Tarif Pajak Impor dan Tips Bebas Pemeriksaan Bea Cukai

Bea cukai Indonesia paling tinggi di Asia Tenggara. Tapi, kabarnya pemerintah bakal menaikkan tarif pembebasan bea masuk barang impor. Cari tahu sebelum belanja di luar negeri!

Traveling ke luar negeri jadi salah satu kesempatan belanja terbaik. Pasalnya, saat itulah Anda bisa memenuhi keinginan membeli barang-barang incaran yang tidak dijual di Indonesia.

Tetapi, jangan lupa jika benda yang Anda beli,baik dipakai sendiri maupun untuk oleh-oleh, ada pajaknya! Saat pulang ke Indonesia, Anda pun harus menghadapi pengecekan bandara untuk mengetahui nilai bea masuk dan pajak impor barang tersebut.

barang kena bea cukai

Revisi Nilai Barang Kena Pajak Impor

Beberapa waktu lalu, pemerintah tolak usulan kenaikan pembebasan pajak impor dan bea cukai hingga USD2.500 – USD10.000. Heru Pambudi, Direktur Jenderal Bea dan Cukai, mengatakan pihaknya tengah mengkaji ulang tarif impor dan mencari referensi batasan bebas bea masuk yang sesuai agar tercipta iklim perekonomian yang sehat. Apabila terjadi kenaikan pun tidak akan mencapai 10 kali lipat.

"Jika sampai USD2.500 siapa yang dirugikan? Industri dalam negeri yang memproduksi barang sejenis, karena industri dalam negeri bayar pajak, entah itu pajak perusahaan, PPN, atau perorangan. Kalau barang sejenis bebas pajak, persaingan jadi tidak sehat," katanya.

Baca juga: Jual Beli Online Segera Kena Pajak, Pelajari Aturannya!

Saat ini, aturan pajak impor ditetapkan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 188 Tahun 2010 Pasal 8 dan 9.

Dalam pasal 8 peraturan tersebut diberikan batasan nilai barang untuk orang pribadi adalahUS$250 hingga US$1.000 per keluarga (4 orang). Harga tersebut setara dengan Rp3,3 juta - Rp13,3 juta.

Pasal 9 mengatur pembebasan bea cukai untuk setiap penumpang dalam jumlah barang bawaan tertentu, yaitu: 200 batang sigaret, 25 batang cerutu atau 100 gram tembakau, dan 1 liter minuman, parfum, dan cairan sejenis yang mengandung etik alkohol.

Jika barang yang dibeli masih dalam batasan tersebut, maka Anda akan terbebas dari pajak. Di luar batas itu, Anda diharuskan membayar pajak dengan perhitungan yang disesuaikan jenis serta nilai barang.

Trik Menghindari Bea Cukai

pajak bea cukai

Ada beberapa cara untuk melewati pemeriksaan pajak di airport saat kembali ke Tanah Air dengan aman, seperti:

1. Langsung Pakai Barang

Hal yang paling banyak dilakukan adalah menggunakan langsung barang yang dibeli dari luar negeri. Misalnya, Anda membeli tas, baju, atau jam tangan, langsung saja dipakai dan masukan barang lama ke dalam koper.

Semua barang yang masih dalam keadaan segel atau terbungkus rapi sudah pasti akan terkena pajak bea cukai jika melebihi batas kuota. Selama sudah dipakai, barang tersebut tidak akan masuk dalam kategori barang baru atau barang hasil belanjaan. Dengan begitu, dijamin Anda aman melewati pemeriksaan.

Baca juga: Penting Sebelum Gesek Kartu Kredit di Luar Negeri

Tetapi, jika benda yang dibeli berupa gadget seperti ponsel, pastikan Anda membawanya dalam keadaan menyala dan ada simcard di dalamnya.Sebab, biasanya pihak bea cukai tetap mengenakan biaya kepada Anda meski sudah dikeluarkan dari kardus.

2. Simpan atau Buang Kardus Barang

pajak bea cukai

Jangan bangga dulu jika menjinjing tas belanja atau kardus merek mahal dan terkenal. Hal ini malah akan menempatkan Anda langsung pada target kena pajak.

Jika tak ingin langsung menggunakannya, sebaiknya Anda tetap mengeluarkan barang tersebut dari dalam kotak pembungkus dan melepas label harganya. Jangan bawa kardus di dalam koper atau jadikan lembaran yang tidak mencurigakan. Cukup simpan kwitansi pembelian di tempat yang aman atau difoto saja.

3. Bawa Tunai Secukupnya

Inilah salah satu alasan Anda butuh kartu kredit saat bepergian. Selain bisa lebih memudahkan perjalanan, Anda jadi tidak perlu menyimpan uang tunai di dalam dompet.

Membawa cash dalam jumlah banyak, baik itu Rupiah maupun mata uang asing, di atas Rp100 juta pasti langsung dikenakan pajak. Di luar alasan itu, tentu saja sangat membahayakan keselamatan Anda.

4. NPWP Bisa Kurangi Pajak Bea Cukai

NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) ternyata bisa mengurangi beban pajak impor terhadap barang bawaan hingga 30%, lho! Sebab, NPWP menandakan Anda sebagai warga negara yang taat pajak. Jadi jangan lupa untuk selalu membawa kartu NPWP Anda saat bepergian ke luar negeri.

Baca juga: Inilah Manfaat Memiliki NPWP

Jika tanpa NPWP, barang-barang impor seperti parfum, pakaian, hingga aksesoris dan sejenisnya akan dikenakan PPh sebesar 10%-20% sesuai dengan peraturan PMK Nomor 107 Tahun 2015 tentang PPh.

Aplikasi Kalkulator Bea Cukai

CEISA Mobile Bea Cukai

Jika Anda merasa kalau barang yang dibeli akan terkena bea cukai bandara, Anda bisa berjaga-jaga dengan menghitung terlebih dahulu besaran dana yang bisa Anda keluarkan dengan mengunduh aplikasi kalkulator bea cukai yang bernama CEISA Mobile (Bea Cukai). Unduh aplikasi tersebut melalui smartphone di Playstore.

Cara penggunaan kalkulator ini sangat mudah, Anda tinggal membuka aplikasi CEISA dan memilih menu Duty Calculator, lalu masukkan jenis impor (kategori barang penumpang) dan jenis barang belanjaan atau merek yang tertera. Kemudian pilih valuta dan sesuaikan harga dengan jenis kurs saat Anda membeli barang tersebut dan aplikasi ini akan langsung menghitung berapa pajak yang harus dibayarkan saat Anda sampai di bandara.

Misalkan saja Anda membeli iPhone X terbaru dengan harga US$1.149 atau sekitar Rp15 juta per buah. Jika dihitung pajak yang dikenakan mulai dari BM (Bea Masuk), PPN (Pajak Pertambahan Nilai), PPh (Pajak Penghasilan), PPn (Pajak Penjualan), dan PPNBM (Pajak Penjualan Atas Barang Mewah), totalnya bisa mencapai Rp3,5 juta tanpa NPWP.

Baca juga: Telisik Kasus Bea Cukai di Indonesia

Apabila Anda masih memiliki pertanyaan seputar pajak impor barang bawaan, Anda bisa meninggalkan komentar di bawah ini atau hubungi contact center Bravo Bea Cukai di nomor 1500225. Semoga informasi di atas bisa berguna untuk Anda.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama