Bunga KTA Naik, Pilih Pinjaman yang Tepat!

BI perkirakan suku bunga Kredit Tanpa Agunan naik hingga akhir tahun. Jika Anda ingin mengajukan pinjaman tunai, perhatikan tujuh langkah memilih KTA yang tepat secara bijak.

Beberapa hari yang lalu, Bank Indonesia memproyeksikan bunga kredit investasi akan mengalami sedikit penurunan hingga 5.94%. Berbanding terbalik dengan bunga kredit konsumsi, khususnya Kredit Tanpa Agunan (KTA),yang diperkirakan naik jadi 13.99% hingga akhir tahun.

Meski begitu, kenaikan bunga KTA ini ternyata tidak menurunkan volume pengajuan pinjaman ke bank.

Bunga Pinjaman KTA

Alasan KTA Tetap Jadi Andalan

Proses pengajuan pinjaman kredit tanpa agunan jauh lebih mudah dan cepat dibanding dengan saat mengajukan kredit multiguna. Sebab, KTA tidak membutuhkan jaminan yang memerlukan survei serta perhitungan nilai agunan. Dengan tidak adanya jaminan juga berarti minim risiko kehilangan harta benda apabila kesulitan membayar.

Bunga kredit tanpa agunan pun relatif lebih rendah. Anda juga bisa mengatur waktu pelunasan secara fleksibel, sesuai kemampuan dan kondisi keuangan.

Pilih Kredit Tanpa Agunan yang Tepat!

Dengan berbagai macam kemudahan yang ditawarkan oleh KTA, ada baiknya jika Anda memperhatikan beberapa hal ini terlebih dahulu sebelum mengajukan pinjaman Anda.

1. Tujuan Pengajuan

Kredit tanpa agunan diajukan saat butuh dana mendesak dan dalam jumlah besar. Misalnya, untuk menambah modal usaha, bayaran sekolah, biaya rumah sakit, dan lain sebagainya.

Jika situasi Anda tidak terlalu mendesak, seperti butuh dana tambahan untuk liburan, lebih baik Anda manfaatkan diskon dan promo yang diberikan kartu kredit untuk membeli tiket pesawat dan membayar hotel agar lebih hemat.

2. Cek Kondisi Finansial

Sebaiknya, Anda mengajukan pinjaman KTA jika kondisi finansial Anda sedang stabil. Stabil dalam artian, Anda sedang tidak terlilit utang lain. Hal ini disarankan agar nantinya Anda bisa membayar cicilan KTA tepat waktu dan tidak menunggak pembayaran yang mengakibatkan terkena denda.

Anda bisa melakukan finansial checkup untuk melihat apakah kondisi finansial Anda sedang dalam keadaan sehat. Hitung kembali total kebutuhan Anda per bulan.

Keuangan Anda tergolong aman, jika Anda bisa menyisihkan minimal 20%-30% lebih dari penghasilan per bulan untuk membayar cicilan KTA.

3. Cari Bank dengan Reputasi KTA yang Baik

Setelah memastikan tujuan pengajuan KTA dan melakukan finansial checkup, Anda bisa mulai hunting bank mana yang bisa memberikan pinjaman kredit tanpa agunan untuk Anda. Masing-masing bank memiliki kelebihan produk yang berbeda, jadi pilihlah bank yang memiliki kelebihan pelayanan KTA yang baik.

Baca juga: Pinjaman yang Bisa Berikan Modal Tanpa Proses Ribet

Pelayanan yang baik tersebut bisa Anda lihat dari syarat pengajuan, proses pengajuan, kecepatan proses pencairan, suku bunga, hingga jangka waktu atau tenor yang ditawarkan. Anda juga bisa melihat atau bertanya testimoni dari orang-orang seperti teman, kerabat, dan kenalan yang sudah pernah menggunakan produk KTA tersebut.

4. Bandingkan Suku Bunga Antar Bank

Selain reputasi bank sudah terjamin, langkah selanjutnya adalah membandingkan suku bunga KTA antar bank karena masing-masing memiliki nilai yang kompetitif.

Rata-rata bunga KTA yang diberikan berkisar mulai dari 10% - 20% per tahun. Hitung jumlah cicilan Anda per bulan dan ditambahkan dengan nilai bunga Anda.

5. Bijak Memilih Tenor Peminjaman

Ada dua tenor yang ditawarkan oleh bank, yakni jangka waktu pendek dan panjang. Tenor yang pendek biasanya 12 bulan, sementara tenor panjang terhitung mulai 24 bulan hingga 60 bulan.

Baik itu tenor pendek maupun tenor panjang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Bagi Anda yang ingin segera melunasi cicilan KTA, Anda bisa memilih tenor pendek, tapi dengan syarat penghasilan tetap Anda di atas rata-rata. Jangan sampai nantinya Anda telat membayar dan terkena denda yang akan menambah hutang cicilan.

Tapi jika Anda tak ingin mengambil resiko terkena denda, Anda bisa memilih tenor panjang. Perlu diketahui kalau ada sejumlah penalti yang dikenakan jika Anda melakukan pelunasan yang lebih cepat.

6. Teliti Melihat Biaya Tambahan

Selain besaran cicilan, ada biaya-biaya tambahan lainnya juga harus Anda perhatikan seperti biaya di muka, materai, denda, hingga biaya penalti untuk pelunasan lebih cepat.

Baca juga: Ketahui 5 Biaya Pengajuan Pinjaman Tunai KTA

Besaran biaya tambahan ini akan mempengaruhi perhitungan Anda dalam membayar cicilan. Jadi pastikan untuk menanyakan biaya-biaya tambahan tersebut kepada pihak bank.

7. Lakukan Simulasi Pinjaman

Jangan lupa untuk selalu melakukan simulasi pinjaman kredit tanpa agunan. Anda bisa menghitungnya dengan menentukan jumlah pinjaman dana, bunga yang dikenakan, dan jangka waktu peminjaman.

Misalnya,saat ini Anda ingin mengajukan pinjaman Rp50 juta untuk tambahan modal usaha dengan asumsi bunga KTA yang diberikan adalah 15.48% per tahun (bunga flat).Perhitungan pinjaman Anda kira-kira sebagai berikut:

Rp50 juta (nominal pinjaman) x 1.29% (16% per tahun ÷ 12 bulan) = Rp645 ribu. Rp645 ribu ini merupakan nilai bunga per bulannya.

Dengan cicilan tersebut Anda ingin mengambil tenor pinjaman selama 12 tahun: Rp50 juta (nominal pinjaman)+ Rp7.740.000 (bunga per tahun) = Rp57.740.000 (total pinjaman)

Per bulan, Anda perlu membayar Rp57.740.000 : 12 bulan = Rp 4.812.000

Tapi kalau Anda ingin mengambil masa tenor yang lebih lama yakni selama 24 bulan, maka perhitungannya menjadi Rp50 juta (nominal pinjaman) + Rp15.480.000 juta (bunga per dua tahun) = Rp65.480.000 juta (total pinjaman).

Dari total pinjaman tersebut, Anda bagi 24 bulan menjadi Rp2.728.334 untuk Anda bayarkan setiap bulan.

Baca juga: KTA, Alternatif Solusi Mengatasi Tunggakan Utang Kartu Kredit

Dari perhitungan di atas pastinya Anda bisa membandingkan. Jika ingin mengambil tenor lebih pendek, maka jumlah bunga yang dibayarkan tidak terlalu banyak, tapi cicilan Anda memang jadi lebih besar. Berbanding terbalik kalau Anda mengambil tenor panjang dengan jumlah bunga yang dibayarkan lebih banyak, tapi jumlah cicilan per bulan jadi lebih ringan.

Semoga dengan penjelasan di atas, nantinya Anda bisa mengajukan pinjaman KTA dengan lebih bijak lagi.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama