7P Bank Berikan Kredit ke Anda

Pernah mengajukan pinjaman ke bank tapi ditolak? Tunggu dulu, ada seribu alasan lainnya bank pasti akan menerima Anda.

Setiap kita pasti pernah merasakan rasanya ditolak oleh bank ketika pengajuan kredit, entah itu kredit konsumtif atau kredit produktif. Sebagai orang awam pula, tentu kita juga penasaran, apa sih yang membuat bank merasa ‘berkuasa’ untuk menolak atau menyetujui pinjaman kredit kita?

Dengan tujuan untuk mengedukasi keuangan bagi masyarakat Indonesia, artikel ini mencoba ingin menggugah rasa ingin tahu pembaca, bagaimana sih cara sebuah bank menilai suatu nasabah layak atau tidak diberikan pinjaman?

Prinsip ini adalah tolak ukur bank dalam memberikan kriteria, aspek penilaian, dan ukuran-ukuran kelayakan seorang nasabah untuk diberikan kredit. Penilaian tersebut telah menjadi standar bagi setiap bank agar yakin bahwa kredit yang diberikan, nantinya akan benar-benar kembali.

Jika sebelumnya saya pernah membahas artikel dari sisi nasabah, yaitu beberapa hal yang dicermati agar kredit disetujui oleh bank, prinsip-prinsip di bawah ini adalah dari sisi perbankan itu sendiri. Cermati prinsip perbankan ini agar kita bisa menjadi nasabah yang kompeten untuk diberi kredit.

uang rupiah

1. Personality

Prinsip ini menilai suatu nasabah dari sisi kepribadiannnya atau tingkah lakunya sehari-hari, maupun kepribadiannya di masa lalu. Penilaian ini mencakup sikap, emosi, tingkah laku, tindakan, dan solusi nasabah dalam menghadapi permasalahan keuangannya sehari-hari.

2. Party

Pernah mendapati nasabah kaya yang langsung disetujui pengajuan kreditnya? Ya, itulah yang dimaksud party. Ini adalah prinsip yang mengklasifikasikan nasabah ke dalam golongan-golongan tertentu berdasarkan modal, loyalitas, serta karakternya, sehingga nasabah dapat digolongkan ke golongan tertentu, dan dengan demikian akan mendapatkan fasilitas kredit yang berbeda pula dari bank. Pengklasifikasian ini pula yang menentukan perlakuan bank dalam hal pemberian fasilitas pinjaman.

3. Purpose

Ini prinsip dasar bank yang bertujuan untuk mencari tahu tujuan nasabah dalam mengambil pinjaman/kredit, termasuk jenis kredit yang diinginkan. Tujuan pengambilan pinjaman dapat bermacam-macam sesuai kebutuhan. Misalnya, apakah untuk modal kerja, investasi, konsumtif, atau produktif. Selain itu, prinsip ini juga menentukan apakah line of business credit sesuai dengan line of business bank yang bersangkutan. Misalnya seorang nasabah mengajukan kredit untuk bisnis kapal (line of business credit), tetapi bank tempat ia mengajukan pinjaman bergerak dalam bidang pertanian (line of business bank).

4. Prospect

Ini adalah proses menilai usaha nasabah di masa yang akan datang, apakah menguntungkan atau tidak. Dengan kata lain, harapan masa depan dari bidang usaha atau kegiatan usaha dari si peminjam. Ini bisa diketahui dari perkembangan usaha peminjam selama beberapa bulan/tahun, perkembangan ekonomi perdagangan, keadaan ekonomi/perdagangan sektor usaha si peminjam, kekuatan keuangan perusahaan yang dibuat pendapatan di masa lalu dan perkiraannya di masa mendatang. Hal prospek ini diperlukan agar bank dan nasabah tidak menyia-nyiakan fasilitas kredit yang diberikan (tidak rugi).

5. Payment

Ini adalah ukuran bagaimana nasabah dapat mengembalikan pinjaman yang diajukan, atau dari sumber mana saja dana untuk pengembalian kredit. Hal ini bisa diperoleh dengan memperhitungkan prospek, kelancaran penjualan dan pendapatan, sehingga diperkirakan nasabah mampu mengembalikan pinjaman.

6. Profitability

Ini adalah analisis bank dalam mengukur kemampuan nasabah/peminjam dalam mencari laba. Profitabilitas ini diukur dari periode ke periode, menilai berapa tingkat keuntungan yang akan diraih calon peminjam. Juga ada suatu simulasi apakah dengan adanya tambahan pinjaman yang diajukan akan menambah tingkat profitabilitas atau tidak.

7. Protection

Hal terakhir ini adalah bagaimana menjaga agar kredit yang diberikan mendapatkan jaminan perlindungan, sehingga pinjaman yang diberikan benar-benar aman. Perlindungan proteksi yang diberikan pihak debitur di sini dapat juga berupa asuransi, penjaminan suatu barang produksi, atau orang. Fungsi jaminan kredit (proteksi) ini adalah untuk melindungi bank dari kerugian.

Nah sebagai nasabah, tentu Anda juga harus kompeten dalam keuangan agar bank layak memberikan pinjaman kredit kepada Anda. Semakin kompeten Anda di mata perbankan, semakin layak pula Anda diberikan pinjaman kredit. Semoga berguna!

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama