Pajak Pertambahan Nilai, Taati Atau Hindari?

Saat Anda membeli barang atau jasa, ada satu hal yang sering ikut ditagih, yaitu Pajak Pertumbuhan Nilai (PPN). Seperti apa pajak tersebut?

PPN

Pajak pertambahan nilai

10%

Indonesia 

indonesia pajak

pajak belanja

pajak barang

UUD

negara bebas pajak

menhindari pajak

Ketika Anda membeli sebuah barang di sebuah toko swalayan, atau makan di restoran. Ada satu jenis tagihan yang pasti akan datang kepada kita. Apa itu? Tagihan pembayaran, itu sudah pasti. Tapi ada satu yang sering dilupakan, yaitu Pajak Pertambahan Nilai (PPN)!

PPN sendiri merupakan Pajak tidak langsung (indirect tax), maksudnya pemikul beban pajak dan penanggung jawab atas pembayaran pajak ke kantor pelayanan pajak adalah subjek yang berbeda. Pada dasarnya semua barang dan jasa saat ini sudah dikenakan Pajak Pertambahan Nilai.

Kecuali jenis barang dan jenis jasa sebagaimana ditetapkan dalam Pasal 4A Undang-Undang No. 8/1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang No. 18/2000 tidak dikenakan PPN.

Apa Itu PPN?

Menurut Wikipedia, PPN adalah jenis pajak yang dikenakan atas setiap pertambahan nilai dari barang atau jasa dalam peredarannya dari produsen ke konsumen. Dalam Bahasa Inggris, PPN disebut sebagai Value Added Tax (VAT) atau Goods and Services Tax (GST). Pajak tersebut disetor oleh pihak lain (pedagang) yang bukan penanggung pajak atau, penanggung pajak (konsumen akhir) tidak menyetorkan langsung pajak yang ia tanggung.

Indonesia sendiri saat ini menganut sistem tarif tunggal untuk PPN, yaitu sebesar 10 persen. Dasar hukum utama yang digunakan untuk penerapan PPN di Indonesia adalah Undang-Undang No. 8 Tahun1983berikut perubahannya, yaitu Undang-Undang No. 11 Tahun 1994, Undang-Undang No. 18 Tahun 2000 dan Undang-Undang No. 42 Tahun 2009.

Apakah Ada Cara Menghindarinya?

Tanpa bermaksud untuk mengajari hal yang tidak benar. Tapi, terkadang ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menghindarkan Anda terkena PPN, meskipun terdengar konyol. Apa saja itu? Ini dia ulasannya.

1. Belanja di Luar Negeri

Meskipun, tidak sepenuhnya bebas pajak, tapi negara-negara seperti Singapura. Negeri ini menerapkan pengembalian pajak untuk barang-barang yang dibeli oleh turis. Skemanya sendiri berupa pengembalian pajak barang dan jasa (Good and Service Tax-GST) bagi turis untuk barang yang dibeli. Pajak dapat dikembalikan bila memenuhi syarat dan telah mengisi formulir yang telah disediakan.

Syarat utama mendapatkan pengembalian pajak ini adalah minimal belanja anda SGD100 di hari yang sama dan di toko yang sama. Anda harus meminta formulir pengembalian pajak, mengisinya dan meminta cap dari toko itu.

Efektifkah cara ini? Tidak juga. Coba saja hitung ongkos pulang pergi ke sana? Dijamin akan lebih mahal dari pajak yang dihindari. Iya kan?

2. Beli Barang dan Jasa Bebas Pajak

Cara ini mungkin lebih masuk di akal. Mengapa begitu? Seperti yang sudah disebutkan di atas. Pada dasarnya semua barang dan jasa akan dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN), kecuali jenis barang dan jenis jasa sebagaimana ditetapkan dalam Pasal 4A Undang-Undang No. 8/1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang No. 18/2000 tidak dikenakan PPN.

Ada beberapa barang dan jasa yang tidak akan dikenakan pajak oleh pemerintah. Daftar semua produk tersebut dapat dilihat di tautan ini.

3. Pindah Ke Negara Tanpa PPN

Mungkin ini di acara paling ekstrim untuk menghindari pajak PPN. Ya, dengan cara pindah warga negara! Bagi Anda yang belum mengetahuinya, ternyata ada beberapa negara di dunia yang tidak mengenakan pungutan kepada rakyatnya.

Tercatat, ada 20 negara yang sampai sekarang belum mengenakan pajak. Apa Saja? Yaitu Amerika Serikat, Bahamas, San Marino, Vatikan, Saudi Arabia, Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, Oman, Libya, Brunei, Maladewa, Hong Kong, Makau, Virgin Islands, Bermuda, Cayman Islands, Anguilla, Gibraltar, Turks and Caicos Islands, Jersey, Guernsey. Tertarik untuk pindah ke negara-negara itu?

Manfaat Pajak

Nah, meski tulisan ini membahas bagaimana cara menghindari Pajak Pertambahan Nilai. Tapi kami sama sekali menyarankan Anda untuk mengikutinya, justru malah untuk patuh terhadap aturan tersebut. Karena, dengan membayar pajak, maka Anda sudah ikut aktif dalam mendukung pembangunan negara.

Ingat,pajak merupakan sumber utama penerimaan negara. Tanpa pajak, sebagian besar kegiatan negara sulit untuk dapat dilaksanakan. Penggunaan pajak meliputi belanja pegawai sampai dengan pembiayaan berbagai proyek pembangunan sarana umum seperti jalan-jalan, jembatan, sekolah, rumah sakit/puskesmas, kantor polisi, dan lainnya.

Setiap warga negara mulai saat dilahirkan sampai dengan meninggal dunia, menikmati fasilitas atau pelayanan dari pemerintah yang semuanya dibiayai dengan uang yang berasal dari pajak. Dengan demikian jelas bahwa peranan penerimaan pajak bagi suatu negara menjadi sangat vital.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama