Penghasilan Rp 10 Juta per Bulan: Beli Rumah atau Mobil ya?

Bingung menentukan pilihan apakah beli rumah atau mobil terlebih dahulu dengan penghasilan Rp 10 juta per bulan? Sebelum memutuskannya, ada baiknya Anda mempertimbangkan hal-hal berikut ini.

Seiring bertambahnya usia hingga meningkatnya penghasilan, memunculkan berbagai kebutuhan baru yang perlu diwujudkan. Kebutuhan yang sering menjadi pertimbangan bagi banyak orang adalah rumah dan mobil.

Membeli rumah ataupun mobil tentu membutuhkan biaya tidak sedikit. Walaupun saat ini membeli rumah dan mobil tidaklah sesulit dahulu. Hanya dengan down payment (DP) atau uang muka berkisar 20-30% dari harga total, Anda sudah bisa memiliki rumah ataupun mobil impian.

Lalu muncul pertanyaan dalam benak diri, apakah rumah atau mobil yang dibeli terlebih dahulu? Sebenarnya, kebutuhan membeli rumah atau mobil terlebih dahulu tergantung dari keputusan Anda. Namun, semua itu harus disesuaikan dengan kondisi keuangan.

Bagi Anda yang berpenghasilan Rp 10 juta/bulan dan masih bingung membeli rumah atau mobil dahulu dalam jangka waktu 7 tahun, ada baiknya mempertimbangkan pemaparan dari Perencana Keuangan ZAP Finance, Prita Hapsari Ghozie, berikut ini.

Membeli Rumah

Jika ingin membeli rumah, Anda memiliki dua pilihan, yaitu membeli secara langsung atau membeli melalui kredit pemilikan rumah (KPR). KPR rumah sering menjadi pilihan masyarakat, mengingat harga rumah memang tak murah.

Jika harus menunggu sampai memiliki dana cukup untuk membeli sebuah rumah, rasanya akan sangat lama karena nilai rumah bakal terus naik. Untuk mengambil KPR, ada baiknya memperhatikan dua hal berikut:

1. Berapa harga rumah yang mampu dibeli? Indikatornya adalah Anda harus memiliki dana minimal 20-30% dari harga beli rumah untuk dijadikan DP.

2. Berapa nilai cicilan KPR yang mampu dibayar? Indikatornya adalah Anda harus memiliki arus kas sebesar minimal 25% dari penghasilan rutin bulanan selama minimal 5 tahun ke depan yang tidak digunakan untuk kebutuhan konsumsi rutin.

Membeli Mobil

Untuk mobil, jika Anda memang ingin menggunakannya sebagai aset konsumsi, ada baiknya membeli mobil secara tunai. Mengapa? Pertama, mobil tidak dimaksudkan untuk menjadi aset produktif dan nilainya cenderung akan terus mengalami penurunan seiring masa penggunaannya.

Aset seperti mobil akan ‘memakan’ nilai uang yang sudah diinvestasikan sejak awal karena adanya faktor-faktor penyebab terjadinya depresiasi itu sendiri, seperti kerusakan, berubah bentuknya sebuah aset, dan lain sebagainya.

Baca juga: Anda Ingin Membeli Mobil Pertama? Perhatikan 6 Tips Berikut Ini

Kedua, berbicara mengenai kendaraan, masih ada alternatif lain yang bisa digunakan, yaitu transportasi umum.

Sesuaikan dengan Nilai Inflasi

Agar keinginan besar ini terencana dengan baik, maka hitunglah nilai rumah dan mobil yang ingin dibeli. Jika memang berniat membelinya dalam waktu 7 tahun dari sekarang, Anda harus melakukan penyesuaian terhadap nilai inflasi.

Jika berniat membeli rumah atau mobil secara tunai, maka untuk durasi 7 tahun, alternatif produk investasi yang dapat digunakan adalah logam mulia atau reksadana campuran yang agresif. Anda bisa menargetkan imbal hasil sebesar 15% per tahun, untuk dana yang ditempatkan.

Dengan penghasilan Rp 10 juta per bulan, maka idealnya dana yang bisa disisihkan untuk kebutuhan membeli rumah atau mobil sebesar Rp 2 juta per bulan.

Sehingga, jika rajin menyisihkan Rp 2 juta untuk dibelikan produk investasi dengan asumsi imbal hasil 15% per tahun, saldo investasi 7 tahun lagi menjadi Rp 297 juta (nilai masa mendatang).

Nah, apakah rumah ingin dibeli seharga itu? Jika tidak, maka perlu mempersiapkan DP dan sisanya dicicil melalui fasilitas KPR.

Hal tak kalah penting lainnya adalah jika masih memiliki utang kartu kredit, lunasilah terlebih dahulu tagihannya agar tak mengganggu implementasi rencana keuangan Anda.

Jadi, apakah sudah menentukan ingin membeli rumah ataukah mobil terlebih dahulu? Semoga artikel ini bisa membantu Anda dalam mengambil keputusan yang sesuai dengan kebutuhan.

Baca juga: 5 Pertimbangan Sebelum Membeli Rumah Melalui KPR

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama