5 Langkah Wujudkan Resolusi Memiliki Rumah di 2016

Anda memiliki target untuk punya rumah sendiri di tahun 2016? Sebelum awal tahun tiba, mari buat resolusi terlebih dahulu dan lakukanlah 5 langkah berikut ini!

Memiliki rumah sendiri menjadi impian bagi setiap pasangan. Di Indonesia, rata-rata pembeli rumah pertama didominasi oleh masyarakat dengan kisaran umur 25-35 tahun.

Bagi Anda yang baru ataupun akan menikah, hal ini tentu menjadi salah satu target yang ingin segera direalisasikan. Sejatinya, rumah memiliki peranan penting untuk kehidupan jangka panjang. 

Namun, resolusi ini terkadang menjadi sesuatu yang berat untuk diwujudkan. Mengingat harga rumah yang terus naik, sementara penghasilan kita terkadang tidak berdaya mengejar kenaikan harga tersebut.

Kesulitan bisa juga terjadi karena faktor terbatasnya lahan untuk membangun sebuah rumah. Kalaupun ada, kemungkinan lokasinya akan sulit dijangkau.

Namun, Anda jangan patah semangat. Di sini, kami berikan 5 tips yang bisa Anda lakukan untuk mewujudkan resolusi memiliki rumah sendiri!

Pertimbangkan Lokasi Rumah

Pilih rumah baru atau bekas, ya?” Sebenarnya, hal tersebut tidak menjadi masalah. Anda bisa memilih diantara keduanya sesuai dengan bujet yang Anda miliki. Yang terpenting adalah Anda dan pasangan merasa nyaman untuk tinggal di rumah tersebut.

Pertimbangan selanjutnya adalah jarak antara rumah ke tempat Anda berdua beraktivitas. Jika jarak antara kediaman dengan tempat kerja semakin jauh, maka Anda juga harus mengeluarkan ongkos lebih banyak untuk transportasinya.

Tentu Anda tidak ingin apabila penghasilan Anda sebagian akan habis untuk biaya transportasi ke kantor. Karena pasti Anda dan pasangan memiliki banyak kebutuhan lainnya.

Sesuaikan dengan Keuangan Anda

Dalam membeli rumah, baik itu rumah baru ataupun bekas, dibeli dengan cara tunai ataupun kredit, sesuaikanlah dengan kekuatan keuangan Anda. Jika hendak membeli dengan cara tunai, berarti Anda harus menyediakan dana seperti harga yang diminta.

Apabila dana yang dibutuhkan belum tersedia, maka Anda harus menabungnya terlebih dahulu. Namun, jika kekuatan menabung Anda ternyata relatif tidak bisa banyak, maka kecepatan dana yang Anda kumpulkan dengan pertumbuhan harga rumah tidak akan seimbang.

Bahkan, bisa saja rumah yang Anda incar akan laku lebih dulu sebelum dananya mencukupi. Maka dari itu, Anda bisa memilih untuk mengajukan KPR/KPA sebagai alternatif solusinya.

Tunai atau Kredit?

Membeli rumah dengan cara tunai ataupun kredit, tentu Anda harus memperhitungkan berapa tabungan ataupun dana yang tersedia saat ini.

Sisi positif dari membeli rumah secara tunai adalah tentu Anda tidak akan dipusingkan dengan cicilan rumah. Namun, hal ini bisa terwujud bila Anda memiliki tabungan yang cukup untuk melunasi harga rumah.

Sedangkan sisi positif dari pembelian kredit adalah dana yang Anda sediakan tidak perlu sebesar ketika membeli secara tunai. Anda hanya perlu menyediakan dana sekitar 20–30 persen dari harga tunai.

Selanjutnya, Anda bisa mencicil untuk pelunasannya. Jadi, Anda bisa memiliki rumah lebih cepat dan dengan harga saat ini.

Cicilan Per Bulan Maksimal 30 Persen

Kekurangan dari pembelian rumah secara kredit adalah setelah sekian tahun mencicil hingga lunas, jumlah uang yang Anda bayarkan tentunya akan jauh lebih besar daripada harga tunai rumah tersebut.

Selain itu, pembelian rumah secara kredit juga akan melibatkan pihak bank sebagai tempat Anda membayar cicilan. Sebelum menyetujui jual-beli tersebut, pihak bank akan melakukan studi kelayakan dahulu kepada Anda.

Dalam pembelian rumah secara kredit, pastikan untuk cicilan per bulannya tidak lebih dari 30 persen dari pengeluaran setiap bulannya. Jadi, Anda masih memiliki keleluasaan untuk memenuhi kebutuhan lainnya.

Mengajukan KTA

Pilihan lain yang bisa Anda pertimbangkan ketika mempersiapkan uang muka untuk membeli rumah adalah mengajukan kredit tanpa agunan (KTA). KTA bisa menjadi pilihan yang patut untuk dipertimbangkan. Layanan ini memberikan pinjaman tanpa jaminan dengan bunga yang relatif rendah.

Selain itu, tentunya Anda harus mempertimbangkan bagaimana membayar cicilan KTA dan KPR sekaligus. Jika terasa sulit ketika dihitung-hitung, sebaiknya pertimbangkan kembali opsi ini. Namun, ketika terasa cocok dengan Anda, maka lanjutkan.

Baca juga: 5 Langkah Mewujudkan Resolusi Menikah di 2016 dan 5 Produk KPR Pilihan dengan Bunga Rendah

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama