HSBC Ungkap Kunci Menjalankan Bisnis Lebih Sukses

Sebagai pengusaha harus memiliki jiwa kepemimpinan yang tangguh. HSBC Indonesia pun berkolaborasi dengan Putera Sampoerna Foundation (PSF) menyelenggarakan HSBC Business Case Competition.

Selama 10 tahun terakhir, perekonomian Indonesia terus mengalami dorongan hingga berhasil tumbuh sebanyak rata-rata 6%.

Kerja keras tersebut membawa Indonesia berada di posisi tiga besar, setelah China dan India, di antara negara-negara G20 (aliansi negara-negara perekonomian besar di dunia ditambah Uni Eropa).

Saat ini, perekonomian Indonesia tumbuh baik sebesar 4,6%. Sektor bisnis, terutama Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), yang digerakkan anak muda menyumbang peranan besar dalam hal ini.

Minat generasi millennial terhadap dunia bisnis mampu menghasilkan lapangan kerja yang efektif. Terekam dalam data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2016, generasi ini memberikan kontribusi sebesar 38,8% dari total keseluruhan tenaga kerja di Indonesia.

Persentase itu pun diyakini bakal terus meningkat ke depannya. Dengan catatan ini, kaum muda usia produktif diprediksi akan mendominasi 70% jajaran kepemimpinan di Indonesia pada 2030.

Jadi Bagian Generasi Milenial yang Produktif

Sadar akan potensi besar generasi muda di Indonesia, HSBC Indonesia berkolaborasi dengan Putera Sampoerna Foundation (PSF) kembali menyelenggarakan HSBC Business Case Competition (BCC).

“HSBC Business Case Competition adalah salah satu langkah nyata yang memberikan kesempatan para pemimpin masa depan ini untuk mengasah berbagai teori yang telah mereka pelajari,” kata Nuni Sutiyoko, Head of Corporate Sustainability HSBC Indonesia, dalam press release.

Kompetisi bisnis tahunan yang berjalan sejak 2012 ini bertujuan meningkatkan kapasitas serta daya saing pemuda Indonesia, dan sekaligus membuka networking kepada pebisnis profesional.

Tahun ini, 15 tim dari 15 universitas ikut berpartisipasi. Pesertanya berasal dari mahasiswa S1 perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.

Di sini, mereka akan dibekali pelatihan bisnis dan perbankan komperehensif untuk selanjutnya diminta menganalisa kasus bisnis modern. Tantangan pun diberikan untuk merancang strategi pemecahan kasusnya. Yang berhasil menang, berkesempatan pergi ke tingkat internasional di Hong Kong pada Juni 2017.

Baca juga: Strategi Keuangan untuk Gaya Hidup Generasi Milenia

Deteksi Calon Pemimpin Bisnis

Untuk menjadi seorang wirausaha tidak mudah. Banyak hambatan yang akan Anda hadapi. Mulai dari modal hingga strategi pemasaran. Tetapi juga bukan berarti sulit dilakukan.

Jika Anda berniat menjadi seorang wirausaha, HSBC berikan tiga kriteria kepemimpinan yang harus Anda persiapkan, yaitu:

1. Kritis

Seorang pengusaha harus mampu berpikir secara kritis dalam melihat segala sesuatu. Hal ini diperlukan, untuk dapat mempertimbangkan peluang ketika mengambil keputusan. Selain itu, juga agar dapat mendeteksi permasalahan lebih awal.

2. Kreatif

Dalam dunia bisnis, Anda tidak berjalan sendiri. Ada para pesaing yang mengiringi langkah Anda menuju kesuksesan. Agar tidak kalah dari pesaing, jiwa kreatif dibutuhkan dalam menggali ide-ide bisnis baru yang unik dan berbeda. Kreativitas ini juga termasuk menyusun strategi marketing yang mengikuti perkembangan tren dan zaman.

3. Percaya Diri

Jiwa kreatif dengan pikiran yang kritis tak akan ada artinya jika Anda tidak memiliki sifat percaya diri. Sikap ini penting Anda miliki agar dapat bertahan dalam dunia bisnis. Jika Anda sendiri tidak yakin terhadap upaya dan usaha Anda, bagaimana Anda mampu meyakinkan customer maupun kolega.

“Setiap tahapan dalam kompetisi BCC sendiri didesain untuk menguji sekaligus mengasah ketiga karakter tersebut,” kata Nuni.

Baca juga: Jadi Pengusaha, Harus Berani Beda!

Persiapan Awal Dalam Usaha

Pengetahuan dan wawasan tentang seluk beluk dunia bisnis sudah Anda kuasai. Tiga kriteria kepemimpinan pun sudah tertanam dalam diri. Permasalahan yang muncul kemudian, dan seringnya dihadapi para pengusaha muda, ialah kurangnya modal.

Ketika Anda membutuhkan dana untuk memulai bisnis, jangan mudah terayu pada pinjaman cepat yang ditawarkan institusi tidak resmi atau perorangan. Selain bunga yang tinggi, risiko peminjaman yang Anda emban sangatlah besar. Bahkan, bisa membuat Anda kehilangan harta benda jika tidak sanggup melunasi.

Ada banyak cara untuk mendapatkan pinjaman dana usaha yang aman. Salah satunya, dengan mengajukan Kredit Tanpa Agunan (KTA) kepada bank seperti HSBC. 

KTA merupakan alternatif pinjaman yang tepat dengan pemberian plafon yang besar, beberapa di antaranya bisa mencapai Rp200 juta. Suku bunga yang diberikan pun kompetitif dan flat, membuat cicilan Anda per bulan terasa ringan. Anda bisa mengatur kebutuhan bulanan tanpa khawatir cicilan kredit melonjak karena besarnya suku bunga yang berubah-ubah.

Pengajuannya pun mudah, cukup melalui online dan tidak perlu menyiapkan aset berharga sebagai jaminan. Tunggu apa lagi? Yuk, jadi jadi generasi yang lebih produktif! Tuliskan pendapat Anda di kolom komentar dan sebarkan informasi ini melalui akun social media.

Baca juga: Dokter Finansial: Pinjaman Tunai Kartu Kredit, Fitur Andalan Saat Butuh Dana

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama