Mengapa Pengajuan Kredit Tanpa Agunan Ditolak?

Banyak orang tidak mengetahui, tapi ada satu syarat utama yang harus dipenuhi seseorang ketika mengajukan Kredit Tanpa Agunan.

Bank atau lembaga keuangan non-bank menawarkan dua jenis kredit kepada nasabah yang membutuhkan pinjaman dana tunai, yaitu: Kredit Tanpa Agunan (KTA) dan Kredit Dengan Agunan (KDA).

Jenis pinjaman yang lebih diminati oleh masyarakat luas adalah KTA . Alasannya sederhana, waktu proses KTA relatif lebih cepat dan tidak perlu ada jaminan aset ke bank. Namun, meskipun tanpa jaminan, Anda harus tetap memenuhi beberapa persyaratan. 

Syarat Mendapatkan Kredit Tanpa Agunan

Untuk mengajukan pinjaman Kredit Tanpa Agunan, Anda harus mengisi formulir aplikasi pengajuan dan menyertakan beberapa dokumen seperti fotokopi KTP, NPWP, slip gaji asli atau Surat Keterangan Penghasilan (SKP), rekening tabungan atau rekening koran 3 bulan terakhir. Jangan lupa sertakan juga fotokopi kartu kredit Anda, karena inilah kunci sukses pengajuan pinjaman KTA. 

Ya, ternyata syarat utama Kredit Tanpa Agunan disetujui adalah sudah memiliki  kartu kredit dengan minimal pemakaian 1 tahun. Mengapa seperti itu? Kartu kredit menyimpan catatan riwayat keuangan Anda. Semua transaksi yang pernah dilakukan dengan kartu kredit akan tercatat dan terekam secara permanen di Bank Indonesia. Data ini valid, tidak dapat dirubah-rubah dan tidak bisa dipalsukan.

Bank atau lembaga keuangan non-bank harus memastikan bahwa Anda akan mampu membayar kembali pinjaman karena tidak ada jaminan apapun. Riwayat keuangan inilah yang akan digunakan untuk memeriksa apakah Anda pernah memiliki masalah kredit atau tidak. Selain itu, riwayat ini juga dapat menunjukkan ke Bank atau lembaga keuangan non-bank mengenai riwayat kredit yang sedang atau pernah Anda miliki dan lakukan. 

BI Checking

Proses pengecekan riwayat keuangan seorang nasabah kepada bank atau lembaga keuangan non-bank disebut dengan BI Checking. Berkaitan dengan hal ini, ada 2 istilah yang sebaiknya Anda ketahui.

1. Sistem Informasi Debitur (SID)

Riwayat keuangan seseorang, baik bagus maupun buruk, akan tersimpan dalam suatu sistem yang bernama Sistem Informasi Debitur (SID). Mayoritas informasi dalam sistem tersebut berasal dari rekening tabungan dan transaksi kartu kredit.

Cara kerja sistem ini cukup sederhana. Setiap bulan seluruh anggota  Biro Informasi Kredit seperti bank umum, lembaga simpan pinjam, atau lembaga pembiayaan akan menyampaikan laporannya ke Bank Indonesia. Selanjutnya, sistem akan menghimpun dan mengolah data tersebut.

Hasil olahan data keluaran Sistem Informasi Debitur (SID) adalah laporan yang dikenal dengan istilah Informasi Debitur Individual (IDI).

2. Informasi Debitur Individual (IDI) Historis

Pada situs  Bank Indonesia dijelaskan bahwa IDI Historis berisi informasi seluruh riwayat keuangan debitur, baik kondisi lancar maupun bermasalah, mulai dari Rp.1 ke atas. IDI Historis juga menampilkan informasi mengenai historis pembayaran yang dilakukan dalam kurun waktu 24 bulan terakhir.

Cakupan IDI Historis sangat lengkap dan menyeluruh. Mulai dari identitas debitur, pemilik dan pengurus, fasilitas penyediaan dana/pembiayaan yang diterima, agunan, penjamin, hingga kolektibilitas. Dari IDI Historis inilah, bank atau lembaga keuangan non-bank dapat memastikan pinjaman hanya berikan ke orang-orang yang tidak bermasalah untuk digunakan dengan benar.

Jadi, sudah jelas kan apa yang dibutuhkan agar pengajuan KTA diterima? Pastikan Anda sudah memiliki kartu kredit dengan riwayat kredit yang baik ya. Selamat meminjam sob

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama