Bandung Culinary Night: Ajang Kuliner Murah

Bandung dikenal sebagai surga dari kuliner. Berbagai macam dan bentuk makanan dapat Anda temukan disini. Tak berhenti disitu, kini Kota Kembang mempunyai Bandung Culinary Night. Apa itu? Baca artikel kami untuk info lebih lanjut.

Braga sebagai pencetus Culinary Night

Pernah dengan Braga Culinary Night? Itu lho event yang menyelenggarakan pesta makanan terakbar di kota Bandung. Awalnya ini merupakan kekhawatiran Walikota Bandung Ridwan Kamil terhadap kondisi Jalan Braga di Bandung pada saat itu. Menurut Pejabat No. 1 di Kota Kembang yang menjabat mulai tahun 2013 itu, Jalan Braga yang merupakan pusat historis di Kota Bandung yang mulai kehilangan pamor karena pengelolaan dan pengembangan yang tidak tepat. 

Misalnya saja pemasangan batu andesit sepanjang Jalan Braga seharusnya membuat jalan ini hanya bisa dilalui oleh pejalan kaki, tetapi sampai saat ini sebagai jalan yang mempunyai nilai sejarah yang tinggi itu masih dilalui oleh kendaraan bermotor. Selain itu pembangunan beberapa hotel mewah di jalan ini membuat Jalan Braga tidak lagi memperlihatkan nilai historisnya.

Atas dasar itulah Pemerintah Kota Bandung menyelenggarakan Braga Culinary Night guna mengembalikan citra dan karakteristik Jalan Braga. Selain itu, acara ini juga bertujuan menghidupkan lagi pola festival sebagai salah satu model rekreasi masyarakat. Selain itu, Braga Culinary Night juga dapat menjadi tempat para pelaku bisnis, baik yang berada di Jalan Braga maupun pelaku usaha lainnya di Bandung mengembangkan usahanya, terutama usaha kuliner.Anda tidak usah khawatir, karena Kang Emil (sapaan akrab Ridwal Kamil) pernah mengatakan bahwa ada tiga hal utama yang bisa didapatkan di setiap kuliner malam di Bandung, yaitu pertama harganya murah, dan banyak menu lokal. Kedua harus ada dekorasi yang memiliki ciri khas. Ketiga harus ada kesenian tradisional.

Sejarah Bandung Culinary Night

Edisi pertama dari Braga Culinary Night ini sendiri dilaksanakan pada 11 Januari 2014. Untuk mendukung pelaksanaan ini, Jalan Braga ditutup untuk umum mulai dari sore hingga malam hari. jalan sepanjang 500 meter itu dibagi menjadi tiga zona makanan yaitu zona street food, zona cafe food dan zona fine dining. Zona harga murah diisi dengan makanan gorengan, nasi goreng dan jajanan kecil lainnya. Harganya sendiri berkisar dari Rp 5000 sampai dengan Rp 20.000. Untuk zona harga sedang diisi dengan makanan-makanan seperti sushi, dengan patokan harga mulari Rp 25.000 sampai dengan Rp 50.000. Sedangkan zona harga mahal diisi dengan makanan steak dan semacamnya dengan dibanderol mulai dari Rp 60.000 sampai dengan Rp 100.000 lebih. Setidaknya ada 45 gerai yang berpartisipasi, juga terdapat banyak makanan-makanan yang biasanya disajikan di restoran hotel. Konsep yang disajikan pun amat menarik, gerai terdiri dari beberapa jenis, di antaranya foodtruck, mini food truck, dan PKL.

Variasi dan inovasi makan menjadi senjata utama

Pedagang makanan yang ikut dalam acara Braga Culinary Night merupakan beberapa penggiat bisnis kuliner di Kota Bandung, para pemilik toko di Jalan Braga serta warga yang berada di sekitar Jalan Braga. Selain itu, di beberapa titik dibangun panggung-panggung hiburan yang akan diisi dengan penampilan beberapa komunitas seni dan musik di Bandung.Kegiatan ini dibuka pukul 18.00 dan selesai pukul 01.00 dini hari. Selain menyediakan makanan lokal, oriental dan barat. Ada pula makanan modifikasi, seperti cilok (aci di colok). Cilok merupakan jajanan kaki lima yang tidak asing lagi di mata masyarakat Bandung pada umumnya. Namun, dengan pengemasan atau branding yang menarik, cilok ini nyatanya mampu bersaing dengan jajanan kaki lima lainnya. Yang menjadi favorit pengunjung adalah Cilok Isi Jando (Lemak Sapi) yang dijual dengan harga Rp.10.000 per tusuknya.

Culinary night lainnya di Bandung

Braga Culinary Night selain sebagai salah satu cara melestarikan makanan, jajanan yang hampir hilang. Tapi juga menjadi trigger bagi daerah lain untuk melakukan kuliner malam yang serupa. Tercatat beberapa kecamatan di kota Bandung turut serta berpartisipasi dalam gelaran yang diselenggarakan setiap Sabtu malam hingga dini hari tersebut.

Cibadak Culinary Night. Ini dilaksanakan setiap Sabtu malam mulai bulan Februari 2014 yang diadakan di Jalan Cibadak, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung mulai pukul 18.00-24.00. Makanan yang disediakan di sini merupakan makanan oriental dan juga didukung dengan dekorasi dan musik bernuansa oriental.

Nuansa Tiongkok memang terasa begitu kental membalut kegiatan 'Cibadak Culinary Night' di Bandung. Ribuan masyarakat datang berduyun-duyun ke lokasi acara sambil memburu sajian ragam menu khas oriental dan tradisional. Terdapat penjual aneka makanan dan minuman menempati beberapa tenda yang terpasang di tengah jalan sepanjang 300 meter. Menu yang dihidangkan diantaranya adalah siomay, katsu, dinsum, bakpau. Dan untuk sajian dari lokal ada soto, seblak, dan surabi.

Selanjutnya ada Lengkong Culinary Night, yang digelar di Kecamatan Lengkong, Kota Bandung pertama kali pada 19 April 2014. Kebanyakan dari makanan yang tersedia, mereka menyediakan kuliner khas Sunda. Terdaftar sekitar 100 tenda yang akan berjualan di gelarang yang akan diselenggarakan di Jalan Lengkong Besar tersebut.  

Selain itu juga ada daerah lain yang menggelar acara yang serupa, kebanyakan dari mereka adalah bertaraf Kecamata, seperti Antapani, Kacapiring, Ujungberung, Bumi Panyileukan, dan masih banyak lagi.

Siapkan kartu kredit Anda

Ingin bawa kartu kredit ketika menjajal segala macam makanan di culinary night? Bisa saja, asal ingat bahwa disana tidak semuanya menyediakan fasilitas pembayaran lewat 'gesek.' Mengingat makanan yang tersedia pun dibagi kedalam 3 zona, yaitu, zona street food, cafe food, dan fine dining. Mungkin oke lah untuk 2 kelas pertama, yaitu cafe food dan fine dining, karena Anda akan disajikan kuliner kelas satu dan yang pastinya merupakan makanan khas restoran dengan cita rasa kuliner yang menakjubkan.Bagaimana, tertarik? Ayo kunjungi Bandung di malam Minggu.

(Source image)

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama