Inilah Denda Bagi yang Modifikasi Plat Nomor

Meski kendaraan dengan plat nomor modifikasi sudah menjadi pemandangan biasa di jalan raya, tapi pada kenyataannya hal tersebut sudah dilarang oleh pihak penegak hukum.

Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) atau plat nomor telah didesain sesuai standar untuk mempermudah identifikasi kendaraan. Bentuknya berupa potongan plat logam yang dipasang di kendaraan bermotor sebagai identifikasi resmi.

Di Indonesia sendiri, plat nomor kendaraan haruslah telah didaftarkan pada Kantor Bersama Samsat. Penggunaan plat nomor di Indonesia, terutama di wilayah Jawa, merupakan warisan sejak zaman Hindia Belanda yang menggunakan kode wilayah sebagai pembagian wilayah karesidenan.

Plat nomor biasa dicetak dengan tulisan dua baris. Baris pertama menunjukkan kode wilayah (huruf), nomor polisi (angka), dan kode/seri akhir wilayah (huruf). Sedangkan baris kedua menunjukkan bulan dan tahun masa berlaku, masing-masing dua digit.

Nopol yang melekat di kendaraan bermotor dan dikeluarkan oleh Samsat pun memiliki fungsi, antara lain untuk menjamin kepemilikan warga negara dan mengetahui apabila terkait kasus tindak pidana.

Contoh Kasus Plat Nomor Modifikasi

Ternyata, peraturan dibuat tidak ada jaminan bahwa peraturan tersebut akan dipatuhi. Ya, ada saja orang ‘nakal’ yang memasang plat nomor tidak sesuai peraturan. Beberapa orang dengan sengaja memodifikasi plat nomor demi alasan tertentu.

Berdasarkan data dari Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, sepanjang Januari 2011, terdapat 1.342 pelanggar ketentuan pemasangan plat nomor kendaraan. Tahun 2010, jumlah pelanggaran serupa mencapai 14.572 kasus.

Sebagai contoh, pada tahun 2015, kasus plat nomor modifikasi terjadi pada pemilik mobil Nissan Juke berwarna putih. Sang pemilik mobil melakukan modifikasi pada plat nomor miliknya.

Plat nomor kendaraan seharusnya bertuliskan B 513 KII. Namun, oleh si pemilik dimodifikasi sedemikian rupa hingga menjadi sebuah nama. Satu dari tiga digit angka terakhir dipepetkan dengan huruf belakang plat tersebut. Jika dilihat sepintas, plat nomor berubah menjadi B 51 3KII.

Entah apa tujuan si pemilik kendaraan. Namun, besar kemungkinan ia ingin memberitahu pengendara lain sosok 'EKII' yang berada dibalik kemudi Nissan Juke putih itu.

Berapakah Denda yang Dikenakan?

Polda Metro Jaya telah mengimbau pengendara untuk tidak mengubah spesifikasi pelat nomor polisi. Kabid Humas Polda Metro, Kombes Muhammad Iqbal mengatakan, pemilik kendaraan dilarang mengubah plat nomor untuk variasi.

"Selain aturan dari Samsat, itu menyalahi. Misal, angka 12 didempet jadi R itu tidak boleh," katanya.

Aturan tidak dibolehkannya menggunakan plat nomor modifikasi sudah secara spesifik tertuang di Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan seperti tertuang pada Pasal 280:

“Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan tidak dipasangi TNKB (Tanda Nomor Kendaraan Bermotor) yang ditetapkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68 ayat (1), dipidana dengan kurungan 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp 500.000 (lima ratus ribu rupiah).”

Tindakan Polda Metro Jaya

Untuk meminimalisir tindakan itu, Polda Metro Jaya Jakarta pun giat melakukan penindakan terhadap pengendara yang melakukan modifikasi plat nomor kendaraan.

Hingga saat ini, pihak kepolisian terus melakukan sosialisasi dan penindakan terhadap pengendara yang memodifikasi plat nomornya.

Modifikasi dalam hal ini adalah mengubah bentuk, susunan, serta jarak antar huruf dan angka, sehingga plat nomor terlihat menjadi kalimat dan mudah dibaca.

Kepolisian juga mengimbau agar plat nomor modifikasi diganti dengan plat nopol yang sudah ditetapkan Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Selain itu, apabila plat nomor tersebut sudah rusak atau tidak tampak semestinya, masyarakat dapat mendatangi Kantor Samsat terdekat di jajaran Polda Metro Jaya untuk melakukan penggantian plat nomor.

Peraturan menggunakan plat nomor kendaraan secara resmi tentu memiliki tujuan baik bagi masyarakat. Jika melanggar, maka harus siap dengan segala risikonya.

Baca juga: Cara Mengurus SIM yang Mati atau Hilang

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama