Suku Bunga Efektif dan Suku Bunga Flat. Mana yang Lebih Menguntungkan?

Pernah mendengar suku bunga efektif? sudah pasti banyak yang mendengar mengenai suku bunga ini. Berbeda dengan suku bunga flat, yang sudah lazim dan umum dikalangan masyarakat. Disini kami akan memberikan penjelasan mengenai perbedaan keduanya.

Apa Itu Suku Bunga Efektif?

Istilah suku bunga efektif menjadi sesuatu yang lumrah bagi nasabah bank. Ini biasanya dikenakan dalam suatu produk bank. Entah itu berupa pinjaman kendaraan bermotor, kredit dengan agunan, dan kredit pemilikan rumah. Penghitungan suku bunga semacam ini diyakini lebih menguntungkan untuk kedua belah pihak, baik dari bank, maupun sang peminjam.

effective rate

Perhitungannya sendiri dilakukan oleh pihak bank dengan cara perhitungan bunga dihitung dari nilai pokok hutang, bukan dari nilai pokok pinjaman. Sehingga nilai bunga semakin lama akan menjadi berkurang seiring dengan pembayaran untuk pokok hutang.

Memang, cara penghitungan nilai suku bunga efektif ini dinilai terlalu sukar. Terlebih, bank menggunakan rumus tertentu untuk menghitungnya. Jadi tidak sembarang orang dapat langsung mengerti. Kami akan mencoba sebuah soal yang sederhana, yang tentunya dapat Anda pahami dengan mudah.

Rumus yang berlaku untuk suku bunga efektif adalah

i eff = (1 + i)pangkat m – 1 atau i eff = (1 + r/M) pangkat m – 1

i eff: suku bunga efektif

r : suku bunga nominal tahunan

i: suku bunga nominal per periode

M : jumlah periode majemuk per satu tahun

Penjelasan Singkat Suku Bunga Flat

Lalu, apa perbedaanya dengan suku bunga flat? Menurut laman Wikipedia, suku bunga flat adalah suku bunga pinjaman yang tidak berubah selama masa kredit. Ini juga biasanya dikenakan untuk pinjaman pribadi yang tidak jauh berbeda dengan suku bunga efektif. Hanya saja, suku bunga flat turut ambil andil dalam kredit tanpa agunan.

percentage

Mari kita tengok sebuah contoh sederhana mengenai perhitungan suku bunga flat berikut ini:

Untuk perhitungan angsuran dengan menggunakan sistem bunga flat ini sebenarnya cukup mudah, dan gampang dicerna oleh masyarakat awam. Misalnya untuk pembelian kendaraan bermotor seharga Rp150.000.000

a. Harga mobil Rp150.000.000

b. Down payment 20%, maka pokok hutang menjadi IDR Rp120.000.000

c. Suku bunganya adalah sebesar 5% flat per tahun

d. Tenor pinjaman tiga tahun angsurannya per bulannya menjadi:

= (120 juta + (120 juta X 5% X 3))/36 bulan = 138 juta / 36 bulan

Sehingga cicilan yang harus Anda bayar adalah sebesar 3.833.334.

Jika kita bandingkan dari kedua suku bunga tersebut, keduanya memiliki porsi yang sama. Namun, perbedaanya terletak pada besaran suku bunga awal. Apabila suku bunga efektif, dimulai dari bunga sebesar 7 %, maka itu akan mengalami pengurangan dari tahun ke tahun. Sedangkan untuk suku flat yang dimulai dari bunga sebesar 5%, maka itu akan berjalan stabil hingga akhir kredit Anda.

Baca juga: Floating Interest Rate, Apa Risikonya?

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama