Ambil Cicilan KPR atau Beli Rumah dengan KTA?

Memiliki rumah adalah idaman banyak orang. Jika tak punya dana tunai untuk membeli rumah, Anda bisa mengajukan pinjaman kredit tanpa agunan atau mencicil lewat KPR. Di antara keduanya lebih menguntungkan yang mana?

Selain menjadi kebutuhan primer, rumah merupakan salah satu bentuk investasi yang menguntungkan. Sebab, nilai properti cenderung bakal selalu naik setiap tahun.

Tidak heran jika harga rumah kian meninggi. Zaman sekarang, minimal butuh Rp400 juta untuk membeli sebuah hunian. Itu juga letaknya berada di daerah pinggir kota. Di tengah kota, harga rumah sudahmencapai miliyaran.

Harga tentu tak akan jadi soal apabila dana yang dimiliki cukup. Jika tidak, Anda bisa mendapatkan bantuan dengan mengajukan pinjaman KPR atau Kredit Tanpa Agunan (KTA).

Tapi sebelumnya, cari tahu dulu kelebihan dan kekurangan masing-masing untuk menentukan pinjaman yang cocok dengan keinginan serta kondisi keuangan Anda.

Pilihan Bentuk dan Lokasi Rumah

Rumah KPR biasanya dibangun dalam tipe cluster dan terletak di daerah yang belum padat penduduk seperti di pinggiran kota. Oleh karena itu, Anda tidak bisa memilih bentuk rumah sesuai keinginan karena desainnya serupa sebagaimana yang ditentukan pengembang. Fasilitas sekitar lingkungan rumah pun tidak maksimal. Misalnya, jauh dari tempat berbelanja, akses kendaraan umum, dan lain sebagainya.

Baca juga: Target Punya Rumah Sebelum Nikah, Persiapkan Hal Ini!

Jika Anda tak ingin membeli rumah KPR yangsudah jadi, Anda bisa membangun rumah sendiri dengan manfaatkan kredit tanpa agunan. Membangun sendiri berarti Anda bebas menentukan desain sesuai keinginan dan memilih penggunaan material bangunan kualitas terbaik agar rumah Anda awet dan tahan lama.

Jumlah Dana yang Dibutuhkan

Jika dilihat dari segi biaya yang dibutuhkan, sebenarnya total dana yang dibutuhkan tidak jauh berbeda secara keseluruhan. Hanya saja, untuk dana awal permulaan keduanya pasti berbeda. Untuk mengajukan KPR, Anda membutuhkan DP setidaknya 20-30% dari harga rumah. Misalkan saja harga rumah sekitar Rp300 juta, maka Anda harus menyediakan dana sekitar Rp60 juta - Rp90 juta

Sedangkan jika ingin membangun rumah sendiri, Anda membutuhkan dana yang lebih besar sekaligus. Oleh karena itu, pinjaman KTA bisa digunakan untuk membangun rumah. Sebelum mengajukan KTA, Anda harus menghitung secara keseluruhan biaya yang dibutuhkan untuk dapat membangun rumah, mulai dari lahan tanah, bahan bangunan, arsitek, dan tukang bangunan.

Tahap Proses Pengajuan

Kelebihan dari kredit tanpa agunan adalah tak ada jaminan atau agunan yang harus Anda berikan kepada bank. Sementara dalam KPR, surat-surat kepemilikan rumah akan ditahan terlebih dahulu oleh bank dan baru akan diberikan setelah Anda melunasi pembelian rumah.

Baca juga: Ketahui 5 Biaya Pengajuan Pinjaman Tunai KTA

Dari segi prosesnya, pengajuan KTA tergolong lebih cepat. Waktu yang dibutuhkan sekitar 1-2 minggu jika persyaratan dokumen seperti fotokopi slip gaji, NPWP, rekening buku tabungan, KTP, dan kepemilikan kartu kredit sudah dilengkapi. Ketika pihak bank sudah menyetujui pengajuan kredit tanpa agunan Anda, maka dana akan langsung ditransfer melalui rekening yang terdaftar.

Lain halnya dengan proses pengajuan KPR yang memerlukan beberapa tahapan mulai dari mempersiapkan uang muka, adanya survei rumah terlebih dahulu dari pihak bank, proses appraisal, hingga akad kredit antara bank, notaris, dan developer. Proses-proses ini membutuhkan waktu yang lebih lama dibanding pengajuan KTA.

Perbandingan Suku Bunga

Baik itu KTA maupun KPR, suku bunga ditentukan dari besaran jumlah pinjaman dan pilihan banknya. Secara umum, ada dua jenis suku bunga yang dikenakan pada kredit tanpa agunan, yakni suku bunga efektif yang dihitung dari nilai pokok hutang, bukan nilai pokok pinjaman. Keuntungannya adalah nilai bunga semakin lama akan menjadi berkurang seiring dengan pembayaran untuk pokok hutang.

Jenis yang kedua adalah suku bunga flat yang membebankan bunga yang sama setiap bulannya sampai cicilan KTA Anda lunas. Sedangkan pada KPR, ada empat jenis suku bunga yakni suku bunga flat dan suku bunga efektif seperti pada KTA.

Baca juga: Manfaat DP Rumah Untuk Pengajuan KPR

Lalu ada suku bunga anuitas yang angsuran bulanannya tetap, namun bunga dan pokok angsuran berubah secara periodik. Terakhir adalah suku bunga floating yang jumlah angsuran perbulannya tidak tetap karena harus mengikuti perkembangan suku bunga di pasaran.

Jadi sebelum Anda memutuskan untuk mengambil pinjaman KTA atau KPR, selalu tanyakan terlebih dahulu sistem bunga yang dikenakan sehingga Anda bisa membandingkannya terlebih dahulu.

Total dan Jangka Waktu Cicilan 

Rata-rata jangka waktu cicilan KPR berkisar mulai dari 15-20 tahun lamanya. Sedangkan jangka waktu pembayaran kredit tanpa agunan tergolong lebih cepat yakni antara 1-10 tahun. Perbedaan jangka waktu ini akan berpengaruh pada jumlah cicilan Anda per bulannya nanti. Pilih cicilan yang sesuai dengan kemampuan dan penghasilan. Anda bisa menyisihkan 30%-35% pendapatan per bulan untuk membayar cicilan.

Disarankan jika Anda memiliki penghasilan di bawah Rp6 juta, sebaiknya Anda memilih untuk mencicil rumah dengan mengambil KPR. Sedangkan jika Anda memiliki penghasilan di atas Rp6 juta, Anda bisa membangun rumah sendiri dengan jalan mengajukan kredit tanpa agunan.

Baca juga: Beli Rumah Cash atau KPR, Perhatikan Risikonya

Apapun pilihan Anda, selalu sesuaikan kondisi keuangan atau kemampuan finansial yang dimiliki. Jangan sampai nantinya pilihan yang diambil akan memberatkan Anda dikemudian hari. Semoga penjelasan di atas bisa membuat Anda tak lagi bimbang untuk memilih jenis pinjaman yang sesuai. 

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Berikan pendapat anda!