Ayo, Jangan Remehkan Masa Pensiun!

Masa pensiun merupakan saat yang krusial bagi seseorang. Setelah pensiun atau tidak lagi bekerja, seseorang dituntut untuk terus membiayai hidupnya. Nah, untuk menyikapi hal tersebut maka sudahlah pasti ada persiapan yang harus dilakukan seseorang jauh sebelum dirinya pensiun.

Bila Anda seorang karyawan, pernahkan berpikir tentang masa pensiun? Ya, sebagai seorang karyawan, kita pasti akan masuk masa pensiun suatu saat nanti. Namun, pernahkan Anda berpikir bagaimana kondisi finansial ketika pensiun nanti?

Persiapan Masa Pensiun

Baiklah, mari kita berandai-andai sejenak, jika ingin tetap mempertahankan gaya hidup seperti saat masih bekerja, maka Anda tetap harus memiliki pemasukan yang sama seperti belum pensiun. Dengan asumsi masa pensiun rata-rata orang Indonesia yang mencapai usia 56 tahun, dan umur hidup hingga 70 tahun. Maka dana yang disiapkan harus memenuhi sisa 14 tahun hidup Anda.

Selanjutnya, bila gaji per bulan Anda sebelum pensiun sebesar Rp 10 juta, bila tanpa penurunan gaya hidup. Maka Anda membutuhkan dana sebesar Rp 1,68 miliar selama 14 tahun ke depan, hitung-hitungan ini pun belum termasuk pertumbuhan inflasi loh. Tentu sangat besar bukan?

Bagi Anda yang bekerja sebagai pegawai negeri mungkin tidak akan mengalami banyak masalah. Karena ketika pensiun nanti masih tetap menerima dana pensiun setiap bulan dengan nilai yang tidak jauh berbeda dari waktu masih bekerja.

Termasuk perusahaan BUMN, di mana mereka juga memberikan fasilitas pensiun melalui mekanisme angsuran iuran pensiun yang sudah dipotong setiap bulan karena. Hal ini disebabkan karena dana potongan itu sudah digunakan untuk fasilitas persiapan pensiun (MPP/Masa Persiapan Pensiun).

Lalu, bagaimana dengan pegawai swasta? Ini dia masalahnya. Walaupun mereka sering mendapatkan gaji lebih besar dibandingkan pegawai negeri. Namun banyak perusahaan swasta yang tidak memberikan fasilitas penunjang pensiun bagi para pegawainya. Hal inilah yang dialami para pegawai swasta, mereka sering mengalami kesulitan keuangan ketika pensiun karena tidak mempersiapkannya dengan baik.

Agar hal itu tidak terjadi, jangan lakukan hal-hal di bawah ini ketika masih bekerja:

1. Meremehkan usia

Bila usia Anda saat ini masih di bawah 30 tahun dan menganggap waktu bekerja masih sangat panjang, sebaiknya ubah pemikiran tersebut. Dengan usia yang masih muda, Anda masih punya banyak waktu untuk mempersiapkan masa pensiun sehingga kemungkinan untuk mendapatkan hasil yang baik menjadi lebih besar. Idealnya, persiapan pensiun seharusnya sudah dimulai ketika mulai berkarir.

2. Mengambil manfaat jaminan sosial terlalu cepat

Pada dasarnya, manfaat jaminan sosial diperlukan ketika Anda berada di posisi sulit. Namun, bila tidak mendapat posisi tersebut, sebaiknya simpan uang jaminan tersebut untuk dapat dimanfaatkan ketika masa pensiun. Sebagai contoh, di Amerika Serikat, para pekerja di sana rata-rata baru melakukan pengajuan klaim jaminan sosial setelah usia 70 tahun atau ketika masuk masa pensiun. Mereka menilai, dengan pengambilan di usia tersebut, keuntungan yang didapat menjadi lebih banyak dibanding diambil saat sebelum pensiun.

3. Terlalu royal

Jangan belanjakan gaji Anda dengan sembarangan. Sebagai contoh, bila Anda memiliki anak, lalu ingin membelikannya barang-barang berharga mahal seperti smartphone. Hal itu sah saja dilakukan bila tidak mengganggu keuangan. Untuk itu, rencanakanlah pengeluaran sebaik mungkin dan mulailah berhemat.

4. Terlalu percaya orang dekat

Maksud dari pernyataan itu adalah, jangan sampai terlalu percaya nasihat keuangan dari teman atau keluarga. Mengapa begitu? Sebab mereka bisa saha merasa sangat mengenal Anda, namun pada dasarnya hanya Anda yang mengetahui tingkat kebutuhan sendiri setiap bulan. Dalam hal ini, sebaiknya gunakan jasa penasihat keuangan untuk meminta saran dalam mengelola uang.

5. Meremehkan investasi

Bila Anda menganggap investasi bisa memberikan kerugian dalam jumlah besar, memang benar. Namun hal itu bisa dihindari bila Anda mengetahui jenis investasi yang memiliki nilai resiko rendah namun punya bisa memberikan keuntungan yang baik. Pelajarilah jenis-jenis investasi yang ada termasuk untung ruginya.

Berdasarkan pengalaman yang terjadi pada banyak orang, sebenarnya banyak pegawai swasta telah mulai sadar untuk mempersiapkan diri ketika memasuki masa pensiun melalui fasilitas perencanaan keuangan untuk menghadapi masa pensiun.

Bagaimana dengan Anda? Apakah sudah mempersiapkannya. Ingat, walaupun sudah pensiun, Anda juga tetap masih harus menghidupi keluarga. Jadi, mulai persiapkanlah dengan baik, agar hari tua bisa tetap menjadi masa yang menyenangkan, bukan menyedihkan.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama