Pentingnya Ajarkan Keuangan Pada Anak Sejak Dini

Khawatir anak tidak mampu mengatur uang? Mulai ajarkan dia cara mengaturnya sejak dini agar di masa depan nanti mampu mandiri dalam mengatur pengeluaran.

Mengajari keuangan pada anak adalah hal tabu? Justru tidak. Sebab ini akan menjadi bekal yang penting baginya untuk menyambut masa depan. Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, karena masalah dianggap cukup sensitif bagi anak untuk dibicarakan.

Di zaman sekarang, banyak ahli berpendapat, anak-anak harus belajar sedini mungkin cara mengelola uang mereka. Seperti dengan membuat dan mengikuti anggaran, serta memenuhi tanggung jawabnya. Sayangnya, seringkali orang tua kalah atau tidak tega dengan rengekan sang anak yang semakin menjadi-jadi. Akibatnya mereka terpaksa menuruti kemauan si anak. Hal inilah yang sering membuat seorang anak tidak bisa belajar mengatur uang.

Kapan Baiknya Mengajarkan Keuangan Pada Anak?

Menurut CEO Money Savvy Generation, Susan Beacham, sebelum mengajarkan pengaturan keuangan, sebaiknya orang tua terlebih dahulu mengajarkan buah hatinya untuk berbicara, “minta tolong, maaf dan terima kasih. Setelah itu, pada usia 4 tahun, ia sudah mulai bisa diajak untuk memakai uang sesuai dengan kebutuhan dan mengaturnya agar bisa ditabung.

Selanjutnya, pada saat anak Anda sudah berusia 8 hingga 9 tahun, mulailah ajak mereka untuk ikut serta dalam kegiatan menabung di bank hingga membayar tagihan bulanan. Maksudnya adalah untuk mengajak mereka terlibat ke dalam kondisi real keuangan orang tuanya. Berikan mereka penjelasan mengapa Anda perlu melakukan pembayaran uang itu kepada mereka.

Apa Saja yang Mesti Dilakukan?

Mengajari anak keuangan sebenarnya tidaklah sulit. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengajari anak tanggung jawab keuangan. Apa saja? Ini dia.

1.Jangan Beri Uang Saku Terlalu Banyak

Ini yang sering disalah artikan oleh orang tua, karena terlalu khawatir anaknya akan kekurangan uang saku, mereka lalu memberikannya dalam jumlah banyak. Padahal, banyak ahli menyebutkan kalau mengajari anak keuangan salah satunya dimulai dengan memberi sedikit uang saku kepada anak ketika masih berusia antara lima sampai tujuh tahun.

Biarkan anak Anda menggunakannya untuk membelanjakannya barang apapun sesuai dengan yang dia inginkan. Berikan uang ini dalam jangka waktu tertentu, sebagai permulaan, berikan saja secara harian. Meskipun begitu, di beberapa keluarga, pemberian uang saku anak biasanya dilakukan seminggu sekali. Namun, kapanpun pilihan Anda, pastikan jumlah yang diberikan pas, tidak berlebihan dan kekurangan.

Hal ini penting untuk memberikannya pengalaman bagaimana mengatur uang yang baik dan benar. Di samping ini, hal tersebut juga sangat berguna untuk melatihnya mengambil keputusan. Sebab, pada kenyataannya, mengeluarkan uang untuk membeli barang atau jasa bukanlah hal yang mudah, kita perlu berpikir dulu mengapa harus melakukannya.

2.Ajarkan Alokasi Anggaran Sederhana

Nah, sesudah memberikan dia uang saku, ajarkan dia juga untuk membuat alokasi pengeluaran sederhana. Mengapa hal ini diperlukan? Karena anak Anda dipastikan sudah tahu untuk apa uang yang diberikan orang tuanya digunakan. Masalahnya, seorang anak yang baru belajar memegang uang pasti sudah ingin membeli berbagai macam jajanan. Hal ini yang sering membuat uang saku yang diberikan cepat habis.

Agar hal tersebut tidak terjadi, ajaklah anak untuk duduk bersama dan mulai mengajarinya membuat alokasi anggaran. Hal ini diperlukan untuk membuatnya mampu membedakan mana kebutuhan dan keinginan. Kalau perlu, perlihatkan juga anggaran rumah tangga Anda kepada anak sebagai contoh.

3.Jadilah Teladan Keuangan yang Baik Bagi Anak

Selain memperlihatkan anak anggaran rumah tangga Anda, ada satu hal penting lain yang sering dilupakan orang tuan. Yaitu menjadi teladan bagi Anak untuk menjadi pengatur keuangan yang baik. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, sekali-sekali, ajaklah anak untuk ikut menabung di bank atau membayar tagihan rutin bulanan. Jangan membiarkan anak bertanya-tanya mengapa orang tuanya mempunyai banyak uang dan tidak dibagi kepada mereka.

Sebagai contoh, ketika Anda sedang merencanakan kegiatan liburan keluarga. Jangan Cuma jadikan ini diskusi antar suami istri saja. Ajaklah anak untuk ikut berdiskusi untuk mengetahui keinginan mereka. Meski tidak akan dipenuhi semuanya, paling tidak buat mereka tahu seberapa besar anggaran yang tersedia dalam kegiatan tersebut.

4.Ajarkan dia Menabung

Jangan hanya Anda yang menabung, Anda juga mesti mengajari anak untuk menyimpan uang mereka. Sebagai permulaan, tidak perlu langsung ke bank, mulailah dengan menggunakan celengan yang bisa diberi di warung-warung. Selain itu, tidak perlu banyak-banyak, mulai saja dengan menyimpan uang recehan sisa jajan mereka di sana. Nantinya, setelah terkumpul, uang itu bisa digunakan untuk dibelikan berbagai barang sesuai kebutuhan dan keinginan mereka.

Mengajarkan anak pengaturan keuangan bukan berarti pelit. Namun itu justru akan melatih mereka agar di masa depan nanti sudah mampu mandiri dalam mengatur keuangan mereka sendiri. Selamat mengajar ya!

Mengajari keuangan pada anak adalah hal tabu? Justru tidak. Sebab ini akan menjadi bekal yang penting baginya untuk menyambut masa depan. Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, karena masalah dianggap cukup sensitif bagi anak untuk dibicarakan.

Di zaman sekarang, banyak ahli berpendapat, anak-anak harus belajar sedini mungkin cara mengelola uang mereka. Seperti dengan membuat dan mengikuti anggaran, serta memenuhi tanggung jawabnya. Sayangnya, seringkali orang tua kalah atau tidak tega dengan rengekan sang anak yang semakin menjadi-jadi. Akibatnya mereka terpaksa menuruti kemauan si anak. Hal inilah yang sering membuat seorang anak tidak bisa belajar mengatur uang.

Kapan Baiknya Mengajarkan Keuangan Pada Anak?

Menurut CEO Money Savvy Generation, yaitu Susan Beacham, sebelum mengajarkan pengaturan keuangan, sebaiknya orang tua terlebih dahulu mengajarkan buah hatinya untuk berbicara, “minta tolong, maaf dan terima kasih. Setelah itu, pada usia 4 tahun, ia sudah mulai bisa diajak untuk memakai uang sesuai dengan kebutuhan dan mengaturnya agar bisa ditabung.

Selanjutnya, pada saat anak Anda sudah berusia 8 hingga 9 tahun, mulailah ajak mereka untuk ikut serta dalam kegiatan menabung di bank hingga membayar tagihan bulanan. Maksudnya adalah untuk mengajak mereka terlibat ke dalam kondisi real keuangan orang tuanya. Berikan mereka penjelasan mengapa Anda perlu melakukan pembayaran uang itu kepada mereka.

Apa Saja yang Mesti Dilakukan?

Mengajari anak keuangan sebenarnya tidaklah sulit. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengajari anak tanggung jawab keuangan. Apa saja? Ini dia.

1. Jangan Beri Uang Saku Terlalu Banyak

Ini yang sering disalah artikan oleh orang tua, karena terlalu khawatir anaknya akan kekurangan uang saku, mereka lalu memberikannya dalam jumlah banyak. Padahal, banyak ahli menyebutkan kalau mengajari anak keuangan salah satunya dimulai dengan memberi sedikit uang saku kepada anak ketika masih berusia antara lima sampai tujuh tahun.

Biarkan anak Anda menggunakannya untuk membelanjakannya barang apapun sesuai dengan yang dia inginkan. Berikan uang ini dalam jangka waktu tertentu, sebagai permulaan, berikan saja secara harian. Meskipun begitu, di beberapa keluarga, pemberian uang saku anak biasanya dilakukan seminggu sekali. Namun, kapanpun pilihan Anda, pastikan jumlah yang diberikan pas, tidak berlebihan dan kekurangan.

Hal ini penting untuk memberikannya pengalaman bagaimana mengatur uang yang baik dan benar. Di samping ini, hal tersebut juga sangat berguna untuk melatihnya mengambil keputusan. Sebab, pada kenyataannya, mengeluarkan uang untuk membeli barang atau jasa bukanlah hal yang mudah, kita perlu berpikir dulu mengapa harus melakukannya.

2. Ajarkan Alokasi Anggaran Sederhana

Nah, sesudah memberikan dia uang saku, ajarkan dia juga untuk membuat alokasi pengeluaran sederhana. Mengapa hal ini diperlukan? Karena anak Anda dipastikan sudah tahu untuk apa uang yang diberikan orang tuanya digunakan. Masalahnya, seorang anak yang baru belajar memegang uang pasti sudah ingin membeli berbagai macam jajanan. Hal ini yang sering membuat uang saku yang diberikan cepat habis.

Agar hal tersebut tidak terjadi, ajaklah anak untuk duduk bersama dan mulai mengajarinya membuat alokasi anggaran. Hal ini diperlukan untuk membuatnya mampu membedakan mana kebutuhan dan keinginan. Kalau perlu, perlihatkan juga anggaran rumah tangga Anda kepada anak sebagai contoh.

3. Jadilah Teladan Keuangan yang Baik Bagi Anak

Selain memperlihatkan anak anggaran rumah tangga Anda, ada satu hal penting lain yang sering dilupakan orang tuan. Yaitu menjadi teladan bagi Anak untuk menjadi pengatur keuangan yang baik.Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, sekali-sekali, ajaklah anak untuk ikut menabung di bank atau membayar tagihan rutin bulanan. Jangan membiarkan anak bertanya-tanya mengapa orang tuanya mempunyai banyak uang dan tidak dibagi kepada mereka.

Sebagai contoh, ketika Anda sedang merencanakan kegiatan liburan keluarga. Jangan cuma jadikan ini diskusi antar suami istri saja. Ajaklah anak untuk ikut berdiskusi untuk mengetahui keinginan mereka. Meski tidak akan dipenuhi semuanya, paling tidak buat mereka tahu seberapa besar anggaran yang tersedia dalam kegiatan tersebut.

4. Ajarkan dia Menabung

Jangan hanya Anda yang menabung, Anda juga mesti mengajari anak untuk menyimpan uang mereka. Sebagai permulaan, tidak perlu langsung ke bank, mulailah dengan menggunakan celengan yang bisa diberi di warung-warung. Selain itu, tidak perlu banyak-banyak, mulai saja dengan menyimpan uang recehan sisa jajan mereka di sana. Nantinya, setelah terkumpul, uang itu bisa digunakan untuk dibelikan berbagai barang sesuai kebutuhan dan keinginan mereka.

Mengajarkan anak pengaturan keuangan bukan berarti pelit. Namun itu justru akan melatih mereka agar di masa depan nanti sudah mampu mandiri dalam mengatur keuangan mereka sendiri. Selamat mengajar ya!

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama