Serba-Serbi Perhitungan Pajak STNK

Salah satu kewajiban pemilik kendaraan bermotor adalah membayar pajak kendaraan bermotor (PKB). Lantas, bagaimanakah perhitungan biaya pajaknya? Berikut kami hadirkan ulasannya.

Memiliki kendaraan bermotor, baik mobil ataupun motor, memang perlu memperhatikan beberapa hal penting. Selain merawat kendaraan itu sendiri, Anda juga perlu memperhatikan perihal pajak kendaraan bermotor (PKB). Dimana, PKB terdapat di dalam komponen Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

Membayar pajak kendaraan bermotor merupakan peraturan yang wajib ditaati oleh semua pengguna kendaraan. Cara membayarnya bermacam-macam dan mudah untuk dilakukan, mulai dari mendatangi kantor SAMSAT, ke gerai SAMSAT di pusat perbelanjaan, hingga melalui online.

Kendati peraturan ini sudah direalisasikan, namun nyatanya masih banyak masyarakat yang belum mengetahui secara jelas tentang tata cara perhitungan pajak serta denda kendaraan bermotor. Oleh karenanya, berikut kami berikan penjabarannya.

Istilah-Istilah dalam STNK

Dalam sebuah STNK, terdapat beberapa data identitas kendaraan. STNK merupakan bukti registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor yang berfungsi sebagai kelengkapan kendaraan bermotor ketika digunakan di jalan. Berikut adalah beberapa istilah dalam STNK yang perlu Anda ketahui.

  • BBN KB (Bea Balik Nama kendaraan bermotor): besarnya 10% dari harga kendaraan (off the road), atau harga faktur untuk kendaraan baru, dan kendaraan bekas sebesar dua per tiga pajak (PKB)-nya.
  • PKB (Pajak kendaraan bermotor): Besarnya 1,5% dari nilai jual kendaraan dan bersifat menurun tiap tahun, karena penyusutan nilai jual kendaraan.
  • SWDKLLJ (Sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas jalan): Sumbangan ini dikelola oleh Jasa Raharja yang digunakan sebagai santunan apabila Anda mengalami kecelakaan di jalan raya. Besarnya santunan yang bisa Anda peroleh dari Jasa Raharja hingga Rp25 juta.
  • Biaya ADM (Biaya administrasi): Untuk kendaraan baru tidak dikenakan, dan apabila ganti pelat nomor (lima tahun sekali), atau balik nama dikenai biaya ADM.
  • Denda Pajak Kendaraan Bermotor: Apabila jatuh tempo masa berlaku STNK belum melakukan perpanjangan, maka akan dikenai denda PKB dan denda SWDKLLJ.

Perhitungan Denda Pajak Kendaraan Bermotor

Denda kendaraan bermotor diberikan sesuai dengan lama keterlambatan pemilik dalam membayar. Semakin lama tidak dibayarkan, maka dendanya pun akan bertambah banyak.

Sebenarnya, pihak kepolisian telah memberikan toleransi bagi pemilik kendaraan bermotor yang telat bayar pajak, terhitung sejak 1 hari setelah tanggal berakhir atau tanggal kedaluwarsa bayar pajaknya.

Sebagai contoh, saat jatuh tempo bayar pajak kendaraan adalah tanggal 18, maka pihak kepolisian memberikan toleransi hingga 1 hari kerja atau keesokan harinya tepat pada tanggal 19, sehingga denda akan berlaku tepat mulai pada tanggal 20.

Baca juga: Biaya Mengurus Balik Nama STNK Mobil

Hal ini juga berlaku soal hari. Misal, masa berlaku STNK habis atau jatuh tempo di hari Sabtu, maka denda akan mulai terhitung sejak hari Selasa, mengingat hari Minggu adalah hari libur kerja. Namun jika jatuh tempo di hari Senin, denda akan mulai berlaku di hari Rabu dan seterusnya.

Berikut adalah cara menghitung besaran denda pajak kendaraan bermotor.
-Perhitungan denda PKB: 25% per tahun
-Terlambat tiga bulan: PKB x 25% x 3/12
-Terlambat enam bulan: PKB x 25% x 6/12
-Denda SWDKLLJ: Besarnya Rp35.000 untuk roda dua, dan Rp143 ribu untuk roda empat.

Contoh kasus:

Ryan memiliki sepeda motor dengan nilai PKB Rp 250.000 dan SWDKLJJ Rp 40.000. Ia terlambat membayar selama 6 bulan. Berapa jumlah denda dan pajak yang harus ia bayar?

Denda PKB untuk 6 bulan = 6 x ((25% x PKB) / 12) = 1/8 x Rp 250.000 = Rp 31.250

Total denda pajak = Denda PKB + Denda SWDKLLJ = Rp 31.250 + Rp 35.000 = Rp 66.250

Total PKB = PKB + SWDKLJJ + total denda PKB = Rp 250.000 + Rp 40.000 + Rp 66.250 = Rp 356.250

Jadi, total biaya pajak yang harus dibayarkan Ryan adalah sebesar Rp 356.250.

Sebagai catatan, jika kasus keterlambatan membayar pajak melebihi batas toleransi, Anda wajib bayar mencapai persentase 25% dari total pokok pajak yang tertera. Namun, jika telat bayar pajak kendaraan lebih dari 1 bulan, denda akan bertambah 2% dari pokok pajak di setiap bulan yang diabaikan.

Selain itu, pihak kepolisian juga telah memberlakukan maksimal denda mencapai 48% atau setara dengan 2 tahun tidak membayar pajak. Dengan begitu, jika lebih dari 2 tahun lamanya besaran denda, akan tetap pada angka 48% dari pokok pajak. Hal ini berlaku untuk semua kendaraan bermotor, baik itu mobil ataupun motor.

Untuk menghindari denda yang menumpuk, alangkah baiknya jika Anda membayar pajak kendaraan bermotor tepat pada waktunya. Karena orang bijak pasti taat pajak.

Baca juga: STNK Hilang? Inilah Biaya dan Cara Mengurusnya

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Berikan pendapat anda!

  • septyan

    nama motor : suzuki/fu 150 scd
    jatuh tempo : 06 maret 2012
    stnk : 06 - 03 - 2017
    pkb :273.000
    swdkllj : 67.000
    mau di bayar 26 april 2017
    total keselurahan berapa min ?

    Reply
    • Astor

      Seiklas nya

      Reply
    • arif

      min Mau nanya.kalo misalkan telatnya smpe 2th gmn?

      Reply
      • septyan

        Min..
        Mau tanya kalau mau balik nama tapi ngga ada KTP si pemilik motor nya itu gimana ?
        saya pemilik ketiga.

        Reply
        • KreditGoGo

          Untuk mengurus balik nama kendaraan, Anda tetap perlu meminjam KTP si pemilik lama.

          Reply