihan lebih baik. Untuk keamanan memang Anda perlu berhati-hati karena di pasar tradisional terjadi interaksi sosial jika Anda lengah mungkin saja ada tangan jail yang bisa mencuri dompet Anda.

Sedangkan di pasar modern, kenyamanan pengunjung dijamin dengan fasilitas yang baik seperti pendingin ruangan, lantai yang bersih, serta produk tersusun rapi sesuai jenisnya. Selain itu keamanan disini sangat terjamin karena terdapat petugas keamanan yang menjaga.

5. Kesegaran Produk

Di pasar tradisional barang-barang seperti sayur mayur, daging, dan ikan lebih segar karena dipasok langsung pagi harinya dan biasanya tidak dalam jumlah banyak. Sedangkan untuk supermarket produk sayur mayur, daging, dan ikan pun langsung dipasok dari petani bahkan ada yang memiliki perkebunan sendiri.

Walaupun dalam jumlah banyak kesegaran produk tersebut tetap terjaga karena supermarket memiliki cold storage atau freezer untuk memperlambat kerusakan produknya. Sebagian besar barang yang dijual punya jangka waktu bertahan lebih lama dengan kualitas yang tak diragukan.

Dari 4 perbedaan tersebut keduanya memiliki keunggulan masing-masing. Pasar modern memang lebih nyaman tetapi pasar tradisional pun memiliki daya tarik tersendiri. Walaupun keduanya memiliki perbedaan, namun kedua jenis pasar sama-sama menjadi salah satu tempat pendorong perekonomian masyarakat.

Baca juga: 5 Kartu Kredit ini Manjakan Anda yang Gila Belanja

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama