Mengenal Lebih Dekat Kredit Usaha Rakyat

Dengan adanya program Kredit Usaha Rakyat, masyarakat yang memiliki usaha produktif bisa dengan mudah mendapatkan modal usaha. Yuk, kenal lebih dekat apa itu Kredit Usaha Rakyat.

Ketika hendak memulai sebuah usaha, hampir setiap orang kerap terbentur masalah modal. Bukan hanya karena belum memiliki banyak uang, tapi juga sulit untuk meminjam dana dari bank karena belum memiliki kredibilitas yang cukup.

Namun, Anda tak perlu khawatir. Anda bisa dengan mudah mendapatkan modal usaha melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Kredit Usaha Rakyat adalah kredit/pembiayaan bagi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Koperasi (UMKMK) di bidang usaha produktif yang usahanya layak (feasible), namun mempunyai keterbatasan dalam pemenuhan persyaratan yang ditetapkan perbankan (belum bankable).

Lantas, apa yang dimaksud dengan usaha produktif, usaha layak, dan belum bankable? Berikut adalah pemaparannya.

  • Usaha produktif adalah usaha menghasilkan barang atau jasa untuk memberikan nilai tambah dan meningkatkan pendapatan bagi pelaku usaha.
  • Usaha layak adalah usaha calon debitur yang menguntungkan atau memberikan laba. Sehingga mampu membayar bunga atau marjin, serta mengembalikan seluruh utang atau kewajiban pokok kredit dalam jangka waktu yang disepakati antara bank pelaksana dengan debitur Kredit Usaha Rakyat.
  • Belum bankable adalah UMKMK yang belum dapat memenuhi persyaratan perkreditan atau pembiayaan dari bank.

Untuk suku bunga Kredit Usaha Rakyat, mulai 4 Januari 2016 lalu, pemerintah telah menetapkan sebesar 9%, dari sebelumnya 12%. Kebijakan ini dilakukan untuk mendorong pengembangan sektor UMKMK.

Sasaran Program Kredit Usaha Rakyat

Dilihat dari sisi kelembagaan, maka sasaran program Kredit Usaha Rakyat adalah Usaha Mikro Kecil Menengah dan Koperasi (UMKMK). Sektor usaha yang diperbolehkan untuk memperoleh KUR adalah semua sektor usaha produktif. Berikut adalah penjabarannya.

  • Usaha Mikro adalah usaha produktif milik orang perorangan atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria yaitu memiliki kekayaan bersih maksimal Rp 50 juta (tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha) atau memiliki hasil penjualan tahunan maksimal Rp 300 juta.
  • Usaha Kecil adalah usaha ekonomi produktif berdiri sendiri. Dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari Usaha Menengah atau Usaha Besar.

Kriterianya adalah memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp 50 juta hingga Rp 500 juta (tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha) atau memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp 300 juta hingga Rp 2,5 miliar.

  • Usaha Menengah adalah usaha ekonomi produktif berdiri sendiri. Dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Besar.

Kriterianya adalah memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp 500 juta hingga Rp 10 miliar (tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha) atau memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp 2,5 miliar hingga Rp 50 miliar.)

  • Koperasi adalah badan usaha beranggotakan seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi, sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat berdasar atas asas kekeluargaan.

Baca juga: Selain Modal, Ini yang Harus Disiapkan Calon Pengusaha

Bagaimana Cara Mendapatkan Kredit Usaha Rakyat?

Bagi para pelaku UMKMK, bisa mendapatkan Kredit Usaha Rakyat dari bank pelaksana dengan cara sebagai berikut.

  • UMKMK mengajukan surat permohonan Kredit Usaha Rakyat kepada bank dengan melampirkan dokumen seperti legalitas usaha, perizinan usaha, catatan keuangan, dan sebagainya.
  • Bank mengevaluasi/analisa kelayakan usaha UMKMK berdasarkan permohonan UMKMK tersebut.
  • Apabila pelaku UMKMK layak menurut bank, maka bank menyetujui permohonan Kredit Usaha Rakyat. Keputusan pemberian Kredit Usaha Rakyat sepenuhnya merupakan kewenangan bank.
  • Bank dan UMKMK menandatangani perjanjian kredit/pembiayaan.
  • Pelaku UMKMK wajib membayar/mengangsur kewajiban pengembalian Kredit Usaha Rakyat kepada bank sampai lunas.

Persyaratan Umum untuk Mendapatkan Kredit Usaha Rakyat

Untuk mendapatkan Kredit Usaha Rakyat, persyaratan umum yang harus dipenuhi oleh pelaku UMKMK adalah sebagai berikut.

  • Tidak sedang menerima kredit/pembiayaan dari perbankan dan/atau tidak sedang menerima kredit program dari pemerintah.
  • Diperbolehkan sedang menerima kredit konsumtif (kredit pemilikan rumah, kredit kendaraan bermotor, kartu kredit, dan kredit konsumtif lainnya).
  • Bagi pelaku UMKMK yang masih tercatat dalam Sistem Informasi Debitur BI, tetapi sudah melunasi pinjaman, maka diperlukan Surat Keterangan Lunas dari bank sebelumnya.
  • Untuk Kredit Usaha Rakyat Mikro, tidak diwajibkan untuk melakukan pengecekan Sistem Informasi Debitur BI.

Putusan pemberian Kredit Usaha Rakyat sepenuhnya menjadi kewenangan bank pelaksana, sesuai dengan hasil analisa kelayakan usaha calon debitur. Sedangkan jumlah dana pinjaman dari Kredit Usaha Rakyat yang dapat diperoleh pelaku UMKMK yaitu:

-Kredit Usaha Rakyat Mikro, plafon sampai dengan Rp 5 juta.

-Kredit Usaha Rakyat Ritel, plafon diatas Rp 5 juta sampai dengan Rp 500 juta.

Dokumen yang Perlu Dilampirkan

Saat debitur mengajukan Kredit Usaha Rakyat kepada bank, ada beberapa dokumen legalitas dan perizinan yang perlu dilampirkan, antara lain:

  • identitas diri nasabah, seperti KTP, SIM, Kartu Keluarga;
  • legalitas usaha, seperti akta pendirian, akta perubahan;
  • perizinan usaha, seperti NPWP, SIUP, TDP, SKDU, dan lain-lain;
  • catatan pembukuan atau laporan keuangan;
  • salinan bukti agunan.

Bagi pelaku UMKMK, Kredit Usaha Rakyat tentu sangat membantu dalam pembiayaan UKM yang dibutuhkan untuk mengembangkan usaha.

Sementara bagi pemerintah, Kredit Usaha Rakyat bisa membantu percepatan pengembangan sektor riil, pemberdayaan UMKMK dalam rangka penanggulangan/pengentasan kemiskinan, dan perluasan kesempatan kerja serta pertumbuhan ekonomi.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama