Jual Beli Online Segera Kena Pajak, Pelajari Aturannya!

Punya bisnis online melalui website, Facebook, Instagram, atau melalui chanel e-commerce harus bersiap dengan aturan pajak baru. Cari tahu aturan dan dampaknya untuk usaha Anda!

Cukup modal gadget dan kuota internet, Anda sudah bisa berbisnis tanpa repot. Tidak heran, banyak e-commerce dan startupbermunculan di Indonesia.

Transaksi yang dihasilkan pun bisa mencapai ratusan milyar per hari. Menurut survey Google Indonesia dan TNS Online Shopper, perubahan aktivitas jual beli konvensial menuju online melampaui angka 24 USD di awal tahun 2017.

Keberhasilan ini akhirnya memicu pemerintah untuk menetapkan aturan pajak jual beli onlinedi Indonesia, baik websiteatausosial media. Diharapkan, pendapatan di sektor perpajakan akan semakin meningkat.

Jenis Pajak Online

Apakah Anda memiliki bisnis online, melalui website ataupun media sosial seperti Instagram? Berikut pajak yang harus Anda bayarkan, mulai akhir bulan.

1. Pajak Penghasilan (PPh)

Biasanya, pajak ini dibebankan pada penghasilan perorangan, perusahaan, maupun badan hukum. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari online-pajak.com, tarif PPh e-commerce online retail Pasal 17 ditetapkan atas Penghasilan Kena Pajak yang dihitung berdasarkan:

Penghasilan bruto penjualan dikurangi biaya untuk memelihara, mendapatkan, menagih penghasilan dan untuk Wajib Pajak Orang Pribadi dikurang Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP), atau

Penghasilan neto sesuai dengan perhitungan pada Pasal 14 UU PPh dan Wajib Pajak orang pribadi dikurangi Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP).

Dalam hal penetapan PPh terhadap pelaku e-commerce, menurut pemerintah adalah bukan sebuah hal yang baru. Pemerintah juga telah menjelaskan dan menetapkan dalam bentuk dua kegiatan besar, yaitu:

a) Classified Ads

Classified Ads ini merupakan jasa pelayanan pemasangan iklan pada situs online dalam bentuk teks, grafik, video penjelasan, informasi dan sebagainya bagi pengiklan. Pada kegiatan ini, terdapat ketentuan terkait kewajiban PPh dan PPN saat proses penyediaan tempat dan waktu memajang materi promosi secara online.

b) Online Marketplace

Online Marketplace merupakan layanan yang menyediakan jual beli online dengan bertemunya penjual dan pembeli yang terdaftar sebagai anggota. Dalam kegiatan ini juga terdapat kewajiban terkait PPh dan PPN yang dikenakan pada penjual dan pembeli saat melakukan transaksi yang dilakukan pada marketplace tersebut.

Baca juga: 9 Trik Belanja Bulanan yang Lebih Efisien

2. Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

Pajak Pertambahan Nilai (PPN) adalah pajak pertambahan nilai dari barang atau jasa yang diedarkan dari produsen ke konsumen. PPN merupakan pajak tidak langsung yang disetorkan oleh pedagang ke

konsumen secara tidak langsung menyetorkan pajak yang ditanggung. Biasanya, tarif PPN ini sebesar 10%.

Dampak Pajak e-Commerce

Jika dibandingkan dengan toko retail, pajak e-commerce memiliki sistem yang sama. Hanya saja, perbedaannya terletak pada media ataupun sarananya.

Adanya sistem pajak pada penjualan online ini, tentu memberi dampak bagi para penjual maupun pembelinya. Kira-kira apa saja dampaknya ya?

Tanggung Jawab Penjual

Untuk para pengusaha, penetapan pajak final sebesar 1% apabila omzetnya di atas Rp4.8 milyar per tahun. Di bawah laba tersebut, pengusaha tidak akan dikenakan pajak.

Contoh, wajib pajak pribadi atau badan usaha mendapatkan penghasilan dari situs iklan online seperti Google Adsense di bulan Agustus 2017 sebesar 10 juta rupiah. Maka diwajibkan membayar pajak sebesar 1% x Rp10 juta = Rp100 ribu.

Pembayaran sebesar Rp 100 ribu rupiah harus dibayarkan paling lambat di hari ke-15 pada bulan berikutnya. Artinya, wajib pajak harus membayar pajak setiap bulannya.

Baca juga: 5 Langkah Gunakan Marketplace Untuk UKM

Perlu diingat, Anda harus melakukan penyimpanan berkas atau form SSP. Form SSP akan dikembalikan oleh tempat membayar pajak (Kantor Pos/ Bank). Jika menggunakan e-banking dalam pembayaran, simpan juga buktinya dengan baik. Form SSP akan berguna dalam pelaporan SPT Tahunan.

Apabila lalai dalam melaporkan pajak tepat waktu, pengusaha harus siap-siap terkena denda. Gantinya, Anda wajib melakukan pelaporan dalam surat pemberitahuan (SPT) PPh tahunan.

Kewajiban Pembeli

Sebagai pembeli, Anda bertanggung jawab dalam membayar pajak PPN saja. Anda pun tidak perlu khawatir mendapatkan denda karena PPN akan langsung berlaku saat berbelanja.

Bagi orang yang wajib membayar pajak, mempelajari aturan itu sangatlah penting. Datanglah ke Kantor Pelayanan Pajak dan ikuti tahapan-tahapan yang perlu dilakukan. Selain itu, Anda juga bisa membayar pajak secara online agar prosesnya terasa lebih mudah.

Baca juga: Pentingnya Punya Kartu Kredit untuk Bisnis Online

Pendapatan yang besar dari bisnis online memang menjadi potensi penghasilan pemerintah melalui membayar pajak. Tujuannya, tentu saja demi memajukan negara dan bangsa Indonesia. Sebagai Warga Negara Indonesia yang baik dan taat pada peraturan, membayar pajak wajib hukumnya.

Jangan jadikan tuntutan membayar pajak sebagai beban yang berkepanjangan. Jadikanlah pajak sebagai kewajiban yang memang harus dipatuhi.

Pajak yang diberlakukan oleh pemerintah merupakan salah satu bentuk dalam meningkatkan pendapatan negara. Supaya Indonesia bisa semakin maju dan sejahtera. Jadi, jangan takut bayar pajak!


0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama