5 Kesalahan dalam Merencanakan Dana Pendidikan

Biaya pendidikan adalah komponen biaya terpenting yang harus direncanakan dengan matang sebelum anak masuk usia sekolah. Untuk itu jangan sampai melakukan lima kesalahan ini.

saving for education

Memberikan pendidikan terbaik bagi anak adalah impian semua orangtua. Mereka ingin memberikan yang terbaik untuk buah hatinya dengan harapan akan menjamin masa depan anak-anak mereka. Untuk itu biaya pendidikan menjadi tantangan tersendiri untuk orangtua.

Tantangan tersebut adalah kenaikan biaya pendidikan yang naik setiap tahunnya. Kenaikan tersebut bisa mencapai 10% hingga 20% per tahunnya. Besarnya biaya pendidikan menuntut orangtua harus pintar merencanakan keuangan agar target biaya pendidikan dapat terpenuhi ketika anak-anak siap bersekolah.

Banyak orang tua merasa, bahwa mereka sebetulnya sudah mempersiapkan dana pendidikan bagi anak-anaknya. Sayangnya, persiapan itu tidak mereka lakukan dengan cara yang tepat. Sehingga dana pendidikan tidak terpenuhi dengan baik bahkan ada yang sampai harus meminjam untuk mendapatkan dana tambahan.

Ternyata banyak orangtua yang tidak tepat dalam merencanakan dana pendidikan anak-anaknya. Hal itu disebabkan beberapa kesalahan, Ada lima kesalahan yang biasa dilakukan oleh orangtua dan kesalahan ini kerap kurang atau tidak disadari oleh mereka.

1. Terlambat Merencanakan

late for meeting

Tidak mempersiapkan dana pendidikan sejak dini merupakan kesalahan yang fatal. Kesalahan ini sering kali terjadi, Anda terlambat mempersiapkan dana pendidikan yang besarannya selalu naik. Sehingga jika Anda menundanya maka yang terjadi adalah dana pendidikan tersebut tidak bisa terpenuhi dengan baik.

Karena jumlah biaya pendidikan yang sangat mahal, seharusnya orangtua sudah mulai mempersiapkan dana pendidikan bagi anaknya sejak anak baru lahir atau bahkan sebelum anak lahir. Jangan pernah berkompromi untuk pendidikan anak, kalau bisa sekarang kenapa harus ditunda-tunda.

2. Mengabaikan Kenaikan Harga/Inflasi

inflasi harga barang pokok

Orangtua mengira, bahwa nilai biaya pendidikan di masa mendatang tetap sama. Padahal ada kenaikan biaya pendidikan setiap tahunnya dan besarnya jauh lebih tinggi melebihi inflasi. Ini yang sering diabaikan oleh kebanyakan orangtua dan tidak memperhatikan kenaikan biaya pendidikan.

Rata-rata kenaikan biaya pendidikan di Indonesia adalah 15% – 20% per tahun. Ada beberapa sekolah yang mengalami kenaikan 10% per semester (setara dengan 21% per tahun). Hal ini akan berpengaruh terhadap perhitungan biaya pendidikan yang dibutuhkan.

Kesalahan dalam mengabaikan kenaikan harga atau faktor inflasi dalam merencanakan dana pendidikan diakibatkan oleh kesulitan dalam melakukan perhitungan. Untuk itu jika Anda mengalaminya cobalah menggunakan layanan perencanaan keuangan agar dapat mengetahui berapa dana yang harus Anda persiapkan untuk pendidikan anak Anda.

Baca juga: Siap Menghadapi Biaya Pendidikan yang Selalu Naik?

3. Menabung atau Berinvestasi Terlalu Sedikit

less savings and investment

Tingkat pengetahuan masyarakat mengenai beragam produk tabungan dan investasi memang masih rendah. Kekurangtahuan mengenai detil produk menjadikan banyak orangtua justru merasa terjebak ketika dana pendidikan yang diharapkan tidak sesuai harapan di akhir periode simpanan.

Menabung ataupun investasi yang Anda lakukan menjadi terlalu sedikit untuk memenuhi target dana pendidikan anak hingga selesai. Tersedia banyak produk keuangan yang didesain untuk memenuhi kebutuhan dana pendidikan anak, mulai dari tabungan pendidikan berjangka (taka), deposito, asuransi pendidikan, investasi reksa dana dan produk investasi lainnya.

Anda memerlukan pilihan produk keuangan yang mampu mengimbangi kenaikan biaya pendidikan anak. Jadi sebelum memilih produk kekuangan baik itu tabungan ataupun investasi buatlah sebuah rencana keuangan. Anda juga bisa berkonsultasi dengan seorang perencana keuangan.

4. Persiapan Dana tidak Diasuransikan

education insurances

Dana pendidikan anak seluruhnya bergantung pada kemampuan keuangan orang tua. Jadi jika orang tua berhenti berkerja ataupun megalami kemungkinan terburuk seperti meninggal dunia sumber dana untuk ditabung juga akan terputus.

Menurut perencana keuangan Safir Senduk, “kemampuan menabung di bank itu diambil berdasarkan kemampuan fisik, artinya begitu Anda meninggal tabungan pun terhenti, sementara asuransi tidak begitu. Inilah yang banyak tidak dilakukan orang tua, padahal Anda tidak tahu kelak apa yang akan terjadi”.

Jadi ada baiknya Anda juga memilih produk keuangan yang disertai dengan asuransi jiwa, agar tabungan pendidikan anak dapat terus berjalan walaupun sang pencari nafkah mengalami hal buruk sehingga tidak memungkinkan lagi untuk mendapatkan pemasukan.

5.Tidak Konsisten Menabung

celengan pecah

Agar dana pendidikan bagi Anak kelak dapat bertambah jumlahnya sesuai yang direncanakan, maka orangtua harus memiliki kebiasaan menyisihkan sebagian penghasilan bulanan untuk ditabung yang konsisten.

Jangan sampai tabungan pendidikan anak terhenti di tengah jalan hingga jumlahnya tidak sesuai rencana yang sudah ditentukan di awal Anda membuka tabungan. Bahkan ada pula orangtua yang mengambil dana tabungan ini di tengah jalan untuk keperluan lain.

Baca juga: Kapankah Waktu yang Tepat Mengajukan Asuransi pendidikan?

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama