Cara Melipat Gandakan Uang Anda di Bank

Deposito adalah satu cara untuk menyimpan uang Anda di Bank. Tapi, tidak seperti tabungan biasa, deposito akan memberikan hasil yang lebih banyak.

Rajin menabung pangkal kaya? Belum tentu! Dewasa ini, menabung saja tidak lagi cukup. Bunga tabungan sebesar 1 - 2% per bulan tidak akan bisa mengejar laju inflasi yang sudah mencapai 6,79%. (Data Bank Indonesia bulan April 2015).

Ada sarana lain untuk menyimpan uang di Bank tapi lebih menghasilkan, yakni deposito. Ya, dengan deposito, tabungan Anda akan mampu mengejar (atau setidaknya mengimbangi) laju inflasi. Hasilnya, pundi-pundi simpanan akan semakin tebal. 

Sebelum membahas lebih jauh, ada baiknya Anda pahami dulu pengertian dari Deposito. Menurut UU Nomor 7 Tahun 1992, deposito adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu berdasarkan perjanjian nasabah penyimpan dengan bank. 

Lalu, apa bedanya dengan tabungan?

Setoran Awal

Untuk pembukaan rekening deposito, Anda harus menyiapkan uang setoran awal yang lebih besar daripada setoran awal pembukaan rekening tabungan. Besarnya bervariasi, tergantung kebijakan masing-masing bank. Rata-rata setoran awal deposito mulai dari Rp 1 juta. 

Bukti Kepemilikan

Sebagai bukti kepemilikan deposito, Anda akan diberikan sertifikat yang berisi nama, nominal uang yang didepositokan, serta rincian perjanjian. Sertifikat ini harus disimpan dengan baik dan jangan sampai hilang, karena penemunya bisa mencairkannya dengan mudah.

Rentang Waktu

Menyimpan uang di deposito tidak sama seperti menyimpan uang di tabungan. Anda tidak bisa bebas melakukan penarikan uang atau menambah jumlah saldo deposito. Ada ketentuan jangka waktu penyimpanan, mulai dari 1, 3, 6, 12, hingga 24 bulan.

Jika ingin menambah saldo rekening deposito, Anda harus menunggu tanggal jatuh tempo atau membuka rekening baru. 

Sebaliknya, jika ingin mencairkan deposito sebelum jatuh tempo, maka bank akan mengenakan biaya pinalti atau tidak membayarkan bunga berjalan.

Biaya Administrasi dan Pajak

Kebanyakan bank masih mengenakan biaya administrasi bulanan untuk rekening tabungan dan giro. Besarnya potongan bervariasi tergantung jenis rekening dan kartu ATM yang dimiliki.

Pada rekening deposito, Anda tak akan dikenakan biaya apapun karena tidak ada biaya administrasi bulanan. Meski begitu, tetap ada potongan pajak sebesar 20%. Jangan khawatir, potongan ini hanya dihitung dari hasil bunga deposito saja kok, tidak termasuk pokok. 

Suku Bunga

Inilah bagian paling menarik yang membedakan antara tabungan dan deposito. Biasanya, bank menetapkan bunga tabungan tetap untuk jangka waktu tertentu ( fixed rate). Sedangkan, besaran bunga deposito akan berbeda tergantung dengan besarnya setoran awal dan tenornya.

Sebagai contoh, perhatikan data yang kami peroleh dari Pusat Informasi Pasar Uang (PIPU) Bank Indonesia per tanggal 22 Mei 2015. Bunga deposito tertinggi untuk jangka waktu 12 bulan adalah sebesar 9,75% sedangkan untuk bunga tabungan hanyalah sebesar 1,05%.

Cukup jauh ya perbedaannya?

Selanjutnya, untuk memudahkan pemahaman Anda, kami akan berikan gambaran bagaimana cara deposito bekerja. Misalnya Anda memiliki uang sebesar Rp 10 juta yang akan disimpan di Bank DBS selama 12 bulan. Mari hitung berapa laba yang akan  diterima. 

Nah, berdasarkan perhitungan matematis tersebut, keputusan di tangan Anda. Silahkan putuskan, ingin mendapatkan Rp 120.000,- atau Rp 784.000,-? Selamat menentukan pilihan! 

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama