Perencanaan Keuangan bagi Para Lajang

Lajang tidak selalu berkaitan dengan susah menjadi jodoh loh, tetapi saat itu justru harus dimanfaatkan untuk menyiapkan kondisi finansial yang lebih baik di masa depan.

  1. terapkan perencanaan dalam hidup
  2. mulailah berasuransi
  3. siapkan masa pensiun dengan investasi
  4. belilah produk properti
  5. siapkan dana darurat
  6. jika terjadi sesuatu...

Apakah Anda termasuk orang yang ingin menikah dalam usia muda? Mungkin jawaban atas pertanyaan tersebut akan berbeda-beda, karena setiap manusia pasti memiliki rencana yang berbeda dalam kehidupannya.

Di masa sekarang,sudah banyak pria dan wanita yang merasa usia akhir 20 tahunan adalah periode yang pas untuk mengakhiri masa lajang. Menurut survei yang dilakukan oleh Cupid.com (sekarang Canoodle.com) pada tahun 2013, 22 persen responden menyebutkan bahwa periode umur yang ideal untuk menikah adalah 26-29 tahun.

Dengan begitu, kalau populasi dunia dibagi antara yang single dan tidak sendiri, maka kelompok yang pertama mungkin sudah tumbuh subur. Sebab, sudah banyak orang merasa menikah di usia muda bukanlah keputusan yang tepat, sebab mereka yakin di periode tersebut adalah saat di mana ia tidak harus menanggung beban dan kewajiban rumah tangga. Melainkan masa dirinya harus mengembangkan diri hingga menjadi mapan sebelum memulai bahtera keluarga dan memiliki buah hati.

Lajang

Sebenarnya, seorang lajang juga belum tentu tidak memiliki beban, mungkin saja ia masih memiliki tanggungan orang tua, adik, atau siapapun yang harus ia urus.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, masa lajang sering dijadikan sebagai periode untuk mencapai kemapanan, seperti dengan fokus mengembangkan karir, kuliah hingga S2 dan sebagainya. Namun, apapun tujuannya, jangan sampai lupakan pentingnya keamanan dan kekuatan finansial. Sebab, buat apa hidup senang di usia muda kalau di masa tua kehidupan Anda justru berubah memprihatinkan.

Nah, kalau Anda single dan ingin menikmati hari tua yang nyaman,mulailah rencanakan keuangan dengan bijak!

1. Terapkan perencanaan dalam hidup

Dalam hal ini, buatlah planning yang jelas terhadap tujuan, kenyaman dan risiko yang dimiliki dalam hidup sehingga Anda menjadi waspada. Pelajari opsi kesehatan dinansial yang ada, bila mau, gunakanlah konsultan keuangan untuk membantu kegiatan ini.

Bila sudah dibuat, jalankanlah apa yang sudah diulas, namun jangan lupa untuk me-review hal tersebut agar bisa mengetahui apa saja yang perlu diperbaiki dan dipertahankan.

Selain itu, hindari aksi pembelian barang yang tidak sesuai dengan kebutuhan, sebab itu adalah salah satu contoh sikap boros.

2. Mulailah berasuransi

Ada banyak produk asuransi yang bisa dibeli, seperti perlindungan jiwa, kesehatan, kecacatan, dan lain-lain. Bila Anda sudah terlindungi layanan ini dan memiliki dana cukup, jangan ragu untuk mulai memproteksi orang terdekat seperti orang tua, apalagi bila mereka sudah berusia lanjut dan rentan terhadap penyakit.

Namun, seperti biasa, pelajari setiap penawaran polisnya ya, pastikan seberapa cocok manfaat proteksi itu terhadap Anda. Agar penggunaannya sesuai dengan kebutuhan di masa sekarang dan masa depan.

3. Siapkan masa pensiun dengan investasi

Nah, meskipun estimasi berhenti kerja bagi seorang lajang masih cukup lama, gunakanlah masa tersebut untuk mempersiapkannya. Mulailah membeli aset-aset dengan margin laba bagus.

Banyak single yang membuat kesalahan dengan menganggap investasi dan pensiun sebagai masalah yang berbeda. Karena itu, mereka lebih suka untuk berfoya-foya dibanding menyimpan hasil jerih payah mereka. Memang, sah-sah saja bila Anda membeli apa yang kita inginkan, namun sebanyak apapun uang pendapatan, tetap harus disisakan guna persiapan masa pensiun.

4. Belilah produk properti

Hal ini sangat berhubungan dengan nomor 3, Mengapa? Jelas karena produk tersebut merupakan salah satu instrumen investasi. Sektor ini sendiri sangat menarik, sebab menawarkan keuntungan yang terus tumbuh dan di masa depan nanti, properti bisa menjadi satu-satunya aset terbesar yang Anda miliki.

Mengapa tidak saham saja? Berbeda dengan produk tersebut, nilai pertumbuhan pasar properti seperti rumah tidak berfluktuatif dan sangat cocok sebagai investasi jangka panjang.

Ingat, saham sangat bergantung pada perkembangan pasar, bila terjadi kemerosotan ekuitas, siap-siaplah menanggung kerugian dalam jumlah besar.

Investasi Properti yang Menggiurkan

5. Siapkan dana darurat

Sisihkan uang bulanan yang didapat dalam persentase tertentu, sebab dana ini sangat dibutuhkan ketika berada dalam kondisi genting, seperti saat mendapat musibah.

Loh, bukannya sudah ada asuransi? Ini dia, walaupun sudah melindungi seluruh aspek hidup Anda sekalipun, pemrosesan klaimnya bisa membutuhkan waktu yang tidak sedikit bahkan bisa sangat lama.

Di samping itu, keberadaan dana darurat ini bisa sangat berguna ketika kita harus cuti panjang maupun kehilangan pekerjaan akibat PHK. Sehingga Anda uang tersebut bisa tetap menopang kehidupan dalam waktu beberapa bulan ke depan.

6. Jika terjadi sesuatu..

Jelas, maksudnya adalah kematian. Walaupun masih berusia muda, mempunyai wasiat tetaplah sesuatu yang diperlukan. Ingat, tidak ada seorang pun yang tahu kapan dirinya akan mati.

Kalau memiliki harta dalam jumlah besar, tulis pembagian aset tersebut.

Bila berada dalam kondisi tertentu seperti koma atau cacat sehingga tidak dapat mengambil keputusan, pertimbangkan untuk membuat surat kuasa, di mana Anda akan menunjuk seseorang yang bisa membantu keputusan medis dan kesehatan.

Dalam merencanakan masa depan, ada dua kunci mesti dilakukan, mulai siapkan sedini mungkin dan jangan berutang berlebihan. Luangkanlah waktu untuk membuat strateginya.

Nah, masa lajang tidak hanya digunakan untuk bersenang-senang kan, tetapi juga saat tetap untuk mempersiapkan diri menjadi lebih matang.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama