Syarat-Syarat Mengajukan KPR

Kredit Pemilikan Rumah atau KPR bisa jadi solusi tepat bagi Anda yang ingin membeli rumah, tapi bagaimana dengan syaratnya? Berikut kami beberkan persyaratannya.

Semua orang tentu ingin mempunyai rumah pribadi. Namun permasalahannya, tidak semua orang mempunyai kesempatan untuk membeli rumah secara tunai. Faktor utama adalah karena dana belum mencukupi. Oleh sebab itu, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bisa jadi solusi tepat.

Seperti diketahui bahwa KPR adalah fasilitas yang diberikan oleh pihak perbankan kepada nasabah untuk membeli rumah. Jadi, biaya pembelian rumah akan difasilitasi oleh pihak perbankan diluar down payment (DP) atau uang muka yang menjadi tanggungan si pembeli.

Keuntungan membeli rumah melalui KPR adalah nasabah tidak harus menyediakan dana secara tunai untuk membeli rumah. Nasabah cukup menyediakan uang muka saja.

Saat ini, Bank Indonesia (BI) pun meringankan kebijakan uang muka KPR. Dari sebelumnya 30%, kini yang harus ditanggung oleh konsumen menjadi cukup 20% saja.

Lantas, bagaimana syarat-syarat mengajukan KPR? Berikut kami hadirkan ulasannya.

Syarat-Syarat Umum Pengajuan KPR

Secara umum, persyaratan dan ketentuan dari bank untuk nasabah yang akan mengajukan KPR relatif sama, baik dari sisi administrasi maupun penentuan kredit. Untuk mengajukan KPR, pemohon harus melampirkan dokumen sebagai berikut.

  1. Warga Negara Indonesia
  2. Usia 21 tahun atau sudah menikah
  3. KTP suami dan atau istri (bila sudah menikah)
  4. Kartu Keluarga
  5. Surat keterangan kerja
  6. Keterangan penghasilan/slip gaji
  7. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  8. Rekening koran

Agar Pengajuan KPR Diterima

Agar pengajuan KPR Anda diterima, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Usia Pemohon

Berapakah usia ideal untuk mengajukan KPR? Usia pemohon kredit sangatlah menentukan maksimum jangka waktu KPR yang akan diajukan. Usia minimum mengajukan KPR adalah 21 tahun atau sudah menikah.

Pekerjaan dan Gaji

Pemohon KPR wajib memberikan informasi mengenai pekerjaan yang menyangkut masa kerja dan jenis pekerjaan tetap atau tidak. Untuk mengajukan KPR, masa kerja yang diperbolehkan adalah minimal 2 tahun dan sudah melewati masa percobaan (menjadi karyawan tetap).

Gaji seorang pemohon KPR digunakan pihak bank sebagai perhitungan kredit atau kemampuan membayar kredit. Rata-rata bank menilai besar angsuran adalah 30% dari total gaji. Gaji yang diperhitungkan adalah gaji bersih (take home pay) bersifat rutin.

Rekening Koran

Rekening koran atau buku tabungan diperlukan oleh pihak bank untuk mengecek kebenaran dari slip gaji. Termasuk jugapengecekanterhadap transaksi-transaksi.

Meskipun saldo tabungan Rp 100 ribu, tetapi apabila data transaksinya cocok maka akan dianggap bagus oleh pihak bank. Sebaliknya, apabila terdapat saldo Rp 100 juta tetapi transaksi di rekening koran tidak sesuai, bank akan menolak.

Informasi Pinjaman Lain

Dalam mengajukan KPR, Anda harus benar-benar jujur dan terbuka mengenai pinjaman/kredit yang sedang dijalankan. Misalnya kartu kredit, cicilan mobil/motor, atau lainnya. Sebab, rekam jejak pembayaran kredit Anda akan berpengaruh terhadap penilaian bank.

Bila memberikan informasi tidak sesuai dengan kenyataan, maka Anda harus terima segala konsekuensinya.

Langkah-Langkah Pengajuan KPR

Berikut adalah langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mengajukan KPR.

1. Pilih Properti

Sebelum membeli properti, pastikan Anda telah memilih properti yang sesuai. Apabila properti dikelola pengembang/developer, pastikan bahwa perizinan dan reputasinya jelas.

Apabila memilih properti second, pastikan kelengkapan dokumen-dokumennya. Selain itu, kondisi properti seperti lokasi dan keadaan fisik juga perlu diperhatikan.

2. Memilih Bank

Menentukan bank sebagai pemberi kredit perlu menjadi pertimbangan matang. Biasanya, orang akan memilih bank yang memberikan bunga kredit rendah dan persyaratannya tidak terlalu rumit.

Pertimbangan lain memilih bank juga karena si pemohon kredit telah memiliki rekening di bank yang bersangkutan.

Untuk Anda yang menggunakan jasa agen properti, biasanya akan dibantu proses kepengurusan KPR hingga proses selesai. Rata-rata beberapa developer juga melakukan kerja sama dengan bank-bank tertentu.

3. Pengisian Formulir Kredit dan Pembayaran Uang Muka

Sebelum mengajukan kredit ke pihak bank, pemohon kredit akan diwajibkan mengisi formulir pengajuan kredit yang telah disiapkan oleh bank. Pengisian formulir kredit juga disertai dengan penyerahan dokumen-dokumen persyaratan kredit.

Untuk properti baru, beberapa developer akan menarik pembayaran dari pembeli untuk booking fee sebelum pembayaran uang muka. Besaran uang muka biasanya berkisar antara 20-30% dari harga jual properti, atau tergantung dari ketentuan masing-masing bank.

4. Analisa Risiko Kredit dan Survei Aset

Ini adalah tahapan penting dalam pengajuan kredit. Bank akan melakukan survei untuk melakukan penilaian terhadap kemampuan Anda dalam membayar angsuran.

Besar angsuran bulanan biasanya maksimum 33,3% dari total pendapatan tetap pemohon kredit (suami atau istri, atau gabungan suami dan istri). Bank akan mengecek rekening koran selama 3 – 6 bulan terakhir.

Bank akan mengecek semua pengeluaran Anda per bulan. Caranya dengan memanggil Anda untuk wawancara dan melakukan pengecekan via Bank Indonesia. Pengecekan tersebut meliputi:

  • tanggungan kredit;
  • biaya hidup perbulan seperti makan, transportasi, sekolah anak, asuransi, dan lain lain;
  • Status dalam BI, pernah menjadi BI blacklist atau tidak.

Bank juga akan melakukan survei aset properti untuk menentukan harga jual dan legalitas properti yang dimaksud:

  • nilai aset properti sesuai harga pasar yang berlaku;
  • legalitas dokumen seperti Sertifikat IMB, Sertifikat Tanah, Sertifikat Sarusun (untuk apartemen/kantor), SPPT PBB, Asuransi Unit Properti, Surat Kuasa Jual, Surat Hibah, Surat Warisan, dan lain-lain.

Setelah bank melakukan survei aset properti, bank akan menentukan apabila bisa lanjut ke proses akad kredit atau masih memerlukan dokumen-dokumen tambahan untuk disiapkan.

5. Akad Kredit

Sebelum akad kredit, ada biaya-biaya administrasi yang harus dikeluarkan oleh pemohon kredit. Biaya-biaya tersebut meliputi:

  • pelunasan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Besarnya 5% dari nilai jual beli;
  • asuransi jiwa;
  • asuransi kebakaran;
  • provisi kredit, besarnya relatif sama pada setiap bank;
  • biaya notaris.

Setelah biaya administrasi kredit terpenuhi, maka akan dilakukan penandatanganan akad kredit antara pihak bank dan pemohon kredit.

Setelah akad kredit, bank akan mengucurkan dana kredit yang biasanya akan ditransfer langsung ke rekening pengembang/developer atau penjual langsung apabila Anda membeli properti second. Waktu pencairan dana kredit biasanya memakan waktu 1-7 hari kerja.

6. Pembayaran Angsuran

Selanjutnya, pihak kreditur mempunyai kewajiban untuk membayar cicilan KPR setiap bulan. Bayarlah cicilan bulanan tepat waktu, karena akan berpengaruh terhadap pengawasan bank. Umumnya, pihak bank akan melakukan tinjauan bunga kredit secara berkala setiap 3 atau 6 bulan sekali.

7. Pelunasan Kredit

Setelah melunasi semua cicilan KPR, Anda akan mendapatkan surat pelunasan utang dari bank dan sertifikat asli kepemilikan properti yang Anda beli.

Baca juga: Bagaimana Cara Memilih KPR yang Aman?

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama