3 Langkah Tepat Untuk Memulihkan Rapor Kredit yang Buruk

Pinjaman akan mudah cair bila rekam jejak kredit Anda bagus di mata Bank Indonesia. Namun bagaimana jika ternyata sudah di blacklist? Simak tips tepat dari kami untuk memulihkannya.

Mengajukan pinjaman ke Bank ataupun jasa keuangan, sudah menjadi hal yang lumrah bagi masyarakat. Pinjaman menjadi solusi untuk memenuhi beragam kebutuhan finansial. Hal itulah yang menjadi yang menjadi alasan pengguna fasilitas pinjaman kendaraan, rumah, dana tunai, hingga kartu kredit terus meningkat setiap tahun.

Kriteria 5C dari Bank Indonesia

Banyak syarat dan proses aplikasi yang mudah ditawarkan pihak penyedia pinjaman, namun tidak menutup kemungkinan proses tersebut menjadi sulit disetujui karena perihal sejarah kredit yang buruk dari calon debitur. 

Apabila seorang debitur memiliki catatan rapor kredit yang tidak sesuai dengan keinginan Bank pemberi pinjaman, secara tidak langsung Bank akan menolak pinjaman. Pihak penyedia pinjaman mempunyai 5 kriteria dalam menyetujui pinjaman calon debitur. Yaitu: Character, Capacity, Collateral, Conditions, dan Capital.

Bukan hanya Bank yang wajib mengetahui sejarah kredit calon debitur, bagi Anda calon debitur ataupun yang sudah menjadi debitur berhak mengetahui catatan kredit Anda yang tercatat pada Bank Indonesia. Anda bisa mengetahui sejarah kredit Anda melalui fasilitas Informasi Debitur Individual (IDI) di Bank Indonesia (BI).

Sekedar informasi seseorang yang pernah mengajukan kredit termasuk dalam kepemilikan kartu kredit, akan secara otomatis masuk ke dalam sebuah daftar kolektibilitas. Track record pembayaran pelunasan diberi ranking mulai dari 1 (satu) hingga 5 (lima). 

Ranking pertama bagi yang selalu tepat waktu atau lancar pembayarannya dan ranking kelima untuk kredit macet yang belum melunasi utangnya lebih dari 270 hari. Ranking ini biasa disebut daftar black list oleh bank.

Lalu bagaimana jika ternyata calon debitur sudah masuk dalam daftar ‘Black List’ oleh Bank? Apakah rekam jejak kredit dapat diperbaiki ? Jangan khawatir, berikut ini langkah-langkah yang dapat dilakukan apabila ternyata hal itu memang terjadi.

Kunjungi Gerai Bank Indonesia (BI)

Siapkan dokumen KTP asli untuk meminta formulir IDI. Permintaan juga dapat disampaikan secara online melalui website Bank Indonesia dengan melengkapi formulir yang disediakan, setelah mendapat jawaban melalui email, hasil cetaknya dapat diambil di Gerai Info Bank Indonesia atau Kantor Bank Indonesia setempat.

Bagi perorangan:

Dokumen berupa identitas asli antara Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Kartu Izin Tinggal Sementara (KITAS).

Bagi badan usaha:
  • Fotokopi identitas badan usaha
  • Fotokopi identitas asli dari pengurus yang mengajukan IDI historis
  • Permintaan IDI Historis atas nama perusahaan dapat dikuasakan kepada pejabat atau pegawai perusahaan. Penerima kuasa menyerahkan surat kuasa asli, fotokopi identitas badan usaha dan identitas diri pemberi kuasa dan penerima kuasa, dengan menunjukkan identitas asli badan usaha dimaksud atau fotokopi identitas badan usaha yang telah dilegalisir, serta identitas diri asli dari pemberi kuasa dan penerima kuasa.

Mengurus Rapor Kredit Segera 

Jika ternyata calon debitur tercatat dalam database, maka langkah selanjutnya adalah harus segera mengurusnya ke Gerai Info Bank Indonesia di Gedung B, Lobby Menara Sjafruddin Prawiranegara.  

Calon debitur akan mengetahui posisi rapor kredit dari formulir yang telah dilengkapi. Dengan mengetahui rapor kredit, tahap selanjutnya adalah segera memperbaiki nilai rapor. 

Memperbaiki Nilai Rapor Kredit hingga Ranking 1

Apabila seseorang berada pada posisi ranking 3, itu tandanya hutang wajib dilunasi. Dengan cara melakukan negosiasi kalkulasi dan jangka waktu pembayaran dengan pihak penyedia kredit. Dan apabila seseorang berada pada posisi ranking 5 catatan kredit, hal yang harus dilakukan adalah harus melunasi hutang dan dalam tiga bulan bisa menjadi posisi catatan kredit ranking 3. 

Jika dalam proses 'pemulihan' itu, pembayaran lancar maka pada tiga bulan kemudian tidak menutup kemungkinan bisa kembali 'bersih' menjadi ranking 1. Untuk mengetahui pemulihan ranking catatan kredit bisa diakses langsung di semua bank peserta karena terbantu dengan sistem online, yang terhubung langsung dengan pusat data Bank Indonesia (BI).

Mengetahui catatan rapor kredit tentu sangat penting bagi masyarakat, khususnya yang memiliki tagihan cicilan dan yang berencana mengajukan pinjaman. Karena apabila catatan kredit Anda buruk tanpa Anda ketahui, tentu saja pengajuan pinjaman akan sulit disetujui. Agar aplikasi kredit Anda berjalan mulus, berikut ini simak ulasan dari Hubungan Laporan Kredit Dengan Pengajuan Kartu Kredit

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama