Hitung dan Ketahui Debt Ratio Anda Sebelum Mengajukan Kredit

Berulang kali mengajukan kredit tidak disetujui? Mungkin saja penilaian Debt Ratio Anda tidak sesuai dengan kebijakan Bank. Mari hitung dulu Debt Ratio Anda.

Semua lembaga pembiayaan kredit memiliki kebijakan masing-masing dalam memberikan pinjaman kepada calon debitur. Lembaga pembiayaan akan memberikan penilaian pada data-data yang telah dilampirkan untuk mengetahui kondisi keuangan calon debitur.

Debt Ratio Perorangan ?

Apakah selama ini Anda mengetahui bahwa kondisi keuangan Anda wajib diketahui oleh Bank apabila Anda mengajukan kredit kepada Bank tersebut? Ya, tentu saja, calon debitur harus mengetahui Debt Ratio keuangan sebelum memberikan data-data pada Bank atau Lembaga Pembiayaan lainnya.

Memang dalam definisinya, Debt Ratio merupakan pengukuran jumlah aktiva perusahaan yang dibiayai oleh utang atau modal yang berasal dari kreditur. Dalam perorangan, debt ratio juga berlaku, agar Bank dapat menilai kelayakan calon debitur. 

Debt ratio atau rasio kredit adalah perbandingan antara pendapatan atau gaji yang Anda miliki per bulan dengan cicilan kredit lain yang sedang dijalankan.

Bagaimana Cara Menghitung Debt Ratio?

Rumus menghitung Debt Ratio adalah Total Liabilities (Total kewajiban): Total Assets (Total Aset).

Simulasi Perhitungan I

Anne memiliki penghasilan perbulan : Rp 9 juta. 

Anne memiliki total kewajiban : Rp 3 juta (Cicilan kartu kredit, Cicilan Motor)

Nama Cicilan Jumlah Cicilan
Cicilan tetap kartu kredit Rp 1.8 juta
Cicilan kredit motor Rp 1.2 juta
Total jumlah cicilan
(Total Liabilities)
Rp 3 juta

Rp 3 juta : Rp 9 juta = 0.3333

Debt Ratio Anne adalah 0.3333.

Artinya, 33.3% aset yang dimiliki Anne dibiayai dari utang.

Apakah kondisi keuangan Anne masih layak mendapatkan pinjaman dari Bank? 

Dilihat dari debt ratio, Lembaga pembiayaan masih menilai Anne hampir mampu untuk memiliki cicilan lagi. Itu tandanya Anne berpeluang mendapatkan pinjaman dengan jumlah yang telah disesuaikan dengan nilai debt ratio Anne.

Banyak ahli keuangan yang menyarankan agar rasio total hutang dan cicilan Anda tidak melebihi 40% dari penghasilan bersih yang Anda miliki. Sebab, jika ratio pinjaman Anda semakin kecil, maka semakin besar pula uang yang bisa Anda sisihkan untuk ditabung.

Ketika menyetujui kredit yang diajukan seseorang, bank juga menggunakan angka yang sama untuk debt ratio tersebut. biasanya bank menetapkan rasio kurang dari 30 persen. 

Untuk itu, jika angka ratio itu terlampaui, bahkan melewati batas, kemungkinan pengajuan kredit Anda pun akan semakin kecil untuk disetujui.

Simulasi Perhitungan ke II

Arman memiliki penghasilan perbulan Rp 15 juta, setiap bulan Arman membayar beberapa cicilan seperti

Nama Cicilan Jumlah Cicilan
Cicilan tetap kartu kredit : Rp 1.8 juta
Cicilan tetap elektronik : Rp 1.5 juta
Cicilan mobil : Rp 3 juta
Cicilan KTA : Rp 1 juta
Total jumlah cicilan
(Total Liabilities)
Rp 7.300.000

Deb Ratio : Total Liabilities (Total kewajiban): Total Assets (Total Aset)

Rp 7.300.000 : Rp 15.000.000 = 0.486

Poin Debt Ratio Arman adalah : 48.6%

Dengan penilaian dari rasio tersebut, peluang Arman untuk mendapatkan kembali cicilan dari bank sangatlah kecil. Bahkan bisa jadi apabila Arman mengajukan kredit tunai disaat masih memiliki cicilan-cicilan tersebut, pengajuan Arman tidak akan disetujui. 

Karena debt rasio Arman mencapai 48.6%. Dalam artian 48.6% harta Arman dibiayai dari utang meski penghasilan Arman lebih besar dari penghasilan Anne. Nilai debt ratio Anne lebih baik daripada Arman.

Mengapa Bank Dapat Mengetahui Debt Ratio Calon Debitur?

Meskipun calon debitur tidak melampirkan keterangan laporan utang, Bank tetap akan mengetahui laporan utang calon debitur tersebut. Sehingga debt ratio calon debitur dapat mudah diketahui oleh Bank.

Rekam jejak kredit seorang nasabah terdata dalam Sistem Informasi Debitur (SID) Bank Indonesia. Laporan SID ini bisa diakses oleh seluruh bank maupun lembaga keuangan non-bank yang menjadi anggota SID di seluruh Indonesia.

Karena itu, setiap bank bisa melihat riwayat kredit/pinjaman seorang nasabah kepada bank, atau lembaga keuangan non-bank.Sistem Informasi Debitur (SID) adalah sistem yang mempertukarkan informasi debitur dan fasilitas kredit dari Bank dan Lembaga Pembiayaan. SID dikelola oleh salah satu bagian di Bank Indonesia yaitu Biro Informasi Kredit (BIK).

Baca Juga : Mengapa Pengajuan Kredit Tanpa Agunan Ditolak?

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama