Siap Menghadapi Biaya Pendidikan yang Selalu Naik?

​Menikah dan memiliki anak merupakan hal yang paling diidam-idamkan oleh setiap pasangan. Namun, sudahkah Anda mempersiapkan dana untuk pendidikanya?

Setiap orang pasti akan bertambah besar dan dewasa. Ada saatnya setiap manusia akan merasakan masa-masa sekolah, kuliah, bekerja, dan menikah. Berbicara tentang menikah, sudahkah Anda mempersiapkannya dengan matang? Apa tujuan Anda menikah?

Menikah bukan hanya untuk menyatukan perasaan kedua orang yang saling mencintai. Menikah itu bagaimana Anda dapat menyatukan dua keluarga dengan kebiasaan yang berbeda, saling mengerti sifat pasangan, untuk beribadah, mengatur rumah, dan mengatur keuangan keluarga agar mencukupi setiap bulannya.

Yup, uang adalah salah satu hal yang paling penting. Dengan jumlah dana yang tersedia Anda, khususnya istri yang mengatur keluar masuknya uang dalam keluarga, dapat Anda gunakan di tempat-tempat yang sesuai, cukup untuk memenuhi kebutuhan harian, dan menabung, baik untuk dana darurat, investasi, atau dana pendidikan anak.

Dana pendidikan, merupakan biaya yang lumayan besar untuk diperhitungkan. Berbeda dengan uang darurat dan investasi yang hanya digunakan pada saat keadaan mendesak serta untuk menambah pundi-pundi kekayaan, biaya pendidikan anak selalu meningkat di setiap tahunnya. Maka dari itu, bagi Anda yang sudah menikah harus mempersiapkannya dari sekarang, agar saat anak Anda sudah waktunya untuk mengenyam pendidikan, dananya sudah siap digunakan.

Fakta Biaya Pendidikan yang Selalu Naik

Setiap tahunnya biaya pendidikan di Indonesia selalu meningkat. Menurut Ligwina Hananto MBA, seorang konsultan keuangan Quantum Magna Financial, rata-rata biaya pendidikan naik sekitar 20% per tahun untuk sekolah swasta dan 15% per tahun untuk universitas. Wah, angka inflasi yang cukup besar, bukan?

Gambarannya, bila inflasi biaya pendidikan pertahun adalah 6%, maka dalam 9 tahun kedepan totalnya adalah 54%. Contoh, biaya kuliah per semester di salah satu perguruan tinggi adalah Rp 5 juta dengan uang pangkal sekitar Rp 20 juta. Dengan menggunakan rumus future value:

FV = PV x (1 + r)n

FV: Besar biaya di masa depan

PV: Besar biaya saat ini

r: Besaran inflasi

n: Jangka waktuyang dibutuhkan

Dari hasil perhitungan, maka biaya yang harus Anda dipersiapkan untuk tahun 2020 adalah Rp 107,8 juta. Wow, angka yang sangat fantastis. Bagaimana bisa mengumpulkan biaya sebanyak itu? Jangan khawatir, berikut solusi agar ini bukanlah hal berat yang harus difikirkan.

Persiapkan Dana dari Sekarang

Dana pendidikan termasuk kebutuhan prioritas rumah tangga, pastinya setiap orang tua menginginkan agar anaknya sekolah sampai tingkat yang tinggi. Tetapi biaya ini selalu meningkat per tahunnya. Sedangkan saat ini, pinjaman uang dan beasiswa sulit didapatkan. Maka dari itu, mulailah menabung dari sekarang, jangan tunda-tunda. Jika Anda pasangan yang baru menikah, jangan tunggu anak lahir untuk menabung biaya pendidikannya. Lebih baik dipersiapkan sejak awal pernikahan agar jumlah uang yang terkumpul akan lebih banyak.

Buat Pos Keuangan untuk Setiap Anak

Jika Anda memiliki anak lebih dari satu, sebaiknya buat pos anggaran yang berbeda untuk masing-masing anak. Hal ini sangat penting dilakukan untuk menghitung ketepatan waktu dan jumlah dana yang harus tersedia, menemukan strategi menabung yang sesuai kebutuhan tiap anak, serta mempermudah dalam mengatur keuangan kedepannya.

Selain itu, tetapkan juga rancangan anggaran pendidikan agar sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan Anda. Hitung dengan cermat pendapatan dan pengeluaran keluarga Anda, catat setiap pemasukan dan pengeluaran, tentunya Anda juga harus tetap bersikap realistis dalam merencanakan keuangan dengan kebutuhan yang akan dicapai.

Menabung Harus, Investasi Tetap Jalan

Simpanan untuk pendidikan anak tidak harus selalu dalam bentuk tabungan pendidikan. Mengapa harus mempunyai tabungan dan berinvestasi? Dengan inflasi yang terus naik 15% - 20% per tahun, jika hanya mengandalkan simpanan di bank dengan keuntungan yang tidak telalu besar, apakah mampu mengejar biaya yang terus meningkat setiap tahunnya? Maka inilah saat yang tepat untuk melirik investasi yang lebih menjanjikan.

Jenis investasi sangan beragam, tergantung Anda lebih berminat kemana. Yang pasti, Anda harus bisa pastikan dulu, kemampuan keuangan Anda, keuntungan yang akan didapat, dan tingkat resiko yang akan dialami. Jika sudah menentukan itu semua, Anda tinggal pilih, akan berinvestasi di sektor saham, tanah, atau emas, tentunya masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Yuk, mulai memikirkan masa depan anak kita! Mulai dari sekarang sebelum terlambat.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama