OJK: Bank Harus Lengkapi Bisnis dengan Fintech

Fintech mendorong perkembangan industri perbankan saat ini. Melihat hal tersebut OJK menghimbau bank harus melengkapi bisnis dengan Fintech, jika tidak bank akan tertinggal.

Saat ini perbankan perlu memiliki layanan keuangan berbasis teknologi, atau Financial Technology (Fintech). Kemajuan teknologi mulai merambah pada industri perbankan, saat ini kin banyak perusahaan bertema FinTech menawarkan berbagai layanan keuangan yang memudahkan masyarakat.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D. Hadad menilai bank-bank saat ini harus segera mulai melengkapi bisnisnya dengan layanan keuangan berbasis teknologi atau Financial Technology (Fintech) agar tidak ketinggalan dengan industri nonbank.

Fintech Mendorong Industri Perbankan

Kehadiran teknologi keuangan atau Financial Technology (Fintech) dapat mendorong industri keuangan. Kehadiran teknologi itu bukan ancaman bagi perbankan. Adanya kerja sama justru mendorong banyak inovasi baru di berbagai bidang, temasuk dengan penyedia jasa keuangan.

Kepala Fintech Indonesia Association Niki Luhur mengatakan, potensi pertumbuhan Fintech di Indonesia sangat besar. Pertumbuhan Fintech dinilai masih relatif, dilihat dari pertumbuhan sistem pembayaran per tahun yang tumbuh di atas 20 persen.

Selain itu untuk sisi operasional, Fintech membawa platform infrastruktur baru di mana biaya operasional bank bisa dipangkas hingga 50 persen dari biaya saat ini. Sehingga ini merupakan langkah yang positif harus dikembangkan oleh perbankan saat ini.

Kualifikasi Produk Fintech

Secara umum, layanan keuangan berbasis digital yang saat ini telah berkembang di Indonesia dapat dibedakan ke dalam beberapa kelompok, yaitu Payment Channel/System, Digital Banking, Online/Digital Insurance, Peer-to-Peer (P2P) Lending, dan Crowdfunding.

Payment Channel/System merupakan layanan elektronik yang menggantikan uang tunai sebagai alat pembayaran, antara lain Alat Pembayaran Menggunakan Kartu dan e-Money. Di samping itu, alat pembayaran elektronik lain yang telah digunakan oleh sebagian masyarakat dunia, yaitu sistem pembayaran berbasis kriptografi (blockchain) seperti Bitcoin.

Digital Banking merupakan layanan perbankan yang memanfaatkan teknologi digital untuk memenuhi kebutuhan nasabah. Masyarakat di Indonesia telah cukup lama mengenal perbankan elektronik seperti ATM, EDC, internet banking, mobile banking, SMS banking, phone banking, dan video banking.

Selain itu, beberapa bank juga telah meluncurkan layanan keuangan tanpa kantor (branchless banking) sesuai kebijakan OJK dengan nama Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai) yang utamanya ditujukan kepada masyarakat yang belum memiliki akses ke perbankan.

Online/digital insurance adalah layanan asuransi bagi nasabah dengan memanfaatkan teknologi digital. Beberapa perusahaan asuransi telah memanfaatkan web portal untuk menawarkan produk asuransi, menerbitkan polis, dan menerima laporan klaim.

Di samping itu, banyak pula perusahaan yang menawarkan jasa perbandingan premi (digital consultant) dan juga keagenan (digital marketer) asuransi melalui website atau mobile application.

Sedangkan P2P lending adalah layanan keuangan yang memanfaatkan teknologi digital untuk mempertemukan antara pihak yang membutuhkan pinjaman dan pihak yang bersedia memberikan pinjaman.

Platform perbandingan layanan bank dan asuransi, juga merupakan beberapa layanan start-up Fintech yang sedang tren di Indonesia. Start-up Fintech yang telah berdiri dan menjalankan bisnisnya di Indonesia, antara lain KreditGoGo, CekPremi, Bareksa, Doku, Veritrans, Kartuku, Modalku.

Peraturan dari Pemerintah mengenai Fintech

Melihat semakin berkembangnya Fintech di Indonesia dibutuhkan aturan yang pas untuk industri Fintech. Saat ini OJK bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika dan bersama industri tengah mendiskusikan regulasi yang tepat.

Mengutip Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D, "Untuk mengetahui tepat tidaknya  aturan untuk industri Fintech sendiri dibutuhkan waktu 1 sampai 2 tahun. Untuk perbankan sementara akan dibuatkan semacam guidelines atau pedoman bagi bank yang berminat membuat Fintech."

Baca juga:
FinTech, Cara Mudah Dapatkan Produk Keuangan di Era Digital
Mudah dan Aman Mengajukan Kartu Kredit via Online

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama