Mengenal Lebih Dekat dengan Bunga Bank Syariah

Bank syariah menawarkan sistem berbeda dari bank konvensional pada umumnya. Salah satunya adalah kebijakan bunga yang diterapkan.

Mungkin masih banyak masyarakat yang belum mengetahui secara jelas mengenai sistem bunga dalam bank syariah. Sebelum membahas lebih jauh, kami akan paparkan terlebih dahulu hal-hal apa saja yang berkaitan dengan bank syariah.

Bank syariah adalah bank yang menerapkan prinsip-prinsip syariah di dalam Islam. Berbeda dengan bank konvensional, bank syariah tidak memberikan sistem bunga. Karena dalam syariah Islam, bunga dianggap riba dan haram hukumnya.

Dasar dari bank syariah adalah menjiwai hubungan setiap transaksi bahwa transaksi adalah efisiensi, kebersamaan, dan keadilan.

Efisiensi mengacu pada prinsip untuk saling membantu dan memperoleh keuntungan sebesar mungkin. Untuk kebersamaan akan mengacu pada prinsip untuk saling membantu dan memberikan nasihat dalam meningkatkan produktivitas.

Sedangkan keadilan mengacu pada hubungan yang tidak saling mencurangi, ikhlas dan sesuai dengan persetujuan atas proporsi pemasukan dan juga pengeluarannya.

Penerapan Bunga Bank Syariah

Meski tidak memberikan bunga, bank syariah memiliki sistem bagi hasil. Bagi hasil merupakan suatu alternatif dalam pembiayaan, dimana sistem ini berdasarkan penetapan awal atau sesuai akad yang disepakati atau ditetapkan dari awal. Dan akan meningkat seiring dengan keuntungan perusahaan.

Berbeda halnya dengan bunga, ada beberapa konsep bagi hasil yang harus Anda ketahui, yaitu:

  • pemilik dana menanamkan dana di lembaga keuangan yang berperan sebagai pengelola;
  • pengelola dana akan menginvestasikan dana tersebut dalam proyek atau usaha yang layak, dan sesuai dengan semua aspek syariah dan menguntungkan;
  • adanya kesepakatan di kedua belah pihak yang berisi luang lingkup kerja sama, jumlah dana, besar ratio bagi hasil, serta jangka waktu kesepakatan berlaku.

Adapun beberapa bentuk akad dari bank syariah, antara lain sebagai berikut.

Akad Mudharabah Menghimpun Dana

Akad kerja sama antara pihak pertama (nasabah) sebagai pemilik dana dan pihak kedua (bank syariah) yang bertindak sebagai pengelola dana. Sistemnya adalah membagi keuntungan usaha sesuai dengan kesepakatan yang dituangkan dalam akad.

Akad Mudharabah Pembiayaan

Akad kerja sama suatu usaha antara pihak pertama (bank syariah) yang menyediakan seluruh modal dan pihak kedua (nasabah) bertindak selaku pengelola dana. Sistemnya adalah membagi keuntungan usaha sesuai dengan kesepakatan yang dituangkan dalam akad.

Sedangkan kerugian ditanggung sepenuhnya oleh bank syariah, kecuali jika pihak kedua melakukan kesalahan disengaja, lalai atau menyalahi perjanjian.

Akad Musyarakah

Akad kerja sama di antara dua pihak atau lebih untuk suatu usaha tertentu. Masing-masing pihak memberikan porsi dana dengan ketentuan bahwa keuntungan akan dibagi sesuai dengan kesepakatan, sedangkan kerugian ditanggung sesuai dengan porsi dana masing-masing.

Akad Murabahah

Akad pembiayaan suatu barang dengan menegaskan harga belinya kepada pembeli. Pembeli membayarnya dengan harga lebih sebagai keuntungan yang disepakati.

Perbedaan Bunga dan Bagi Hasil

Sebagai perbandingan, berikut kami paparkan perbedaan antara bunga dan bagi hasil.

Sistem Bagi Hasil Sistem Bunga
Besar ratio disepakati pada awal akad dibuat yang berpedoman kemungkinan untung dan rugi. Penetapan bunga dibuat pada awal pembukaan rekening dan harus selalu untung (untuk tabungan)
Besar ratio didasarkan pada jumlah keuntungan yang diperoleh. Perhitungan didasarkan pada jumlah pokok dana yang disimpan nasabah di bank tersebut.
Ratio atau nisbah tidak akan berubah selama akad masih berlaku sedari awal akan dibuat. Masih adanya pengaruh dari suku bunga Bank Indonesia, terutama bunga peminjaman.
Besar laba bergantung pada keuntungan yang didapat pihak bank dan akan semakin meningkat ketika keuntungan bank juga meningkat. Jumlah pembayaran bunga untuk tabungan selalu tetap sekalipun pihak bank sedang mendapatkan untung besar.

Semoga penjelasan mengenai sistem bagi hasil pada bank syariah di atas dapat lebih memberikan referensi kepada Anda. Lantas, manakah yang menjadi pilihan Anda? Bank syariah ataukah bank konvensional?

Baca juga: 5 Perbedaan Kartu Kredit Syariah dan Konvensional

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama