Biaya Membesarkan Anak Lebih Mahal Dari Harga Rumah ?

Sebagai orang tua, tentu kita ingin memberikan yang terbaik pada anak. Namun, tahukah Anda kalau sesungguhnya biaya mengurus anak bisa berjumlah fantastis hingga melewati harga rumah sekalipun? Tidak percaya, ini ulasannya.

  1. masa bayi sampai tk (0-6 tahun)
  2. masa sd (7 - 12 tahun)
  3. masa smp hingga sma ( 13 - 18 tahun)
  4. masa kuliah (19 -22 tahun)

Semua orang tua pasti ingin memberikan yang terbaik bagi anaknya. Bahkan banyak di antara mereka yang tidak keberatan untuk mengeluarkan uang banyak untuk membesarkan sang buah hati.

Bahkan, atlet selancar angin peraih emas Olimpiade, Lee Lai Shan pernah berujar kalau biaya membesarkan satu anak di Hong Kong bisa mencapai HKD 4 juta (sekitar Rp 6 miliar) hingga mereka besar nanti. Akibat pernyataannya itu, ia langsung mendapat berbagai komentas pedas dari pada orang tua yang kontra dengannya. Namun, apakah Anda setuju dengan Lai Shan?

Biaya membesarkan anak tidaklah murah

Memang kenyataannya biaya hidup di Indonesia, belum tentu lebih besar dari Hong Kong. Namun, itu bukan berarti biaya membesarkan anak di Tanah Air murah, melainkan tetap tinggi. Sebagai gambaran, berapa sih biaya kuliah di universitas saat ini?

Sebagai contoh, rata-rata jumlah uang pangkal yang diminta universitas  saat ini bisa sebesar Rp 7 juta di saat pendaftaran, lalu ditambah lagi dengan iuran per semester sekitar Rp 5 juta. Bila menempuh pendidikan selama 8 semester, maka biaya yang diperlukan mencapai Rp 47 juta! Itu pun belum termasuk ongkos dan biaya tugas loh. Walau mungkin tidak sebesar apa yang disebutkan Lai Shan, kenyataannya biaya membesarkan anak saat ini bisa dibilang sudah lebih tinggi dari rata-rata harga rumah cluster di luar Jakarta yang sekitar Rp 300-400 juta.

Tidak percaya? mari kita hitung. Mari kita asumsikan pengeluaran yang diperlukan, yaitu biaya makanan (termasuk susu), kesehatan, pakaian, pendidikan, hiburan, dan lain-lain.

Masa Bayi sampai TK (0-6 tahun)

Di usia ini, beberapa kebutuhan yang sering dianggarkan adalah sebagai berikut.

Biaya Makanan (susu, makanan bayi, jajan) : Rp 600.000

Biaya pakaian (karena pertumbuhan dan lebaran) : Rp 200.000

Biaya kesehatan (dokter, obat, dan vitamin) : Rp 300.000

Biaya pendidikan (asuransi, playgroup, TK) : Rp 300.000

Biaya hiburan (mainan dan jalan-jalan) : Rp 300.000

Total kebutuhan tiap bulan yang diperlukan adalah Rp 1.700.000 x 72 bulan (6 tahun), maka uang yang dibutuhkan untuk membesarkan anak selama periode ini mencapai Rp 122.400.000.

Bagaimana, luar biasa bukan? Itu pun belum termasuk biaya pembelian popok di masa bayi dan pengeluaran lain loh.

Penuhi segala kebutuhan anak, termasuk pendidikan

Masa SD (7-12 tahun)

Di usia ini, beberapa kebutuhan yang sering dianggarkan adalah sebagai berikut.

Biaya pendidikan (baju sekolah, buku, ongkos, jajan, les) : Rp 600.000

Biaya pakaian (karena pertumbuhan dan lebaran) : Rp 300.000

Biaya kesehatan (asuransi, dokter, dan obat) : Rp 300.000

Biaya lain-lain (hiburan dan sebagainya) : Rp 300.000

Total kebutuhan perbulan yang diperlukan adalah Rp 1.500.000 x 72 bulan (6 tahun), maka uang yang dibutuhkan untuk membesarkan anak selama periode ini mencapai Rp 108.000.000.

Perhitungan yang dilakukan ini masih bersifat kotor ya, sebab terkadang akan ada berbagai pengeluaran keperluan yang tidak diduga.

Masa SMP hingga SMA (13-18 tahun)

Di masa ini , kebutuhan yang harus dianggarkan kurang lebih mirip dengan masa SD. Namun, di usia ini pula seorang anak akan memasuki masa puber, yaitu tahun-tahun penuh keinginan bersosialisasi, mengekspresikan keinginan, dan mencari jati diri. Karena itu, bersiaplah menyiapkan dana lebih besar untuk memenuhi keinginan tersebut.

Biaya pendidikan (baju sekolah, buku, ongkos, jajan, les) : Rp 800.000

Biaya pakaian (karena pertumbuhan dan lebaran) : Rp 400.000

Biaya kesehatan (asuransi, dokter, dan obat) : Rp 300.000

Total kebutuhan perbulan yang diperlukan adalah Rp 1.500.000 x 72 bulan (6 tahun), maka uang yang dibutuhkan untuk membesarkan anak selama periode ini mencapai Rp 108.000.000.

Apakah hanya itu saja? Jangan salah, masih ada anggaran lain yang harus dipenuhi yaitu untuk membeli ponsel beserta pulsanya. Taruhlah biaya yang diperlukan sebanyak Rp 2 juta per unit, bila masa pakainya selama 2 tahun, maka siapkan dana hingga Rp 6 juta termasuk pulsa Rp 100 ribu x 72 bulan yaitu Rp 7.200.000.

Nah, kalau ditotal dengan anggaran termasuk luar ponsel, maka jumlah dana yang diperlukan adalah Rp 121.200.000.

Masa Kuliah (19-22 tahun)

Pada usia ini, biaya yang paling diperlukan adalah untuk pendidikan. Anggaplah biaya masuk kuliah saat ini sebesar Rp 7 juta dengan uang per semester mencapai Rp 5 juta. Bila masa menuntut ilmunya sebanyak 8 semester (4 tahun). Maka besaran anggaran yang diperlukan adalah

Asuransi penting untuk menyiasati tingginya biaya pendidikan di masa depan

Uang pangkal : Rp 7.000.000

Uang semester : Rp 5.000.000 x 8 = Rp 40.000.000

Total : Rp 47.000.000

Itu baru biaya kuliah loh, lalu bagaimana dengan kepeluan bulanannya?

Biaya kuliah (ongkos angkutan/bensin, makan, dan tugas) : Rp 1.000.000

Biaya pakaian : Rp 300.000

Biaya kesehatan (asuransi, dokter, dan obat) : Rp 300.000

Biaya lain-lain (hiburan dan sebagainya) : Rp 200.000

Total kebutuhan tiap bulan yang diperlukan adalah Rp 1.800.000 x 48 bulan (4 tahun), maka uang yang dibutuhkan untuk membesarkan anak selama periode ini mencapai Rp 86.400.000. Untuk memenuhi biaya tersebut, terkadang beberapa orang tua sampai harus meminjam uang loh. Namun, masa iya sampai harus begitu?

Setelah dihitung berdasarkan periode pendidikannya, maka total pengeluaran yang dibutuhkan selama 22 tahun yaitu Rp 438.000.000, Wow! Untuk informasi, hitung-hitungan yang dibuat KreditGoGo ini dibuat berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa orang tua dan asumsi sederhana penulis berdasarkan pengalaman hidup ya. Jadi bila kurang puas atau tidak percaya, itu kembali lagi kepada Anda.

Terlepas dari itu semua, siapa bilang membesarkan seorang anak itu mudah? Memang, setiap anak pasti memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Namun, tidak ada salahnya kan untuk mempersiapkannya dari sekarang seperti dengan membeli asuransi pendidikan dan menabung.

Ayo, siapkan masa depan Anak sejak dini.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama