Pahami 5 Alasan Bank Tolak Pengajuan Pinjaman

Pengajuan pinjaman ditolak dan tidak mendapat alasan yang jelas. Beberapa hal ini merupakan bahan pertimbangan bank dalam menilai kredit Anda. Pahami dengan baik agar mudah dapat persetujuan.

Kini, proses mengajukan kredit sangat mudah dan bisa dilakukan melalui online. Namun, jangan salah,kemudahan cara pengajuan pinjaman uang online tidak lantas memberi jaminan bank akan menyetujui berkas Anda.

Setiap permohonan pinjaman tunai yang diterima oleh bank akan menjalani proses analisa kredit. Proses ini yang nantinya menentukan,berkas pinjaman Anda dikabulkan atau justru ditolak.

Untuk menghindari berkas Anda ditolak oleh bank, sebelum mengajukan pinjaman, baiknya Anda perlu memperhatikan beberapa hal yang jadi bahan pertimbangan berikut ini!

Persyaratan Tidak Lengkap

Pastikan penuhi seluruh syarat ajukan pinjaman sesuai ketentuan bank. Dokumen-dokumen tersebut akan digunakan oleh bank sebagai data validasi ketika Anda mengajukan kredit.

Apabila dokumen yang diperlukan saat pengajuan pinjaman pribadi tidak lengkap atau tidak sesuai,kemungkinan pinjaman Anda ditolak akan semakin besar.

Perhatikan setiap hal detail dari syarat pengajuan kredit, seperti nama lengkap, alamat,nomor KTP, dan juga masa berlaku dokumen yang dijadikan persyaratan.

Kepribadian Nasabah yang Buruk

Watak juga menjadi bahan pertimbangan bank saat memtuskan pemberian kredit. Karakteristik Andadilihat berdasarkan history pinjaman di bank tersebut atau di bank lain melalui proses BI (Bank Indonesia) Checking.

Yang menjadi penilaian, bukan hanya untuk kredit jenis konsumtif seperti kredit multiguna, Kredit Tanpa Agunan ataupun Kredit Multiguna. Tetapi, juga berlaku untuk kredit yang bersifat komersial seperti pengajuan kredit mikro dan Kredit Usaha Rakyat.

Baca juga: Pilih Pinjaman Pribadi yang Sesuai Gaji

Jika rekam jejak kredit Anda masuk dalam kategori baik, maka akan semakin mudah kredit Anda disetujui oleh pihak bank. Tetapi, bila terjadi hal sebaliknya, kemungkinan permohonan Anda bakal ditolak.

Oleh karena itu,pastikan Anda melakukan pembayaran kredit Anda sesuai dengan jadwal angsuran yang sudah ditentukan.

Jaminan Kredit Tidak Sesuai

Nilaicollateralatau jaminan merupakan salah satu hal penting dalam pengajuan kredit. Jika nilai agunan yang Anda ajukan berada dibawah standar yang telah ditentukan oleh bank, terpaksa bank harus menolak permohonan pinjaman Anda.

Baca juga: Cara Mengelola Utang Secara Efektif

Pemberian kredit yang dilakukan oleh bank biasanya sebesar 80% dari nilai agunan yang Anda ajukan.Kecuali, untuk kredit multiguna yang sudah bekerja sama dengan bank atau perusahaan tersebut.

Penilaian agunan ini berlaku untuk kredit jenis konsumtif dan yang bersifat komersial atau usaha.

Batas Kemampuan Nasabah

Bila mengajukan kredit untuk modal usaha atau investasi, bank akan melihat kemampuan mengelola bisnis yang Anda miliki. Penilaiannya berdasar profit perusahaan, penghasilan per bulan perusahaan serta sudah berapa lama usaha tersebut berjalan di bawah pengelolaan Anda.

Sedangkan untuk kredit yang sifatnya konsumtif, bank akan menilai kemampuan membayarangsuran Anda. Untuk itu, biasanya bank akan meminta slip gaji atau penghasilan per bulan sebagai salah satu persyaratan.

Maksimal persentase angsuran yang digunakan adalah sebesar 80% dari penghasilan Anda setiap bulan.

Kondisi Tertentu

Kondisi yang kami maksud di sini tidak menyangkut kondisi emosional nasabah. Tetapi, lebih tertuju pada kondisi ekonomi secara makro atau kondisi bank tempat Anda mengajukan kredit.

Misal, bank tersebut sedang mengalami perlambatan usaha atau meningkatnyarasionon performing loan. Hal ini membuat bank tidak mampu bekerja secara optimal. Yang menjadi kekhawatiran, akan memperparah kondisi bank bila mengeluarkan pinjaman.

Baca juga: Solusi Modal Usaha Lewat Pinjaman Cepat

Itulah beberapa hal yang bisa membuat pengajuan kredit ditolak oleh pihak Bank. Pastikan Anda memahami semua hal tersebut sebelum mengajukan kredit di sebuah bank.

Ada baiknya, Anda berkonsultasi mengenai persyaratan dan kondisi yang sedangdialami kepada pihak bank sebelum mengajukan kredit.Hal ini agar Anda mendapat informasi yang lebih jelas, baik mengenai manfaat atau risiko yang dihadapi.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama