Kapan Waktu Tepat Mengajukan KTA?

KTA (kredit tanpa agunan) bisa menjadi solusi bagi Anda yang sedang membutuhkan pinjaman dana secara mudah dan cepat. Lantas, kapankah waktu tepat untuk mengajukan KTA?

Ketika membutuhkan dana pinjaman untuk kebutuhan dasar, seperti biaya pernikahan, biaya pendidikan, biaya pengobatan, dana liburan, renovasi rumah, modal usaha atau lain sebagainya, Anda bisa mempertimbangkan untuk mengajukan kredit tanpa agunan (KTA).

Seperti namanya, untuk mengajukannya tidak perlu memberikan jaminan atau agunan kepada bank. Inilah salah satu alasan mengapa KTA cenderung lebih diminati oleh calon debitur, karena KTA tak memerlukan jaminan apapun.

Namun, Anda hanya diwajibkan mempunyai kartu kredit dengan status kepemilikan minimum satu tahun.

Selain itu, cara mengajukan aplikasi KTA terbilang cukup mudah.

Bahkan saat ini, formulirnya sudah banyak tersaji secara online dan Anda tinggal ke bank dengan membawa kelengkapan data seperti fotokopi KTP/paspor, fotokopi rekening koran, fotokopi kartu kredit bagian depan, fotokopi NPWP, dan slip gaji.

Inilah Waktu Tepat Mengajukan KTA

Namun, bukan berarti KTA bisa dijadikan tempat bergantung setiap kali Anda membutuhkan pinjaman dana. Ketika membutuhkan pinjaman, sebisa mungkin jangan terburu-buru melakukan pengajuan KTA.

Anda harus jadi peminjam cerdas dan bijak dengan memperhatikan berbagai faktor seperti tenor, cicilan per bulan, bunga, dan biaya lainnya (biaya provisi, meterai, administrasi, asuransi, pelunasan awal, dan lain-lain).

Karena jika tidak, maka KTA bisa saja menjadi masalah baru bagi keuangan Anda.

Sebaiknya, pilihlah bank penyedia produk KTA dengan fasilitas cicilan dan bunga ringan. Sebelum memilihnya, Anda bisa membandingkan fasilitas yang diberikan setiap bank.

Sebelum mengajukan KTA, Anda juga harus tahu bahwa jenis pinjaman ini tidak boleh dipaksakan pengajuannya, sekalipun sangat membutuhkannya.

Untuk itu, Anda harus mengetahui kapan waktu yang tepat untuk mengajukan KTA. Berikut adalah pembahasannya.

Kondisi Keuangan Sehat

Sebelum mengajukan KTA, pastikanlah kondisi keuangan dalam keadaan sehat. Sebab, mengajukan KTA ke bank saat tidak membutuhkan uang justru lebih mudah dibandingkan meminjam uang saat kesulitan keuangan.

Mengapa? Karena orang yang mengajukan KTA saat tidak membutuhkan uang alias kondisi keuangan sehat, biasanya uang tersebut dipergunakan untuk pengembangan usaha, investasi, dan usaha-usaha sejenisnya.

Artinya, roda bisnis sudah jalan dan berkembang. Tipe orang seperti ini membuat ‘ngiler‘ bank untuk meminjamkan dana. Karena sudah jelas untung dan aman, bank akan dengan senang hati memberi pinjaman kepada Anda.

Akan tetapi jika meminjam uang saat kepepet, biasanya bank akan lebih meningkatkan kewaspadaan dan menghindari berurusan dengan Anda.

Untuk itu, jika masih memiliki tanggungan kredit, ada baiknya mengecek catatan pembayaran kredit atau IDI historis di Bank Indonesia. Ini untuk mengetahui apakah masih memiliki tunggakan cicilan kredit lainnya atau tidak.

Sebab, bank bisa saja menolak pengajuan kredit bila ternyata Anda masih memiliki tunggakan. Dengan mengetahui hal tersebut, Anda bisa langsung melunasi tunggakan dan mengajukan kredit kembali.

Rasio Kredit Maksimal 30%

Sebaiknya, rasio total utang atau kredit (dalam hal ini KTA) yang dapat dibayarkan tidak melebihi 30% dari penghasilan bersih setiap bulannya. Karena jika rasio pinjaman semakin kecil, maka semakin besar pula uang yang dapat disisihkan untuk ditabung.

Lantas, bagaimanakah cara menghitung rasio? Jika Anda menerima penghasilan bulanan, jumlahkanlah semua uang tersebut. Lalu, jumlahkan uang yang dibutuhkan untuk membayar pengeluaran tiap bulan.

Kemudian, bagi jumlah tersebut dengan penghasilan bersih (setelah dipotong pajak penghasilan). Berikut adalah contohnya.

Penghasilan bersih per bulan: Rp 8.000.000

Pengeluaran per bulan:

Sewa rumah per bulan: Rp 1.000.000

Belanja harian: Rp 1.500.000

Listrik: Rp 300.000

Air: Rp 200.000

Jumlah total pengeluaran per bulan: Rp 3.000.000

Kemudian, jumlah total komponen tersebut dibagi dengan gaji bersih bulanan (setelah dipotong pajak penghasilan).

Maka, rasio utang/kredit adalah (Rp 3.000.000 : Rp 8.000.000) x 100% = 37%

Penggunaan Secara Tepat

Sebelum memutuskan mengajukan KTA, Anda harus memastikan terlebih dahulu penggunaan dana pinjaman tersebut. Jangan sampai Anda asal saja mengajukan KTA, tanpa tahu tujuannya untuk apa.

Anda harus ingat bahwa KTA bukanlah pinjaman cuma-cuma. Ada bunga dan denda jika telat membayar cicilan. Jadi, rencanakanlah dengan matang ketika hendak mengajukan KTA.

Dan tentunya, gunakanlah dana KTA secara tepat misalnya untuk modal usaha, biaya pernikahan, pendidikan, pengobatan, dana liburan, dan lain sebagainya.

Dengan mengetahui waktu yang tepat mengajukan KTA, Anda tidak hanya akan mendapatkan manfaat maksimal, tapi aplikasi KTA juga bisa disetujui secara cepat karena kondisi keuangan sehat.

Baca juga: 5 Hal Sepele Penyebab KTA Anda di Tolak

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Berikan pendapat anda!

  • heri purnomo

    bisakah tanpa tlpn / krna terlalu sibuk kerja , tetap di terima untuk pengajuan pinjam uang ,

    Reply