5 Prioritas Utama yang Harus Dilakukan Ketika Gajian

Ketika gaji Anda masuk kendalikanlah kemana uang tersebut akan pergi. Anda dapat mengelola keuangan tersebut dengan melakukan 5 tahapan prioritas berikut ini.

Momen gajian menjadi saat-saat yang paling Anda nantikan setelah satu bulan lamanya bekerja. Ketika tanggal gajian tiba Anda sudah membayangkan ingin membeli barang-barang yang sudah dimimpikan sejak lama. 

Namun tunggu dulu, jika Anda tidak ingin gaji Anda habis ditengah bulan maka buatlah prioritas utama yang harus dilakukan dengan gaji tersebut. Permasalahan yang sering terjadi pada kebanyakan orang adalah gaji cepat habis tanpa disadari. 

Seringkali Anda lupa dan tidak sadar bahwa uang yang dibelanjakan terlalu berlebihan. Hal ini dapat terjadi karena pengaturan yang kurang baik. Salah satu hal penting yang harus dilakukan saat menerima gaji adalah membagi gaji tersebut menjadi beberapa bagian tertentu. 

Pilihlah bagian mana yang harus dijadikan prioritas. Nah, berikut ini adalah 5 prioritas utama yang harus Anda lakukan ketika menerima gaji.

1. Bersedekah

Bersedekah berada dalam prioritas pertama. Mengapa? Sebab pengeluaran ini sifatnya tetap, 2,5 persen untuk zakat. Jadi, keluarkan dana zakat saat menerima gajian setiap bulan sebesar 2,5% - 10% dari penghasilan.

Bersedekah membuat uang Andamenjadi berkah, uang tersebut akan bermanfaat bagi Anda, dan orang-orang di sekitar Anda. Dengan berbagi pada sesama akan membuat hidup Anda lebih bermakna dan bahagia, selain itu Anda juga bisa membuka pintu rezeki lainnya.

bersedekah

2. Membayar Tagihan Utang

Berapa banyak tagihan yang Anda miliki? Prioritas utama selanjutnya yang harus Anda lakukan adalah membayar semua tagihan yang Anda miliki. Misalnya saja tagihan kartu kredit, tagihan cicilan mobil ataupun rumah.

Tagihan-tagihan diatas adalah pengeluaran wajib yang sifatnya penting untuk didahulukan sebelum membayar pengeluaran lainnya. Sisihkanlah 35% dari pendapatan bersih yang Anda miliki. 

Contoh 35% dari Rp 4.000.000 adalah sebesar Rp 1.400.000.

Ini jumlah mutlak yang Anda harus sisihkan setiap bulan untuk membayar semua tagihan. Jika dana tersebut masih lebih maka Anda bisa menyisihkannya untuk tambahan dana darurat.

menghitung pengeluaran bulanan

3. Menabung dan Investasi

Menabung dan investasi sejumlah bentuk kebutuhan masa depan yang harus dialokasikan dari penghasilan bulanan. Sekecil apapun Anda menabung, jika dilakukan secara rutin, maka Anda bisa merasakan manfaatnya jika suatu saat membutuhkannya.

Kebutuhan ini menjadi penting karena kondisi keuangan selalu dinamis. Anda tidak akan tahu apa yang akan terjadi dimasa depan, apalagi bagi seorang karyawan. Hal buruk bisa saja terjadi mungkin suatu saat Anda mengalami kehilangan pekerjaan. Maka dana tabungan dan investasi dapat membantu Anda kelak.

Anda bisa menyisihkan minimal 10% hingga 20% dari pendapatan bulanan. Contoh : 20% dari Rp 4.000.000 adalah sebesar Rp 800.000. Jika ingin berinvestasi dalam bentuk logam mulia, Anda bisa mulai menabung sedikit demi sedikit sampai mencapai (kurang lebih) Rp2.700.000 untuk membeli logam mulia sebesar 5 gram.

savings and investment

4. Biaya Bulanan

Jika ketiga kewajiban di atas sudah dipenuhi begitu Anda menerima gaji bulanan, gunakan sisanya untuk memenuhi semua kebutuhan rutin bulanan, seperti sembako, listrik/air, uang sekolah anak, iuran lingkungan/keamanan, dan lain sebagainya.

Anda dapat membuat catatan belanja bulanan dan semua daftar tagihan rutin tersebut. Tentukanlah berdasarkan kebutuhan jangan belanja diluar dari daftar belanja Anda. Besarnya biaya bulanan dapat Anda sisihkan minimal 40% dari pendapatan bulanan.

credit balances

5. Biaya Hiburan

Sisanya dapat dimanfaatkan untuk biaya hiburan termasuk yang terkait dengan hobi seperti membeli buku, menonton film, ataupun biaya rekreasi, dan makan di café. Tetapi ingin ini dapat dilakukan jika prioritas utama sudah terpenuhi. Angarkan saja 5% dari pendapatan Anda di bulan itu.

Sebesar apa pun penghasilan Anda, uang takkan tersisa setiap bulannya jika masih menggunakan pola yang salah ataupun tidak memiliki prioritas. Semua hal di atas perlu dilakukan tak hanya saat menerima gaji pertama, untuk pendapatan selanjutnya pun Anda harus melakukan langkah yang sama.

Baca juga: Cara Belanja Hemat untuk Anda yang Bergaji 2 Juta

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama