5 Alasan Lebih Untung Beli Rumah Bekas

Harga rumah baru mahal. Meski sudah ambil cicilan KPR, dana yang terkumpul juga belum mencukupi untuk memiliki hunian di tengah kota. Alternatifnya, Anda bisa beli rumah bekas.

Lahan tanah di Ibu Kota semakin sempit, sementara kebutuhan hunian selalu meningkat setiap tahun. Hal ini membuatharga tanah dan properti, termasuk rumah, kian mahal. Alhasil, masyarakat yang disulitkan untuk membangun rumah baru

Jika Anda sedang berencana memiliki tempat tinggal, tidak ada salahnya mempertimbangkan beli rumah bekas yang ada di wilayah perkotaan!Banyak keuntungan yang bisa Anda dapat dari membeli rumah bekas. Tentu saja harga yang ditawarkan pun jauh lebih murah.

rumah bekas dijual

Rumah Siap Huni

Anda tak akan menunggu lama untuk menempati hunian. Sebab, sang pemilik lama biasanya sudah siap melepas rumahketika pembayaran selesai dan serah terima berkas kesepakatan ditandatangani.

Kondisi ini sangat berbeda ketika Anda membeli rumah baru dari pengembang yang kebanyakan mengusung metode indent dan clustering. Dengan metode ini, proses pembangunan rumah baru akan dikerjakan apabila sudah mencapai nilai ekonomis dari sisi pengembang.

Situasi ini agak berisiko dan bisa mengakibatkan waktu tunggu Anda bertambah lama Anda jika pengembang belum memperoleh keuntungannya.

Harga Fleksibel

pajak rumah murah

Penetapan harga rumah bekas biasanya lebih transparan, karena didasarkan pada harga pasaran di lingkungan tersebut. Selain itu, bila pemilik lama membutuhkan uang dengan cepat, Anda bisa bernegosiasi sesuai dengan kemampuan finansial Anda.

Keistimewaan tersebut sulit Anda dapatkan jika mengincar cluster atau apartemen baru dari pengembang. Harga yang digunakan merupakan standar tetap sesuai spesifikasi properti yang dijual.

Pajak Bangunan Lebih Murah

Nilai pajak dari rumah bekas biasanya lebih murah dibandingkan dengan nilai rumah baru. Hal tersebut dikarenakannilai bangunan dari rumah bekas sudah mengalami depresiasi, sehingga nilainya tidak sebesar ketika baru dibangun.

Baca juga: Ini Dia Cara Mengurus Pajak Bumi dan Bangunan

Nilai bangunan ini akan berpengaruh kepada nilai jual objek pajak yang menjadi dasar penghitungan pajak bumi dan bangunan.

Fasilitas Lingkungan Lengkap

Membeli sebuah rumah tidak hanya membeli bentuk fisiknya saja, tetapi Anda juga harus memperhitungkan keadaan lingkungan sekitar.

Perumahan baru biasanya bermasalah dengan pengelolaan kegiatan sosial karena pihak pengembang umumnya hanya membatasi kewajiban mereka hingga perumahan jadi. Sedangkan untuk kelengkapan dan aktivitas sosial sepenuhnya diserahkan kepada warga yang menempati perumahan tersebut.

Lain hal jika Anda membeli rumah tinggal sebagai tangan kedua. Anda bisa mencari perumahan dengan kondisi sosial yang baik, plus dilengkapi fasilitas umum, perangkat lingkungan dan juga sistem keamanan yang terjaga.

Lebih Mudah Dapat Pinjaman KPR

Dalam aspek pembiayaan, Anda akan lebih mudah mendapatkan kredit pemilikan rumah untuk beli properti bekas dibanding yang baru. Sebab, rumah bekas sudah memiliki bentuk fisik, kepemilikan, serta harga yang pasti.

Tiga aspek tersebut jadi faktor utama yang dipertimbangkan oleh pihak bank dalam menghitung jumlah pinjaman untuk diberikan kepada nasabah.

Untuk perumahan baru, fasilitas kredit hanya diberikan kepada perumahan dari pengembang yang sudah bekerja sama dengan bank tertentu. Jika pengembang Anda belum bekerja sama, maka Anda sendirilah yang harus mencari bank yang ingin memberikan fasilitas tersebut.

Cara lain yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan menggunakan kredit tanpa agunan. Pemanfaatan KTA memberikan Anda alternatif dalam mendapatkan pinjaman tunai untuk memenuhi kebutuhan modal beli rumah.

Baca juga: Ambil Cicilan KPR atau Beli Rumah dengan KTA?

Dengan berbagai keunggulan tersebut, tentunya membeli rumah bekas bisa menjadi sebuah solusi bagi Anda yang saat ini berniat untuk memilikiproperti pribadi. Tidak perlu gengsi! Sesuaikan kebutuhan papan Anda dengan kondisi finansial agar tidak menjadi beban keuangan Anda dan keluarga.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama