Jangan Ajukan KTA Jika Masih Memelihara 5 Mentalitas Ini!

Memutuskan mengajukan KTA bukan suatu hal yang remeh karena banyak tanggung jawab yang menyertainya. Jika Anda masih memelihara 5 mentalitas berikut ini, maka ada baiknya menunda pengajuan KTA.

Sedang terdesak dan butuh dana tunai dalam jumlah yang cukup besar dalam waktu cepat? Mungkin Kredit Tanpa Agunan dari bank bisa jadi jawabannya. Hampir semua bank dan lembaga keuangan menyediakan fasilitas ini.

Hanya saja banyak orang yang gagal mengelola dana KTA dan malah semakin membuat orang tersebut makin terjerat masalah.

Sebenarnya yang salah bukan debitur atau pihak pemberi pinjaman. Coba deh belajar mengevaluasi diri sendiri, kenapa sampai dana pinjaman berujung masalah?

Agar tidak terjerumus, simak 5 mentalitas yang dapat membuat Anda semakin terjebak dalam masalah keuangan jika nekat mengajukan pinjaman:

Anggaran Keuangan Pribadi

Cuek Sama yang Namanya Bikin Anggaran

Jangan pernah lupa kalau KTA itu adalah utang, pinjaman yang wajib dikembalikan hingga lunas. Ketika sudah mantap mengajukan KTA, itu artinya Anda sudah siap dengan tambahan pengeluaran berupa cicilan setiap bulannya. Seberapa besarpun penghasilan, jika kita tidak bisa mengaturnya maka akan tetap jadi masalah juga.

Baca juga: Bahaya Tak Punya Rencana Keuangan Sebelum Usia 25

Dengan membuat anggaran keuangan, Anda jadi tahu lari ke mana saja uang penghasilan selama sebulan. Selain itu, Anda juga jadi bisa melihat apakah pengeluaran sudah sesuai atau lebih besar dari penghasilan.

Dengan kata lain, catatan pembukuan pribadi ini berfungsi sebagai ‘ Google Maps’ saat kita harus menuju ke suatu tempat yang belum pernah kita kunjungi.

Bayangkan jika Anda tidak memiliki anggaran, bisa-bisa kewajiban yang seharusnya diprioritaskan malah terabaikan dan akhirnya Anda hidup bergelimang utang.

Apalagi KTA sudah jelas urusannya dengan lembaga resmi. Tidak mau masuk daftar blacklist BI atau berurusan dengan hukum kan?

Menganggap KTA Itu ‘Rezeki Nomplok’

Tak sedikit orang yang menganggap kalau KTA itu ‘rezeki nomplok’. Nah lho! Bahaya banget kalau Anda pun masih memiliki anggapan seperti ini. Walau tak ada jaminan, sifatnya yang relatif mudah dan cepat, dan nominalnya besar, KTA itu adalah tanggung jawab.

Ada banyak kewajiban yang menyertai di dalamnya, mulai dari biaya administratif, bunga hingga denda penalti. Rezeki nomplok tentu saja jauh berbeda dengan KTA. Anda bebas dari kewajiban mengembalikan dan berhak menggunakan rezeki itu untuk apa saja.

Jangan sampai karena anggapan rezeki nomplok ini Anda malah jadi lupa alasan dasar mengajukan pinjaman tersebu. Apalagi kalau dananya malah dipakai untuk kebutuhan konsumtif seperti belanja dan lain sebagainya.

Pinjaman Tanpa Jaminan

Punya Gaya Hidup Besar Pasak daripada Tiang

Yang satu ini nih yang paling harus diperhatikan. Tidak hanya ketika berniat mengajukan KTA, tapi juga dalam kehidupan sehari-hari pada umumnya. Walau nasihat keuangan dan bagaimana cara mengelolanya sudah sering didengung-dengungkan, gaya hidup boros masih banyak dipertahankan. Bagaimana dengan Anda?

Ada yang sebenarnya sadar bahwa gaya hidupnya besar pasak daripada tiang selama bertahun-tahun tapi tetap nyaman-nyaman saja.

Ini adalah kebiasaan yang salah. Penghasilan habis, bahkan kurang, untuk menutupi pengeluaran bisa jadi petaka.

Bayangkan, ketika pengajuan KTA sudah disetujui, yang seharusnya dana KTA dimanfaatkan untuk modal usaha akhirnya malah habis untuk membeli barang-barang mahal yang tidak dibutuhkan. Sementara setiap bulan ada kewajiban untuk mengembalikan dana pinjaman tersebut.

Baca juga: Terpaksa Ngutang untuk Nikah, Mari Cerdas Memilih KTA Tepat

Malas Cari Informasi

Malas di sini maksudnya lebih kepada malas mempelajari persyaratan dalam mengajukan KTA, serta hak dan kewajibannya, termasuk administratifnya.

Walau terlihat mudah dan tanpa jaminan, Anda harus rajin mengumpulkan informasi tentang KTA.

Apalagi saat ini produk KTA banyak pilihannya dan masing-masing punya karakteristik yang berbeda-beda.

Kumpulkan informasi sebanyak-banyaknya, tanya sana-sini kalau perlu wawancara teman-teman yang sudah pernah mengajukan KTA.

Setelah itu pelajari dan pahami. Bertanyalah juga pada ahlinya, jangan malu atau ragu.

Kemalasan melakukan semua hal di atas bukan tak mungkin membawa Anda ke penyesalan lho!

Entah salah memilih produk KTA atau lalai dalam pengembaliannya. Malas hanya akan membuat kita rugi!

Labil Alias Tidak Punya Prinsip

Labil Alias Tak Punya Prinsip

Jika Anda perhatikan salah satu persyaratan mengajukan KTA ada batas usia minimum. Walau kata orang usia tak menjadi penjamin kedewasaan, tapi paling tidak bagi mereka yang usia kerja lah yang diutamakan.

Kembali lagi deh ke poin kedua bahwa KTA itu bukan rezeki nomplok yang bisa dihabiskan semaunya. Ada banyak tanggung jawab yang terkandung di dalamnya.Jangan pernah mengajukan KTA jika alasannya hanya karena sedang tren atau ikut-ikut teman.

Atau jangan pula mengajukan KTA namun sebenarnya masih ragu dan bingung akan digunakan untuk apa ketika dananya nanti cair. Tentukan sikap dan bertanggung jawablah dengan keputusan yang sudah diambil.

Baca juga: Waspada Masalah Keuangan yang Tidak Disadari

Nah, bagaimana? Sudah jelas kan sekarang apa yang harus Anda lakukan ketika memiliki niat untuk mengajukan KTA?

Intinya, KTA itu adalah utang, bukan dana talangan apalagi rezeki nomplok.

Jika memang Anda benar-benar membutuhkan dana, silakan saja ajukan KTA. Manfaatkan dan kelola dana KTA yang Anda peroleh dengan cerdas dan bijak agar mendatangkan kebaikan dan bukan sebaliknya.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama