Solusi Dana Renovasi Rumah, dari Pemerintah Hingga KTA

Seringkali rencana renovasi rumah tertunda dikarenakan faktor kurangnya dana untuk renovasi rumah. Inilah 3 cara untuk mendapatkan dana untuk renovasi rumah yang bisa Anda coba.

Kerusakan rumah bisa terjadi kapan saja. Misalnya, saja tiba-tiba genteng rumah Anda bocor, dinding tiba-tiba retak, keramik pecah, dan sebagainya. Kalau itu terjadi, maka rumah pun menjadi tidak nyaman. Dan inilah saatnya Anda merenovasi rumah.

Ketika terjadi kerusakan-kerusakan tersebut tentunya Anda ingin semua cepat diperbaiki atau direnovasi. Tetapi, seringkali rencana tersebut tertunda untuk dilaksanakan dikarenakan faktor kurangnya dana untuk renovasi rumah.

Ya, karena tidak semua orang memiliki dana cadangan yang bisa dialokasikan untuk merenovasi rumah. Terlebih lagi umumnya biaya renovasi rumah terbilang cukup tinggi dan menguras energi serta waktu.

Jika ini masalah Anda, jangan putus asa dulu. Selama rumah yang rusak milik Anda sendiri dan mengantongi sertifikat asli, maka ada solusinya. Caranya adalah dengan meminjam uang ke bank atau memanfaatkan biaya renovasi rumah dari pemerintah.

Solusi Dana Renovasi Rumah

Inilah 3 cara untuk mendapatkan dana untuk renovasi rumah yang bisa Anda coba.

1. Memanfaatkan Biaya Renovasi Rumah dari Pemerintah

Solusi dana untuk renovasi rumah yang pertama adalah bantuan dana atau biaya dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Dikutip dari Detik.com, Sabtu (08/10/2016), Kementerian PUPR baru-baru ini mengumumkan bahwa akan memberikan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dengan besaran Rp 7,5-15 juta yang khusus diberikan kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang mengusulkan rumah tidak layak huninya untuk direnovasi.

Besaran bantuan berkisar antara Rp 7,5-15 juta per rumah, tergantung kepada tingkat kelayakan rumah. Bantuan akan diberikan dalam bentuk bahan material, bukan tunai.

Program ini sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, Kementerian PUPR mendapat tugas untuk mengurangi jumlah rumah tidak layak huni di Indonesia.

Hingga tahun 2019, Kementerian PUPR menargetkan rumah tidak layak huni berkurang menjadi 1,9 juta dari 2,51 juta di tahun 2015.

Bagaimana cara masyarakat mendapatkannya?

Untuk mendapatkan biaya bantuan BSPS dari Kementerian PUPR, bisa didapatkan dengan cara mengusulkan rumah tidak layak huni Anda dan dikirimkan ke pemerintah kota atau pemerintah kabupaten setempat melalui tim fasilitator desa.

Setelah itu, usulan tersebut kemudian diteruskan ke pemerintah provinsi yang nantinya bermuara di pemerintah pusat. Setelah itu, rumah Anda akan dicek dan di verifikasi jika disetujui untuk mendapatkan biaya bantuan BSPS.

Setelah disetujui dan dinyatakan layak untuk mendapatkan biaya bantuan BSPS, rumah yang masuk ke dalam kategori tidak layak huni kemudian direnovasi secara bersama-sama dengan masyarakat setempat.

Konsep ini dilakukan dengan asas kebersamaan dan gotong royong sehingga kualitas tempat tinggal masyarakat semakin meningkat.


2. Kredit Renovasi Rumah

Cara lain yang bisa Anda gunakan untuk merenovasi rumah adalah memanfaatkan fasilitas Kredit Renovasi Rumah dari bank-bank terbaik di Indonesia.

Pada dasarnya produk kredit ini adalah turunan dari KPR yang digunakan dengan tujuan khusus renovasi rumah.

Kredit ini memberikan manfaat berupa bunga yang rendah, tenor yang panjang, dan plafon yang besar yang tentunya bisa Anda gunakan untuk dana renovasi rumah.

Pihak bank juga biasanya telah menjalin kerjasama dengan perusahaan material bangunan, seperti semen.

Menariknya, Anda juga bisa sekalian berkonsultasi soal bagaimana renovasi rumah, baik dari segi desain maupun harga. Anda pun tak perlu lagi mencari konsultan dari ahli renovasi.

Salah satu contoh kredit renovasi rumah adalah Danamon Kredit Perbaikan dan Pembangunan Rumah. Bank Danamon memberikan fasilitas pembiayaan kredit untuk nasabah yang ingin membangun atau merenovasi rumah dengan mengagunkan asetnya.

Kredit dengan agunan ini memberikan Anda pinjaman hingga  80% dari nilai agunan yang Anda berikan. Anda bisa membangun dari nol, mempeluas rumah, atau bahkan hanya sekadar mengubah tata letak desain hunian.

3. Kredit Tanpa Agunan (KTA)

Bagaimana bila kita tidak memiliki agunan atau jaminan untuk pengajuan Kredit Renovasi Rumah?

Kredit Tanpa Agunan (KTA) atau pinjaman pribadi adalah solusi yang tepat untuk Anda. Kredit Tanpa Agunan (KTA) dapat memberikan pinjaman atau suntikan dana untuk Anda tanpa harus memberikan agunan atau jaminan kepada bank.

Pencairannya pun mudah dan umumnya hanya memakan waktu satu minggu. Salah satu produk pinjaman pribadi atau KTA terbaik adalah Standard Chartered Bank KTA.

Renovasi Rumah dengan Standard Chartered Bank KTA

Standard Chartered Bank KTA adalah pinjaman pribadi yang dapat memberikan suntikan dana renovasi rumah hingga Rp 200 juta dengan jangka waktu pelunasan hingga 5 tahun.

Keistimewaannya, pinjaman ini memiliki bunga ringan dengan metode pembayaran cicilan tetap, sehingga Anda tidak akan diberatkan dengan suku bunga berjalan.

Anda pun bisa mengajukan langsung secara onlinedan dana akan diproses dalam waktu 3 hari kerja setelah dokumen dan persyaratan yang ditentukan sudah lengkap.

Pengajuan tanpa ribet tersebut bisa dilakukan melalui KreditGoGo.com dan dapatkan bonus menarik sebuah Powerbank Xiaomi 10400 mAh jika pengajuan Anda disetujui.

Pinjaman Standard Chartered KTA menjawab semua kebutuhan finansial Anda dengan cepat. Segera kunjungi KreditGoGo dan ajukan sekarang juga!

Baca Juga: Pinjaman Cair 3 Hari, Bunga di Bawah 1%
Renovasi Rumah Tapi Tak Punya Dana, Inilah Solusinya

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama