7 Ojek Berbasis Online dengan Perbandingan Tarifnya

Transportasi ojek berbasis online semakin menjamur di Indonesia. Mereka pun semakin bersaing memberikan tarif bagi para pelanggan. Cek perbandingannya di sini!

Kini, masyarakat semakin dimudahkan dalam mendapatkan moda transportasi. Ya, apalagi kalau bukan karena moda transportasi berbasis online yang makin menjamur di Indonesia. Misalnya saja layanan ojek berbasis online yang kini semakin diminati, terutama di kota-kota besar.

Ojek berbasis online bisa menjadi salah satu alternatif dalam menembus kemacetan parah dan mempersingkat waktu. Bahkan dari sisi pengemudi, mereka bisa meraup penghasilan yang cukup fantastis. Seperti pengemudi Go-Jek yang bisa mendapatkan penghasilan mulai dari Rp 4 juta hingga Rp 8 juta per bulan. 

Persaingan para pengusaha yang sukses di bidang ojek berbasis online pun semakin ketat. Masing-masing dari mereka menawarkan tarif yang terjangkau untuk menarik para pelanggan. Inilah daftar perbandingan tarif ojek berbasis online.

Go-Jek

Perusahaan yang didirikan oleh Nadiem Makarim, selaku CEO Go-Jek ini sebenarnya sudah hadir sejak 2010. Namun, popularitas Go-Jek mulai booming sejak aplikasi mobile diluncurkan awal tahun 2015. Selain layanan transportasi ojek, Go-Jek juga menawarkan berbagai layanan seperti Go-Send, Go-Food, Go-Mart, Go-Box, Go-Clean, Go-Glam dan Go-Massage. Hingga saat ini, Go-Jek telah tersebar di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Bali dan Makassar.

Tarif Go-Jek di luar peak hour, yakni pukul 16.00 WIB - 19.00 WIB akan dipatok Rp 15.000 untuk 6 km pertama dan Rp 2.500 per km berikutnya. Pemberlakukan tarif peak hour dilakukan pada hari Senin hingga Jumat. Sementara di luar peak hour, pengguna Go-Jek akan dikenakan tarif flat sebesar Rp 15.000 dengan jarak maksimum 25 km.

GrabBike

Layanan ojek online ini diluncurkan di Jakarta pada Mei 2015. GrabBike merupakan layanan ojek online yang diprakarsai oleh GrabTaxi, perusahaan layanan transportasi pemesanan taksi berbasis aplikasi asal Malaysia. Secara operasi, GrabBike menggunakan pola yang sama seperti Go-Jek, yaitu calon penumpang memesan ojek melalui aplikasi.

GrabBike memberikan tarif flat sebesar Rp 10.000 di luar peak hour, dan Rp 20.000 untuk peak hour (Senin—Jumat jam 16.00—19.00).

Blu-Jek

Layanan ini resmi diluncurkan di Jakarta pada 17 September 2015 oleh Michael Manuhutu dan Garrett Kartono. Nama Blu-Jek sendiri berasal dari kata ‘blusukan’ dan ‘ojek’. Perbedaan Blu-Jek dengan bisnis ojek online lain adalah pembayaran Blu-Jek dapat melalui Mandiri e-cash. Dengan layanan ini, tarif pelanggan bisa langsung dipotong dari rekening Mandiri.

Blu-Jek menetapkan tarif minimum sebesar Rp20.000 per 5 km pertama, dan akan dikenakan tambahan tarif Rp 4.000 per km selanjutnya.

Ojek Syar’i

Layanan ini didirikan oleh dua mahasiswa asal Surabaya, Evilita Adriani (19) dan Reza Zamir (21) pada Maret 2015. Ojek Syar’i merupakan layanan ojek berbasis aplikasi di ponsel pintar Android. Ojek Syar'i merupakan layanan ojek yang dikendarai wanita dan konsumennya adalah wanita. Pada awal kemunculannya, Ojek Syar’i hanya menjangkau Surabaya, Sidoarjo dan Malang.

Untuk menggunakan jasa Ojek Syar'i, pelanggan dikenakan biaya awal Rp 5.000. Selanjutnya, tarif per kilometer yang dikenakan adalah Rp 3.000. Adapun uang tunggu sebesar Rp 5.000.

LadyJek

Ojek berbasis online yang didirikan oleh Brian Mulyadi ini resmi diluncurkan pada 8 Oktober 2015. Brian mengatakan, LadyJek hadir untuk menaungi platform khusus wanita. Layanan berslogan ‘Ojek Wanita untuk Wanita' ini memiliki sistem pembayaran yang terdiri atas dua jenis, yakni tunai dan non-tunai. Untuk non-tunai bisa menggunakan Mandiri e-cash.

Pengguna bisa memesan ojek wanita ini dengan tarif Rp 25.000 untuk 6 km pertama dan selanjutnya tarif berlaku flat Rp 4.000 per km berikutnya.

Wheel Line

Wheel Line merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa ojek argo, kurir belanja, dan kurir barang dengan armada Honda Scoopy. Layanan yang didirikan oleh Chris Wibawa, selaku founder Wheel Line ini resmi beroperasi pada tanggal 5 Januari 2012.

Whell Line berbeda dengan beberapa layanan transportasi sejenis, dimana Wheel Line menetapkan harga sesuai zona wilayah. Dengan kantor pusat di Jakarta Barat, maka radius 3 kilometer dari lokasi tersebut dianggap sebagai zona satu, kemudian 3 kilometer selanjutnya sebagai zona dua. Begitupun seterusnya. Tarif yang ditawarkan mulai dari Rp Rp 30.000 hingga Rp 120.000.

Transjek

Ojek berargo ini didirikan oleh Riyandri Tjahjadi dan Nusa Ramadhan sejak September 2012. Secara garis besar, Transjek memiliki konsep yang sama seperti taksi, yakni tarif berdasarkan argo. Sehingga, penumpang tidak perlu lagi tawar-menawar soal tarif. Argonya sendiri telah terpasang di bagian dashboard motor pengendara.

Transjek menetapkan tarif Rp 4.000 untuk km pertama, kemudian Rp 3.000 untuk tiap km selanjutnya.

Ojek online manakah yang akan Anda pilih? Ternyata, kemajuan teknologi bisa membuat siapapun berpeluang untuk menciptakan usaha.

Apakah Anda ingin memiliki usaha ojek berbasis online? Atau berminat menjadi pengemudi ojek?

Selain itu, Anda juga bisa mulai merintis usaha camilan berbasis online. Yuk, intip 4 Strategi Rintis Bisnis Camilan Online.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama