Mempersiapkan Ongkos Naik Haji dengan Tabungan Haji

Menunaikan ibadah haji adalah kewajiban bagi umat muslim. Namun ongkos haji tidak lah sedikit untuk itu siapkanlah dengan Tabungan Haji terbaik.

Banyak cerita orang-orang yang rela menabung hingga puluhan tahun lamanya agar bisa menunaikan ibadah haji. Seperti seorang “tukang sapu menabunga selama 40 tahun untuk naik haji, atau seorang pemulung yang menyisihkan uangnya agar bisa naik haji.

Menunaikan ibadah haji bukan hanya mempersiapkan mental dan keimanan seseorang saja tetapi biaya untuk berangkat ke tanah suci juga harus dipikirkan matang-matang. Untuk itu Anda harus mempersiapkan dana yang cukup untuk ongkos naik haji. 

Salah satu caranya adalah dengan tabungan haji. Tabungan haji merupakan tabungan rencana hampir mirip dengan tabungan pendidikan bedanya adalah tujuan dan manfaat dari tabungan ini. Sama dengan namanya, tentu tujuan dari tabungan ini adalah untuk mempersiapkan ongkos naik haji.

Untuk mempersiapkan dana haji nasabah diwajibkan menyetor dana bulanan sampai jangka waktu yang ditentukan. Manfaat lain dari tabungan haji ini antara lain nasabah bisa terdaftar sebagai peserta haji dan terhubung ke jaringan SISKOHAT (jaringan pelayanan haji online). 

Biasanya tabungan haji juga memberikan manfaat asuransi jiwa, dan mendapat beberapa souvenir haji. Untuk mendapat perbandingan manfaat yang ditawarkan tabungan haji, mari kita lihat fitur tabungan haji dari 3 bank berikut ini:

1. Tabungan Haji BRISyariah iB

BRI Syariah memiliki tabungan haji Mudharabah Muthlaqah dengan fasilitas sebagai berikut :

1. Mata uang IDR

2. Dapat bertransaksi di seluruh jaringan Kantor Cabang BRISyariah secara online

3. Gratis Asuransi jiwa dan kecelakaan

4. Bagi hasil yang kompetitif

5. Pemotongan zakat secara otomatis dari bagi hasil yang Anda dapatkan

6. Online dengan SISKOHAT

7. Kemudahan dalam merencanakan persiapan ibadah haji Anda

Setoran awal Tabungan Haji BRISyariah iB adalah sebesar Rp 50. 000, bulan berikutnya baru sebesar Rp 10.000. Saldo minimal yang harus ada di tabungan adalah Rp 50.000,- dan dana tidak dapat ditarik sewaktu-waktu. Selain itu BRI juga tidak memberikan fasilitas kartu ATM.

2. Tabungan Muamalat iB Haji dan Umrah

Tabungan haji dari Bank Muamalat menawarkan beragam fasilitas yang memudahkan nasabah. Anda dapat memilih jangka waktu dan jumlah setoran sesuai paket yang tersedia. Selain itu Tabungan Muamalat iB Haji dan Umrah terhubung langusng dengan SISKOHAT Kementrian Agama untuk memperoleh kepastian mendapatkan kuota / porsi keberangkatan ibadah haji.

Setoran minimum pembukaan rekening adalah sebesar Rp 50.000 dengan saldo minimum Rp 50.000. Anda tidak dapat melakukan penarikan regular, penarikan hanya bisa dilakukan untuk pembayaran biaya penyelenggaraan ibadah haji. Sedangkan untuk penambahan saldo dapat dilakukan melalui setoran tunai, pindah buku, transfer ataupun fasilitas Standing Instruction yang dimiliki Bank Muamalat.

3. Mandiri Tabungan Haji dan Umroh

Bank Mandiri menyediakan sarana penunjang bagi nasabahnya yang ingin menunaikan ibadah suci dengan menyediakan Mandiri Tabungan Haji dan Umroh. Tabungan ini dapat dibuka di seluruh cabang Bank Mandiri. Pembukaan awal dengan minimal setoran sebesar Rp 100 ribu. 

Penyetoran dapat dilakukan secara tunai di cabang atau melalui fasilitas pemindahbukuan melalui mandiri e-banking (mandiri atm, mandiri sms, mandiri internet dan mandiri call). Fasilitas yang ditawarkan adalah sebagai berikut:

1. Jaringan yang luas dengan cabang yang tersebar diseluruh nusantara serta

2. On-line dengan SISKOHAT Kementerian Agama sehingga memudahkan nasabah terdaftar sebagai calon jemaah haji*

3. Dapat dibuka di seluruh cabang Bank Mandiri, yang tersebar diseluruh Indonesia.

4. Jumlah mandiri atm (tunai dan non tunai) yang tersedia.

Waktu yang Tepat Untuk Menabung

Pada usia berapa idealnya seseorang mulai menabung untuk naik haji? Melihat masa tunggu haji yang semakin panjang ada baiknya menyiapkan biaya haji sejak dini. Misalnya, saat anak usia 10 tahun seorang muslim sudah membuka rekening tabungan haji.

Jika nasabah mendapatkan daftar tunggu selama 12 tahun, maka nasabah sudah bisa naik haji ketika usia 22 tahun. Pada usia 22 tahun, seseorang bisa berhaji dalam kondisi fisik yang masih sangat prima. Jadi waktu yang tepat untuk menabung adalah sedini mungkin, Anda juga bisa menyesuaikan dengan masa tunggu haji.

Baca juga: Fungsi dan Cara Menyiapkan Dana Darurat

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama