Berapa Biaya untuk Pembuatan SIM?

Pemilik kendaraan wajib memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Anda ingin membuat SIM baru atau perpanjang SIM? Berikut ini adalah biaya serta prosedur lengkapnya!

Surat Izin Mengemudi (SIM) merupakan salah satu syarat kelengkapan berkendara yang wajib dimiliki setiap pengguna kendaraan. Apabila berkendara tanpa memiliki SIM, maka dianggap sebagai pelanggaran dalam tata tertib berlalu lintas dan berakibat sanksi dari pihak berwajib.

Dengan biaya pembuatan SIM yang cukup terjangkau, tentunya pemilik kendaraan tidak memiliki alasan lagi berkendara tanpa dilengkapi SIM. Sebab, biaya pembuatan dan perpanjang SIM tertuang secara rinci dalam Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2010.

Peraturan Pemerintah tersebut menjadi acuan jumlah biaya yang dikenakan kepada pemohon (pemilik kendaraan) pada saat membuat atau perpanjang SIM. Berikut adalah biaya serta syarat pembuatan dan perpanjang SIM A, B (B1 dan B2), C, dan D.


SIM A

SIM A diperuntukkan bagi pengemudi mobil penumpang dan barang perseorangan dengan kapasitas yang diperbolehkan tidak melebihi 3.500 kg. Biaya pembuatan SIM A adalah Rp 120 ribu, sedangkan perpanjang adalah Rp 80 ribu.

SIM B1

SIM B1 diperuntukkan bagi pengemudi mobil penumpang dan barang perseorangan dengan kapasitas yang diperbolehkan lebih dari 3.500 kg. Biaya pembuatan SIM B1 adalah Rp 120 ribu, sedangkan perpanjang adalah Rp 80 ribu.

SIM B2

SIM B2 diperuntukkan bagi pengemudi kendaraan alat berat, kendaraan penarik, atau kendaraan dengan menarik kereta tempelan atau gandengan perseorangan. Peraturan berat yang diperbolehkan untuk kereta tempelan atau gandengan lebih dari 1.000 kg.

Biaya pembuatan SIM B2 adalah Rp 120 ribu, sedangkan perpanjang adalah Rp 80 ribu.

SIM C

SIM C diperuntukkan bagi pengemudi sepeda motor. Ingin membuat SIM C melalui jalur resmi dengan cara cepat? Anda perlu mengetahui trik lalui uji praktik SIM C. Untuk biaya pembuatan SIM C adalah Rp 100 ribu, sedangkan perpanjang adalah Rp 75 ribu.

SIM D

SIM D diperuntukkan khusus bagi penyandang disabilitas. Kendaraan roda dua yang digunakan untuk SIM D adalah sepeda motor yang sudah dimodifikasi (roda dua atau lebih) atau sesuai kebutuhan penyandang disabilitas.

Biaya pembuatan SIM D adalah Rp 50 ribu, sedangkan perpanjang adalah Rp 30 ribu.

Syarat Pemohon SIM Perseorangan

Berdasarkan Pasal 81 ayat 2, 3, 4, dan 5 UU No. 22 Tahun 2009, persyaratan pemohon SIM Perseorangan adalah sebagai berikut:

Usia
    • 17 tahun untuk SIM A, C, dan D;
    • 20 tahun untuk SIM B1;
    • 21 tahun untuk SIM B2.
Administratif
    • memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP);
    • mengisi formulir permohonan;
    • rumusan sidik jari.
Kesehatan
    • sehat jasmani dan rohani dengan surat keterangan dari pelayanan kesehatan.
Lulus Ujian
    • ujian teori;
    • ujian praktik; dan/atau
    • ujian keterampilan melalui simulator.

Bagi setiap pengemudi kendaraan bermotor yang akan mengajukan permohonan SIM Perseorangan, berikut adalah syarat tambahan berdasarkan Pasal 81 ayat (6) UU No. 22 Tahun 2009:

  • untuk membuat SIM B1 harus memiliki SIM A sekurang-kurangnya 12 bulan;
  • untuk membuat SIM B2 harus memiliki SIM B1 sekurang-kurangnya 12 bulan.

Syarat Pemohon SIM Umum

Berdasarkan Pasal 83 ayat 1, 2, dan 3 UU No. 22 Tahun 2009, berikut adalah persyaratan pemohon SIM Umum:

Usia
    • SIM A Umum 20 tahun;
    • SIM B1 Umum 22 tahun;
    • SIM B2 Umum 23 tahun.
Administratif
    • memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP);
    • mengisi formulir permohonan;
    • rumusan sidik jari.
Kesehatan
    • sehat jasmani dan rohani dengan surat keterangan dari pelayanan kesehatan.
Lulus Ujian
    • ujian teori;
    • ujian praktik.

Untuk persyaratan tambahan, berikut adalah rinciannya berdasarkan Pasal 83 ayat (4) UU No. 22 Tahun 2009:

  • untuk membuat SIM A Umum harus memiliki SIM A sekurang-kurangnya 12 bulan;
  • untuk membuat SIM B1 Umum harus memiliki SIM B1 atau SIM A Umum sekurang-kurangnya 12 bulan;
  • untuk membuat SIM B2 Umum harus memiliki SIM B2 atau SIM B1 Umum sekurang-kurangnya 12 bulan.

Tahap Pembuatan SIM Baru

Prosedur pembuatan SIM baru terbilang mudah dan praktis, dimana pemohon harus melalui tahap-tahap yang telah ditentukan sebagai berikut.

  1. Membawa surat keterangan sehat jasmani dan rohani dari pelayanan kesehatan (dapat dibuat di Polres setempat).
  2. Membawa fotokopi KTP sebanyak 4 lembar.
  3. Membeli formulir permohonan pembuatan SIM sesuai harga yang telah ditentukan (misal SIM C Rp 100 ribu).
  4. Membayar premi asuransi sebesar Rp 30 ribu (sifatnya tidak wajib).
  5. Mengisi formulir lalu mengumpulkannya di loket yang telah disediakan, tunggu hingga nama Anda dipanggil.
  6. Setelah dipanggil, Anda akan diminta untuk melalui 2 tahap tes yaitu, tes tertulis dan tes praktik.
  7. Jika lulus 2 tes tersebut, Anda akan diminta menunggu panggilan untuk menandatangani SIM, pengambilan sidik jari, dan foto.
  8. Pembuatan SIM baru berhasil.

Tahap Perpanjang SIM

Secara garis besar, prosedur perpanjang SIM adalah sebagai berikut.

  1. Membawa SIM asli yang ingin diperpanjang.
  2. Membawa surat keterangan sehat jasmani dan rohani dari pelayanan kesehatan (dapat dibuat di Polres setempat).
  3. Membawa fotokopi KTP sebanyak 4 lembar.
  4. Membeli formulir permohonan perpanjang SIM sesuai harga yang telah ditentukan (misal SIM C Rp 75 ribu).
  5. Membayar premi asuransi sebesar Rp 30 ribu (sifatnya tidak wajib).
  6. Mengisi formulir lalu mengumpulkannya di loket yang telah disediakan, tunggu hingga nama Anda dipanggil.
  7. Tunggu panggilan selanjutnya untuk menandatangani SIM, pengambilan sidik jari, dan foto.
  8. Perpanjang SIM berhasil.
Baca juga: STNK Hilang? Inilah Biaya dan Cara Mengurusnya

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama